TIKTOKERS (Tingkatkan Totalitas Kesehatan Remaja Cerdas)

Berjalan dengan pengembangan
kesehatan
Rahmawati Cs
SDG's - Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Oecd -
RB Tematik - Digitalisasi ,
RB Tematik - Prioritas Presiden
Penghargaan - INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD 2022
Kompetisi -

Kurasi Ringkasan

                      KEGIATAN INOVASI TIKTOKERS (TINGKATKAN TOTALITAS KESEHATAN REMAJA CERDAS)
DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MUARA UYA

RANCANG BANGUN

 Berdasarkan hasil pemantauan pertumbuhan yang sudah dilakukakan di 29 Posyandu pada awal tahun 2021, Puskesmas Muara Uya menempati urutan ke-2 dengan jumlah stunting tertinggi se-Kabupaten Tabalong yaitu 18,6 % (Februari, 2021). Data ini juga menunjukan peningkatan sebesar 1,2% dari tahun 2019 (17,4%). Tingginya angka stunting di Puskemas Muara Uya dipengaruhi beberapa hal yaitu kejadian anemia pada ibu hamil 18,5% (tahun 2021), kejadian ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) 12,5% (tahun 2021) dan juga pengetahuan masyarakat yang masih rendah terutama tentang faktor risiko kehamilan. 
Kejadian anemia dan KEK pada ibu hamil ini biasanya merupakan kejadian kronis, yang artinya kekurangan baik zat besi, folat maupun vitamin B12 tidak terlepas dari kejadian anemia pada remaja putri sebagai calon ibu hamil. Rendahnya pengetahuan remaja terutama di bidang kesehatan dan juga pola konsumsi yang kurang tepat menyebabkan remaja rentan mengalami anemia dan kekurangan gizi. 
Berdasarkan permasalahan tersebut, Puskesmas Muara Uya menginisiasi inovasi TIKTOKERS (Tingkatkan Totalitas Kesehatan Remaja Cerdas). TIKTOKERS merupakan wadah bagi remaja putri usia 13-24 tahun untuk mengenal dan memahami lebih dalam tentang gizi, kesehatan dan 1000 Hari Pertama Kehidupan agar kelak saat menjadi seorang ibu sudah siap karena mereka sudah dibekali dengan pengetahuan tentang gizi dan kehamilan sehingga kejadian stunting dapat dicegah.
Inovasi TIKTOKERS telah dilaksanakan di 6 desa wilayah kerja Puskesmas Muara Uya yaitu Desa Binjai, Uwie, Simpung Layung, Lumbang, Kampung Baru dan Mangkupum. Kegiatan ini dilakukan secara tatap muka dan melalui media sosial, mengingat saat ini siapa pun termasuk remaja tidak lepas dari media sosial. Kegiatan tatap muka disebut Kelas TIKTOKERS. Saat tatap muka kelas TIKTOKERS, para remaja ditimbang, diukur tinggi, lingkar lengan atas dan dilakukan pemeriksaan HB, diberikan penyuluhan mengenai kesehatan, serta pembagian tablet tambah darah. Kegiatan selanjutnya yaitu penyebaran informasi kesehatan melalui Whatsapp Remaja. Puskesmas Muara Uya telah bekerja sama dengan kader remaja di 6 desa. Masing-masing desa terdiri dari 10 orang kader remaja. Para kader ini ditugaskan sebagai agen penyebar informasi kesehatan melalui media sosial remaja, sehingga informasi yang diberikan olah puskesmas dapat tersebar ke lebih banyak remaja. 
Selama satu tahun pelaksanaan kegiatan TIKTOKERS hasil yang dapat dilihat yaitu sebaran informasi kesehatan, rata-rata untuk satu informasi dari satu orang kader remaja menyebarkan kepada 70 penonton lainnya, sehingga sekali informasi dibagikan kepada dan oleh 60 orang kader remaja maka informasi dilihat oleh 4200 orang penonton. Sebagian besar kontak di ponsel kader remaja tentunya adalah teman-teman sebaya mereka, sehingga penyebaran informasi ini diharapkan tepat sasaran. 
Sedangkan pada kelas TIKTOKERS hasil yang dapat dilihat adalah peningkatan pengetahuan remaja mengenai masalah kesehatan, yang diukur menggunakan kuesioner evaluasi setelah kegiatan dilakukan, terlihat bahwa adanya peningkatan pengetahuan sebesar 68.2% pada remaja yang sudah diberikan pengetahuan. Selain itu juga para remaja secara langsung mengetahui status gizinya pada saat kelas TIKTOKERS dilakukan, sehingga dapat memberbaiki tingkat kesehatannya apabila ditemukan masalah seperti anemia atau pun kekurangan gizi. Sejauh ini, remaja yang terlibat dalam kelas TIKTOKERS sebanyak 135 orang, dan dengan status kesehatan baik sebanyak 99 orang. Pada awal kegiatan terdapat 36 remaja yang mengalami masalah kesehatan yaitu anemia 13 orang, hipertensi 5 orang, obesitas 6 orang dan kurus 12 orang. Setelah bergabung dengan kelas TIKTOKERS terdapat perubahan status kesehatan remaja bermasalah yaitu penurunan kasus anemia menjadi 6 orang, hipertensi menjadi 3 orang.
                    
        

Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya

  • Publikasi
  • Provinsi
  • SDG's
  • 09 Oct 2024
  • KALIMANTAN SELATAN
  • Kehidupan Sehat dan Sejahtera

0

0

  • Dilihat
  • Minat
  • Kesepakatan
  • Replikasi
  • 139
  • 0
  • 0
  • 4

Wilayah Instansi & Inovasi

Pemerintah Kabupaten Tabalong

KALIMANTAN SELATAN

Puskesmas Muara Uya

Hak Cipta(C)2022 - 2026 Etalase Pelayanan Publik dari Seluruh Daerah di Indonesia | Privacy Policy