GANCANG ARON Ver.1
Berjalan dengan pengembangan
kesehatan
apt.Ari Kurnianingsih,S.Si.,M.Farm.Klin.
SDG's - Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Oecd -
RB Tematik -
Penghargaan - INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD 2022
Kompetisi -
Kurasi Ringkasan
DASAR HUKUM
Amanat UU No.36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dan UU No. 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit dipertegas dengan PP No.30 Tahun 1991 Penanggulangan Wabah Penyakit Menular dan PMK No.11 Tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien. Sehingga inovasi GANCANG ARON Ver.1 dirancang dan diterapkan. Serta menjadi bagian dari Inovasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang di sahkan melalui Perbup Banyuwangi No.59 Tahun 2021 tentang Inovasi Daerah Kabupaten Banyuwangi.
PERMASALAHAN MAKRO
Waktu tunggu pelayanan obat sangat lama merupakan permasalahan yang terjadi di hampir seluruh rumah sakit dengan jumlah pasien melebihi 500 kunjungan pasien Rawat Jalan per hari.
PERMASALAHAN MIKRO
Waktu tunggu yang panjang menyebabkan pasien yang bekerja harian tidak mendapatkan nafkah karena harus libur bekerja akiat menunggu obat yang sangat lama
ISU STRATEGIS GLOBAL
1. Pelayanan Kesehatan dituntut berorientasi pada keselamatan pasien dan digitalisasi merupakan cara satu-satunya untuk merealisasikan pelayanan yang sesuaidan bahkan melebihi standard minimal.
2. Ketidak sesuaian dengan standard merupakan bukti bahwa pelayanan yang diberikan kurang berkualitas, apapun penyebabnya, dan kolaborasi merupakan salah satu cara untuk mengatasi kendala ini.
3. Masyarakat pengguna layanan akan menilai secara objektif dan memilih pemberi layanan yang benar-benar terbaik dalam perspektif customer, dengan prioritas utama yang diharapkan berupa kecepatan layanan
ISU STRATEGIS NASIONAL
1. Tuntutan kesesuaian parameter mutu layanan dengan Standard Pelayanan Minimal
2. Diwajibkannya pelaksanaan berbagai pedoman teknis untuk peningkatan patient safety
ISU STRATEGIS LOKAL
Waktu tunggu pelayanan obat tidak boleh melebihi 30 menit untuk obat jadi dan tidak boleh melebihi 60 menit untuk obat racikan, waktu tunggu obat merupakan janji layanan yang wajib dipenuhi. Namun 27,5% tenaga kefarmasian resign karena diterima CPNS, diperlukan solusi strategis agar waktu tunggu obat tetap terpenuhi sesuai standard
METODE PEMBAHARUAN
GANCANG-ARON-Ver.1 merupakan hasil Continuous Improvement dari Inovasi Original GANCANG ARON yang dimulai pada Desember 2017. Merupakan sistem kolaborasi penghantaran obat dengan GO-JEK (GANCANG-ARON) dan telah melayani 13.102 penghantaran obat melibatkan 234 mitra dengan nilai transaksi Rp.187.866.500,00(Per 1/5/2021). Sementara program GANCANG- ARON Home-Pharmacy-Care Apoteker, menjadi nilai plus asuhan kefarmasian terutama dalam eradikasi Tuberculosis.
Pembaruan pada GANCANG ARON Ver1, meliputi;
1. Digitalisasi pengelolaan instalasi farmasi sejak proses pengadaan, hingga pengelolaan SDM dan Pelayanan
2. Otomatisasi penghantaran obat bagi pasien yang tidak mampu
SEBELUM PEMBAHARUAN
1. Pasien sempat menunggu obat dengan waktu melebihi standard dengan alasan banyaknya petugas yang resign
2. Proses Pelaporan yang sangat banyak jenisnya dikerjakan secara manual sehingga sangat menyita waktu dan tenaga
3. Pelayanan obat dilakukan sepenuhnya setelah resep datang
4. Edukasi dilakukan oleh Apoteker dengan tatap muka secara langsung dan juga Home Pharmacy Care
SESUDAH PEMBAHARUAN
1. Waktu tunggu pelayanan obat kembali memenuhi standard
2. Digitalisasi pengelolaan Instalasi Farmasi sejak proses pengadaan, administrasi, pelaporan, labelling, dan pelayanan farmasi klinis, seperti penelusuran riwayat penggunaan obat dan pemantauan efek samping obat
3. Proses Pelaporan dan administratif dikerjakan dengan sistem informasi yang terintegrasi
4. Pelayanan obat dilakukan sebelum resep datang menggunakan data prediktif kunjungan sesuai periode waktu yang sama pada bulan sebelumnya
KEUNGGULAN/KEBARUAN
Penerapan digitalisasi pada seluruh proses layanan meningkatkan efisiensi, dan optimalisasi kinerja, dengan jumlah tenaga yang berkurang 27,5% namun dapat menyelesaikan beban kerja 100%
CARA KERJA INOVASI
1. Dilaksanakannya GANCANG ARON COVID-19, yaitu layanan pemberian obat langsung ke rumah pasien tanpa pasien perlu datang ke rumahsakit
2. Edukasi obat dilakukan melalui aplikasi apoteker isun dan telekonsultasi dengan apoteker melalui aplikasi E-NGET
3. Pengadaan dan pengelolaan perbekalan farmasi dilakukan melalui SAOS (Semi Automatic Order System, suatu sistem untuk mempermudah proses perencanaan kebutuhan obat)
4. Pengaturan kinerja internal dimaksimalkan memalui Pharmily Movement, yaitu sistem penataan SDM dengan pendekatan kekeluargaan dan kinerja bertarget
Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya
- 25 Sep 2024
- JAWA TIMUR
- Kehidupan Sehat dan Sejahtera
- Dilihat
- Minat
- Kesepakatan
- Replikasi
Wilayah Instansi & Inovasi
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi
JAWA TIMUR
Dinas Kesehatan - RSUD Blambangan