MENYETING GIGI EMAS (Mencegah Stunting dengan Gemalur, Insasi E, Bugiza, Pokmas Pejam dan Aliran)

Berjalan dengan pengembangan
pencegahan stunting, gizi buruk, ibu hamil, puskesmas
Suryati, SKM.,M.Si
SDG's - Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Oecd -
RB Tematik -
Penghargaan - TOP 99/2021
RB Tematik - stunting
Kompetisi -

Kurasi Ringkasan

                      Stunting adalah kondisi tinggi badan anak tidak sesuai umur (kerdil) yang mengakibatkan gangguan perkembangan otak, kesulitan belajar, dan rentan penyakit yang dapat memberikan pengaruh buruk pada masa depan anak. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 45 Tahun 2014, keberadaan kasus satu gizi buruk dinyatakan sebagai KLB. 

Pada Tanggal 7 Januari 2019, dilakukan launching Inovasi yang berjudul MENYETING GIGI EMAS (Mencegah Stunting melalui inovasi Gemalur, Insasi E, Bugiza, Pokmas Pejam dan Aliran) yaitu lima pilar inovasi, yang mempunyai tujuan sama untuk mencegah dan mengatasi gizi buruk dan stunting. Dari 5 inovasi tersebut, dua diantaranya sudah dilaksanakan sejak tahun 2017 yaitu (Bugiza dan Pokmas Pejam). 

Kontribusi Terhadap Capaian SDGs/TPB : a. Tanpa kelaparan; b. Kehidupan sehat dan sejahtera; c. Air bersih dan sanitasi layak. 

Inovasi ini mempunyai Aspek kebaruan yaitu mandiri dan menggabungkan dari lima inovasi. 
Implementasi dari inovasi 
1) Gemalur: Setiap balita diwajibkan makan telur minimal satu minggu satu kali dan dipantau oleh kader posyandu yang bertujuan untuk memberikan makanan yang sehat kepada balita. 
2) Insasi E: Kegiatan Insasi E (Instruktur Asi Ekslusif) adalah memberikan edukasi kepada anggota keluarga yang ada dirumah agar memberikan motivasi kepada ibu nifas untuk tidak memberikan makanan selain ASI selama enam bulan kepada bayinya. 
3) Bugiza: Kegiatan Bugiza adalah mengumpulkan dana dari donatur yang ada di desa. Dana tersebut dibelikan makanan tambahan untuk di berikan kepada balita gizi buruk, gizi kurang ,stunting, dan ibu hamil yang anemia. 
4) Pokmas Pejam: Kelompok ini bertugas mendata, memotivasi dan mengajak arisan jamban kepada masyarakat yang belum mempunyai jamban yang bertujuan merubah prilaku masyarakat dari yang biasanya BABS (Buang Air Besar Sembarangan) menjadi BAB di jamban yang sehat. 
5) Aliran: Semua ibu hamil masuk dalam Whatsapp group. Bidan desa mempunyai alarm dalam ponselnya untuk memantau ibu hamil yang akan melahirkan. Seminggu sebelum taksiran kelahirkan maka alarm di ponsel bidan desa tersebut akan berbunyi sehingga bidan desa akan memantau ibu hamil. 

Sebelum ada Inovasi Menyeting Gigi Emas, kasus Gizi Buruk di Puskesmas Padaherang ada 19 orang dan stunting ada 12 orang. Saat ini, setelah ada inovasi maka gizi buruk 0 dan stunting 2. 

Strategi berkelanjutannya ada dua, yaitu: 1) Strategi Regulasi: A. Kabupaten, SE Stunting Nomor 800/1818/Dinkes/2019, Perbup Nomor 26 Tahun 2020 Tentang Ruang Laktasi, SE Menyeting Gigi Emas Nomor 067/2898-Orang/2020; B. Puskesmas, KUANG (KAK,Undangan,Absensi, Notulen dan gambar) dan SOP 2) Strategi Sosial dengan adanya partisipasi masyarakat untuk mengumpulkan dana, mengadakan arisan jamban serta didukung oleh pemangku kepentingan baik dari desa dan kecamatan maupun kabupaten.
                    
        

Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya

  • Publikasi
  • Provinsi
  • SDG's
  • 16 Oct 2024
  • JAWA BARAT
  • Kehidupan Sehat dan Sejahtera

0

0

  • Dilihat
  • Minat
  • Kesepakatan
  • Replikasi
  • 203
  • 0
  • 0
  • 11

Wilayah Instansi & Inovasi

Pemerintah Kabupaten Pangandaran

JAWA BARAT

UPTD Puskesmas Padaherang

Hak Cipta(C)2022 - 2026 Etalase Pelayanan Publik dari Seluruh Daerah di Indonesia | Privacy Policy