BANG AMAT (gerBANG Asuhan MAndiri Toga dan akupressur)
Berjalan dengan pengembangan
kesehatan
Hj.Nurul hikmah S.K.M,C.Herb
SDG's - Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Oecd -
RB Tematik -
Penghargaan - INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD 2022
Kompetisi -
Kurasi Ringkasan
LATAR BELAKANG DAN POKOK PERUBAHAN
Pembangunan kesehatan merupakan bagian tak terpisahkan dan penting dari pembangunan nasional. Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Pembangunan kesehatan tersebut merupakan upaya seluruh potensi bangsa Indonesia, baik masyarakat, swasta maupun pemerintah. Peningkatan kesadaran, motivasi dan kemampuan secara berkelanjutan untuk hidup sehat akan mempercepat pencapaian status kesehatan yang optimal. Oleh karena itu, prinsip pelayanan kesehatan primer di dalam pemberdayaan masyarakat oleh penyedia layanan kesehatan dan kader, harus secara kolektif meningkatkan kapasitas masyarakat untuk kesehatan melalui partisipasi aktif masyarakat. Salah satu upaya tersebut adalah penerapan dan pemanfaatan toga dan akupresur secara mandiri di kalangan masyarakat. Toga atau taman obat keluarga yaitu kumpulan beberapa jenis tanaman yang berkhasiat untuk kesehatan keluarga yang ditata menjadi sebuah taman dan memiliki nilai keindahan. Secara turun temurun, beberapa jenis tanaman ini telah diteliti dan berkhasiat untuk mengobati atau mencegah penyakit dan memelihara kesehatan. Sedangkan akupressur adalah salah satu metode pemeliharaan kesehatan dan penyembuhan yang menggunakan penekanan pada titik-titik tertentu pada bagian tubuh. Oleh karena itu, sebagai salah satu solusi untuk mengatasi masalah kesehatan secara mandiri dan sebagai upaya pertolongan pertama dalam keluarga maka masyarakat perlu mendapatkan edukasi mengenai pemanfaatan Toga dan Akupressur. Dengan mengetahui dan serta cara pemanfaatan Toga dan Akupresur untuk penanganan gangguan kesehatan ringan yang didasarkan pada siklus hidup manusia antara lain untuk ibu hamil dan menyusui, balita, anak usia sekolah, remaja, usia kerja, serta lanjut usia, maka diharapkan masyarakat dapat menggunakannya untuk mempertahankan dan meningkatkan status kesehatannya. Dengan banyaknya manfaat yang dapat diperoleh melalui Toga dan Akupresur, maka Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong melanjutkan Inovasi BANG AMAT(Gerbang Asuhan Mandiri Toga dan Akupressur) yang telah berjalan sejak tahun 2019 yang difokuskan pada pembinaan kader Asuhan Mandiri Toga dan akupressur dan sudah memiliki 30 kelompok kader BANG AMAT yang terus dibina hingga sekarang. Tahun 2020 ini, inovasi BANG AMAT diperluas dengan kegiatan untuk pendataan Penyehat Tradisional empiris (tukang urut ;bahasa banjar) dan pembuatan Surat Teregister Penyehat Tradisional (STPT) kemudian diserahkan ke DMPTSP, setelah dari pelayanan terpadu ada surat permintaan Rekomendasi Surat Ijin Penyehat Tradisional di mana Pengaturan Pelayanan Kesehatan Tradisional bertujuan untuk mewujudkan penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Tradisional empiris yang aman dan bermanfaat. Hal ini muncul karena kurang aktifnya pemohon STPT untuk berkonsultasi ke Dinas Kesehatan serta minimnya pemahaman pemohon STPT tentang regulasi perijinan pengobat trasidisional untuk memperoleh izin penyehat tradisional.
Berkat inovasi BANG AMAT ini maka data penyehat tradisional yang memiliki STPT meningkat menjadi 12 orang pada tahun 2020 dan 47 orang pada tahun 2021, di mana kondisi sebelumnya hanya 2 orang yang memiliki STPT (2019). Sehingga, di akhir tahun 2021, jumlah penyehat tradisional yang mempunyai STPT menjadi 61 orang.
Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya
- 20 Sep 2024
- KALIMANTAN SELATAN
- Kehidupan Sehat dan Sejahtera
- Dilihat
- Minat
- Kesepakatan
- Replikasi
Wilayah Instansi & Inovasi
Pemerintah Kabupaten Tabalong
KALIMANTAN SELATAN
Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong