Media “ULAS” (Ubin Lantai Kelas) Upaya Memotivasi Bernalar Kritis Siswa SMP Negeri 3 Jaro

Berjalan
pendidikan
Tuti Purwanti
SDG's - Pendidikan Berkualitas
Oecd -
RB Tematik -
Penghargaan - INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD 2022
Kompetisi -

Kurasi Ringkasan

                      Berdasarkan UU RI No. 20 tahun 2003 pasal 40 ayat 2, inovasi Media Ulas merupakan upaya untuk menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis dan dialogis. Pelajaran matematika sangat erat dengan penalaran (berpikir logis), yang melatih peserta didik mampu berpikir lebih kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah secara logis. Di Indonesia matematika merupakan satu pelajaran utama mulai jenjang sekolah dasar sampai dengan sekolah menengah keatas. Namun faktanya banyak pelajar tidak menyukai ataupun menganggap matematika sebagai salah satu pelajaran yang menakutkan: dan menjadi momok. Terkait dengan pentingnya Pendidikan karakter, Perilaku siswa dalam pembelajaran matematika menjadi penting, bagaimana Matematika mengajarkan pada peserta didik melatih cara berpikir dan bernalar kritis dalam menarik kesimpulan, misalnya melalui kegiatan eksperimen/percobaan. Dari bernalar kritis itu peserta didik akan mampu memecahkan masalah yang dihadapinya dalam kehidupan sehari-hari. Hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) 2018 menunjukkan kemampuan matematika, sains, dan membaca Indonesia berada pada peringkat rendah. Untuk Kemampuan Matematik, siswa Indonesia berada di peringkat 75 dari 81 negara dunia, dengan skor 379. 
 Rendahnya kemampuan matematika itu menjadi masalah di SMP Negeri 3 Jaro. Berdasarkan pengamatan selama proses belajar mengajar berlangsung didapatkan bahwa para peserta didik sangat pasif bahkan terkesan ketakutan dalam mengikuti kegiatan belajar matematika. Sebagian besar siswa memiliki karakter yang pendiam, tidak berani tampil ke depan, pemalu, tidak mau menyampaikan pendapat, dan tidak mau bertanya walaupun mereka tidak mengerti materi pelajaran yang sedang mereka ikuti. Hal ini tentu saja memberikan dampak yang kurang baik terhadap hasil belajar mereka. Hal ini terbukti pada saat diadakan evaluasi, siswa tidak mampu menyelesaikan soal, bahkan waktu yang disediakan tak cukup untuk menyelesaikan tugasnya, banyak siswa memperoleh nilai yang jelek/tidak tuntas, sehingga pembelajaran yang dilaksanakan tidak mampu mencapai tujuan yang ingin dicapai dari segi kognitifnya, keterampilannya juga sikap/perilakunya. Jelas terlihat bahwa masalah perilaku dan sikap siswa dalam mengikuti pelajaran matematika sangat berpengaruh terhadap tujuan pembelajaran matematika di sekolah. 
 Berawal dari permasalah ini, maka perlu adanya Inovasi agar dapat memotivasi siswa hingga mereka dapat berperan aktif dalam proses pembelajaran. Berkembang teori pembelajaran dari teacher centered menjadi student centered (pembelajaran berpusat pada siswa) menjadi konsep inovasi. Maka dikembangkan media ""ULAS"" diambil dari akronim ""Ubin Lantai Kelas"". Media ini menggunakan ubin lantai kelas sebagai media pembelajaran matematika. (ada disisipkan gambar). Penggunaan media ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan siswa dalam belajarnya, yang mana semua siswa bisa terlibat/mengalami secara langsung tanpa mengeluarkan biaya untuk membeli buku berpetak, karena menggunakan bahan yang ada disekitar sekolah seperti daun-daunan, ranting, batu dll. Pembelajaran dengan memanfaatkan media ULAS bisa dilaksanakan disemua kelas dan tingkatan sesuai keterkaitan materi dalam pelajaran Matematika SMP. Mekanisme kegiatan ini berupa kegiatan yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok dengan bimbingan guru. Siswa berdiskusi untuk dapat mengenali permasalahan dalam kelompoknya, kemudian mereka saling mengemukakan pendapat dilanjutkan unjuk kerja melakukan percobaan sampai didapatkan solusi dari masalahnya dengan mempresentasikan hasil kerja kelompoknya di tengah-tengah kelompok yang lain.
Sisi kebaruan dari inovasi ini adalah :
Adanya bentuk kegiatan/pelayanan yang tetap bisa meningkatkan kualitas pembelajaran; Proses tranfer knowledge selalu berjalan; Komunikasi siswa dengan guru, dan antara siswa dengan siswa terus terjalin sehingga proses penumbuhan karakter bisa dilakukan secara langsung.

Setelah diimplementasikan media ULAS nilai yang dicapai siswa dalam evaluasi menjadi meningkat, begitu juga dengan suasana belajar matematika. Proses pembelajaran menjadi lebih bermakna, ceria, berpusat pada siswa dan siswa juga terlibat secara aktif. Pembelajaran terlihat menyenangkan, tidak monoton dan tidak membosankan siswa.(lampirkan data peningkatan nilai). Begitu juga terjadi peningkatan pada Kemampuan literasi numerasi yaitu kemampuan atau kecakapan dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan menggunakan matematika dengan lebih percaya diri pada siswa.
                    
        

Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya

  • Publikasi
  • Provinsi
  • SDG's
  • 23 Sep 2024
  • KALIMANTAN SELATAN
  • Pendidikan Berkualitas

0

0

  • Dilihat
  • Minat
  • Kesepakatan
  • Replikasi
  • 90
  • 0
  • 0
  • 4

Wilayah Instansi & Inovasi

Pemerintah Kabupaten tabalong

KALIMANTAN SELATAN

Dinas Pendidikan

Hak Cipta(C)2022 - 2026 Etalase Pelayanan Publik dari Seluruh Daerah di Indonesia | Privacy Policy