KUBACADAH (Kupon Baca Berhadiah)
Berjalan
pendidikan, minat baca
Samsul Fahrozi, S.Pd
SDG's - Pendidikan Berkualitas
Oecd -
RB Tematik -
Penghargaan - INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD 2022
Kompetisi -
Kurasi Ringkasan
Mengelola perpustakaan di SD dengan segala keterbatasan yang ada agar bisaberjalan dengan optimal membutuhkan sebuah solusi sederhana namun harus efektif.Sekolah telah memiliki sarana berupa gedung perpustakaan, buku-buku bacaantermasuk perlengkapan TIK yang dapat digunakan untuk mengelola adminsitrasiperpustakaan. Untuk mengelola administrasi perpustakaan kami menggunakan aplikasiE-Library yang merupakan bantuan DAK tahun 2012.Setelah semua administrasi perpustakaan dipersiapkan dan siswa siap meminjambuku untuk dibaca, maka selanjutnya adalah diperlukan sebuah sistem untukmemotivasi siswa agar minat membaca buku meningkat. Selain motivasi, diperlukanjuga sebuah sistem yang dapat mengontrol dan memastikan keberlangsungan prosespeminjaman dan pengembalian maupun kegiatan membaca buku siswa berjalan denganlancar dan baik.Pada awalnya kami mencoba memberikan hadiah untuk siswa yang paling banyakmembaca buku, namun ternyata teknik ini tidak mampu meningkatkan minat membacasiswa. Terlihat dari sedikitnya jumlah peminjaman buku di perpustakaan. UntukSemester pertama tahun 2015 jumlah peminjaman buku hanya 610 kali. Siswa yangmeminjam bukupun tidak terdeteksi apakah benar sudah membaca buku atau hanyasekedar meminjam buku untuk mendapat hadiah.Selanjutnya fakta yang kami temukan adalah ketika hadiah diberikan kepada siswayang terbanyak membaca buku ternyata memiliki dampak negatif. Ketika siswamengetahui temannya sudah membaca buku lebih banyak, maka mereka cenderungtidak meminjam buku lagi karena mereka yakin tidak berkesempatan mendapat hadiahkarena temannya sudah membaca buku lebih banyakUraian singkat di atas menunjukkan bahwa pokok permasalahan dalammenyukseskan gerakan literasi sekolah melalui pengoptimalan peran perpustakaan sekolah yaitu:1. Bagaimana cara untuk memotivasi siswa agar gemar membaca buku?2. Bagaimana sistem kontrol untuk memastikan siswa benar-benar membaca bukuyang dipinjam?Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, hadirlah sebuah inovasi yang disebutKubacadah. Kubacadah adalah akronim dari kupon membaca berhadiah. Program initerinspirasi dari program promosi swalayan menggunakan kupon belanja untuk6meningkatkan penjualan. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman kami, pembelimenjadi lebih tertarik untuk semakin sering berbelanja ketika mendapat kupon belanja.Sebab, pembeli berkesempatan memenangkan hadiah kupon belanja yang diundiberkala.Dalam prakteknya untuk meningkatkan minat baca siswa persis sama sepertikonsep kupon belanja di swalayan tersebut. Setiap kali siswa membaca buku diperpustakaan akan mendapatkan kupon. Dengan mendapat kupon membaca setiap siswaberkesempatan mendapat hadiah pada saat pengundian. Artinya hadiah bukan diberikanuntuk siswa yang paling banyak membaca buku saja. Namun semua siswaberkesempatan mendapat hadiah. Hanya saja semakin sering membaca buku, makasemakin banyak mendapat kupon dan semakin besar peluang untuk mendapatkanhadiah.Kupon yang diperoleh siswa tersebut kemudian diundi berkala, bisa setiap sebulansekali, tiga bulan sekali, atau tiap akhir semester. Siswa yang beruntung akanmendapatkan hadiah berupa barang seperti alat tulis, tas, piala, piagam penghargaanataupun uang tunai. Hadiah-hadiah tersebut tidak hanya disediakan oleh sekolah namunjuga bersumber dari pihak ketiga yang bekerjasama dengan kami. Pada saat pengundianini biasanya kami mengundang berbagai pihak sebagai sarana promosi. Beberapa contohpihak yang pernah hadir antara lain: LAZ DASI NTB, Kantor Bahasa Provinsi NTB,Gramedia, Komunitas Buku Ini Aku Pinjam, Kelompok Gugus SD Narmada LombokBarat, Dinas Pendidikan Kota Mataram dan masih banyak lagi.Melalui inovasi program kubacadah ini ternyata tidak hanya memotivasi siswauntuk meminjam buku saja. Namun juga menjadi sistem kontrol untuk memastikansiswa membaca buku yang dipinjam. Sebab setiap siswa meminjam buku mereka wajibmengisi kartu membaca. Kartu membaca ini menjadi syarat wajib ketika mengambilhadiah kupon membaca.Berdasarkan data yang terkumpul dalam sistem perpustakaan, jumlah peminjamanbuku perpustakaan bisa mencapai 1.600 lebih dalam waktu 1 semester. Di manasebelum penerapan program kubacadah ini, peminjaman buku hanya pada posisi 600kali. Terjadi peningkatan jumlah peminjaman buku sampai dengan 3 kali lipat
Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya
- 26 Sep 2024
- NUSA TENGGARA BARAT
- Pendidikan Berkualitas
- Dilihat
- Minat
- Kesepakatan
- Replikasi
Wilayah Instansi & Inovasi
Pemerintah Provinsi Nusa tenggara barat
NUSA TENGGARA BARAT
Dinas Pendidikan