ATRAKTIF dalam Integrated Ecofarming (Aksi Microbachter Alfaafa Mengubah Lahan Kritis menjadi Produktif dalam Integrated Ecofarming)
Berjalan
lahan kritis, pertanian, produktif
Rahmad Kadarta Cs
SDG's - Ekosistem Daratan
Oecd -
RB Tematik -
Penyelesaian Kemiskinan
,
Peningkatan Investasi
RB Tematik - Prioritas Presiden
Penghargaan - TOP 99/2021
Kompetisi -
Kurasi Ringkasan
ATRAKTIF dalam Integrated Ecofarming adalah inovasi yang lahir sebagai sumbangsih bidang pertanian dalam mengubah lahan kritis menjadi produktif. Lahan kritis menjadi permasalahan berkepanjangan bagi daerah penghasil tambang seperti Kabupaten Bangka Barat. Jumlah lahan kritis di Kabupaten Bangka Barat seluas 24.217 hektar. Lahan kritis dikenal sebagai lahan yang miskin hara, membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang tidak sedikit untuk mengolah lahan, sehingga masyarakat pesimis lahan kritis masih bernilai.
Inovasi ini menggunakan MA-11 yang merupakan superdecomposer microba aktivitas tinggi (un-aerob), yang mampu merombak semua materi organik dalam tempo yang sangat cepat. MA-11 merombak limbah pertanian menjadi pupuk, pakan, dan mengembalikan unsur hara tanah. Pada lahan ekstrim sekalipun, dapat dibangun lahan pertanian yang berdampingan dengan peternakan dan perikanan sekaligus, sehingga terciptalah integrated ecofarming. Inovasi ini bermanfaat bagi masyarakat, khususnya Kelompok Tani, Kelompok Ternak, dan Kelompok Pembudidaya Ikan. Inovasi ini tidak menghasilkan limbah, karena seluruh limbah dapat diolah dan bermanfaat tepat sasaran, from zero value with zero waste get great value.
Inovasi dirintis sejak tahun 2017 dengan didirikan mini lab unit produksi MA-11 pertama di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan (P4S) yang sudah mendapat predikat Kelas Utama dari Kementerian Pertanian. Kelompok Tani Makmur tempat pelaksanaan inovasi ini mendapat predikat klaster terbaik 1 Nasional Bank Indonesia Award. Produksi MA-11 dipasarkan hingga ke luar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Inovasi bergerak dari hulu ke hilir dan berhasil sebagai aktualisasi kemandirian petani sesungguhnya di masa pandemi.
Pemerintah Kabupaten Bangka Barat berkomitmen untuk keberlanjutan inovasi dengan perluasan replikasi, membuat regulasi, menjalin kemitraan kerja sama penelitian, pengembangan pertanian organik, dan kolaborasi penta-helix. Replikasi inovasi dilakukan dengan pola edukasi berkelanjutan, pelatihan, farm field day, rembug tani, dan pendampingan kontinyu. Inovasi ini berpotensi direplikasi mengingat kondisi daerah yang relatif sama (daerah tambang di dalam maupun di luar Kabupaten Bangka Barat), mudah untuk diadopsi, biaya murah, SOP lengkap, pelatihan dan pendampingan kontinyu, dan tidak terbatas pada lahan kritis saja.
Inovasi ini terbukti efektif mengubah lahan kritis menjadi produktif, terdapat ±20 hektar di Kabupaten Bangka Barat, dan ±5400 hektar di luar Kabupaten Bangka Barat lahan kritis yang sudah produktif dari hasil mereplikasi inovasi ini. Stigma masyarakat yang awalnya pesimis kini berubah menjadi optimis. Dengan Integrated Ecofarming, masyarakat mendapat pemasukan ekonomi dari berbagai produk sekaligus. Inovasi ini dapat menjadi jawaban tantangan ketahanan pangan masa depan dan sebagai solusi alternatif sumber pertumbuhan ekonomi baru pasca tambang.
Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya
- 16 Oct 2024
- KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
- Ekosistem Daratan
- Dilihat
- Minat
- Kesepakatan
- Replikasi
Wilayah Instansi & Inovasi
Pemerintah Kabupaten Bangka Barat
KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Dinas Pertanian dan Pangan