SETULUS KASIH
Berjalan
kesehatan
drg. Lenny Asyita Cahyani
SDG's - Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Oecd -
RB Tematik -
RB Tematik - Prioritas Presiden
Penghargaan - INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD 2022
Kompetisi -
Kurasi Ringkasan
A. Dasar Hukum
1. Depkes RI. (2012). Peraturan Pemerintah RI No 33 tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.
2. Depkes RI. (2017). Info Datin Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI Situasi dan Analisis ASI Eksklusif 2017. Jakarta: Direktorat Bina Gizi Masyarakat Departemen Kesehatan.
3. Depkes RI. (2017). Pedoman Penyelenggaraan Pekan ASI Sedunia (PAS). Jakarta: Direktorat Bina Gizi Masyarakat Departemen Kesehatan.
B. Permasalahan
Asi eksklusif ini sangat penting bagi bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Banyaknya orang tua yang mulai beralih pada susu formula dengan berbagai alasan selain itu ibu tidak konsisten memberikan ASI karena ketakutan ibu akan kecukupan ASI yang bisa diproduksi. Secara biologis, selama ibu mengonsumsi makanan bergizi, dan selama terdapat rangsangan dari mulut bayi, maka ASI secara otomatis akan terus diproduksi. Namun ada pengaruh psikologis ibu pada produksi ASI sehingga ibu menyusui diupayakan untuk selalu bahagia dan dihindarkan dari emosi negatif. Di sinilah dibutuhkan peran suami untuk mendukung istrinya yang sedang menyusui. Suami berperan memberi dukungan secara moril dan psikis selama ibu menyusui. Hubungan dukungan suami dengan pemberian ASI eksklusif ini telah dibuktikan secara ilmiah oleh beberapa penelitian.
Alasan berbeda terjadi pada ibu menyusui yang bekerja. Sebagian besar ibu menyusui berada pada usia produktif sehingga banyak ibu menyusui yang bekerja. Waktu bekerja dan tekanan dalam pekerjaan menjadi faktor penghambat ibu yang bekerja untuk memberikan ASI eksklusif. Tantangan selanjutnya berasal dari kurangnya pengetahuan keluarga tentang ASI ekslusif.
Budaya pemberian makanan tambahan lebih dini biasanya merupakan anjuran dari orang tua atau mertua. Anjuran tersebut terkadang tidak dapat ditolak karena beberapa alasan. Pertama karena kurangnya pengetahuan ibu tentang pencernaan bayi yang belum dapat menerima makanan tambahan sebelum usia 6 bulan. Kedua, karena rasa hormat kepada orang yang telah menjadi ibu terlebih dahulu sehingga meski ibu memiliki pengetahuan tapi tidak mampu menolak. Hal ini menyebabkan presentasi bayi dengan Asi Eksklusif menjadi rendah.
C. Isu Strategis
Berdasarkan data pencapaian Asi Eksklusif tahun 2018 di Puskesmas Situ Udik sebesar 46% dari target 47%. Banyaknya bayi yang tidak diberikan ASI Eksklusif hingga usia 6 (enam) bulan dikarenakan kegagalan pemberian ASI Eksklusif sehingga menyebabkan rendahnya cakupan ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Situ Udik. Untuk mengatasi hal ini dibutuhkan cara untuk meningkatkan semangat orang tua khususnya ibu agar memberikan Asi Eksklusif sampai usia bayi mencapai 6 bulan.
D. Metode Pembaharuan
Inovasi yang merupakan ide pengembangan dari wilayah lain yang direplikasi dan disesuaikan dengan kondisi wilayah Kabupaten Bogor adalah Setulus Kasih. Adapun Inovasi Setulus Kasih memiliki novelty yakni SDM yang terlibat yaitu Petugas Gizi Puskesmas yang melakukan penyuluhan ASI Eksklusif, kemudian bekerjasama dengan bidan desa terkait mengenai screaning bayi lulus ASI Eksklusif, kemudian melakukan wawancara seputar pemberian ASI. Sedangkan sasarannya adalah Ibu yang memiliki bayi yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Situ Udik yaitu di Desa Situ Udik, Situ Ilir, Sukamaju, dan Cemplang.
E. Keunggulan
Mampu membantu program meningkatkan Asi Eksklusif serta penurunan gizi buruk pada balita.
F. Tahapan Proses Inovasi
1. Persiapan alat dan bahan sebelum penyuluhan dilaksanakan
2. Petugas gizi menentukan jadwal dan tempat penyuluhan dengan melakukan koordinasi dengan bidan desa dalam wilayah kerja Puskesmas Situ Udik
3. Petugas gizi memberitahukan sasaran penyuluhan ASI eksklusif yaitu orang tua bayi yang membawa anaknya mengikuti posyandu
4. Bidan desa mengundang sasaran posyandu dibantu oleh kader posyandu dengan menyebarluaskan informasi mengenai jadwal dan tempat penyuluhan.
5. Petugas gizi dan promkes melakukan penyampaian materi penyuluhan kepada para peserta yang mengikuti penyuluhan ASI eksklusif
6. Distribusi leafleat ASI Eksklusif.
7. Penyerahan sertifikat ASI Eksklusif setelah 6 bulan menyusui
Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya
- 21 Sep 2024
- JAWA BARAT
- Kehidupan Sehat dan Sejahtera
- Dilihat
- Minat
- Kesepakatan
- Replikasi
Wilayah Instansi & Inovasi
Pemerintah Kabupaten Bogor
JAWA BARAT
Pemerintah Kabupaten Bogor