MINAK JINGGHO (Mengurangi Infeksi Nosokomial Aktualisasikan Kebersihan Jadikan Inspirasi dan Niat Gerakan Giat Hygine Optimal)

Berjalan
kesehatan
Muhammad Hudori, S.Kep.Ns
SDG's - Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Oecd -
RB Tematik -
Penghargaan - INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD 2022
Kompetisi -

Kurasi Ringkasan

                      DASAR HUKUM
Amanat UU No.36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dan UU No. 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit dipertegas dengan UU no.38 2014 Tentang Keperawatan dan PMK No.11 Tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien. Sehingga inovasi MINAK JINGGHO (Mengurangi Infeksi Nosokomial Aktualisasikan Kebersihan Jadikan Inspirasi dan Niat Gerakan Giat Hygine Optimal) dirancang dan diterapkan. Serta menjadi bagian dari Inovasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang di sahkan melalui Perbup Banyuwangi No.59 Tahun 2021 tentang Inovasi Daerah Kabupaten Banyuwangi.

PERMASALAHAN MAKRO
Pasien Intensif Care Unit umumnya tidak sadar dan mendapatkan berbagai alat bantuan hidup, serta tidak boleh ditunggu oleh keluarga pasien di dalam ruang perawatan karena dapat menambah resiko infeksi bagi pasien
PERMASALAHAN MIKRO
Belum semua perawat memahami tentang total care secara baik dan keluarga pasien ingin bisa memonitor perkembangan keluarganya setiap waktu

ISU STRATEGIS GLOBAL
Infeksinosokomial bisa terjadi diseluruh tempat perawatan terkait layanan kesehatan khususnya rumah sakit. Menurut Jones, (Chest, 2001; 119, 397S-404S), 20%-25% infeksi nosokomial terjadi di ICU pengukuran didasari pada diagnosis multiple, multi-organ failure, immunocompromised, septic, trauma, total care, malnutri, kesadaran menurun, penggunaan antibiotika yang tinggi, peralatan invasive dan hygiene.
ISU STRATEGIS NASIONAL
Angka kejadian Infeksi nosokomial di Rumah Sakit di Indonesia mencapai 15,74%, atau 4 kali lipat kejadian Infeksi di Negara Maju. Sementara pembiayaan akibat Infeksi Nosokomial di negara Maju mencapai Rp. 350 Triliun.Ketika Indonesia memiliki prevalensi lebih tinggi namun anggaran yang dikeluarkan lebih rendah maka dampak bagi pasien lebih banyak didapatkan berupa mengalami Dissatisfaction, Discomfort, Desease, Disability dan Death (5D). 
ISU STRATEGIS LOKAL
Kerugian rumah sakit terkait Infeksi Nosokomial juga berupa biaya rumah sakit yang meningkat dan kredibilitas yang menurun terkait pelayanan serta hari perawatan lebih lama, tingginya angka Growth Death Rate dan Nett Death Rate serta trauma yang didapatkan keluarga pasien untuk kembali datang ke Rumah Sakit.
METODE PEMBAHARUAN
Optimalisasi penatalaksanaan Hygiens pasien ICU dengan MINAK (Personal Bed Bathing) Controll Risk and Assasment dan JINGGHO (Environmental Hygiens) Controll Risk and Assasment
SEBELUM PEMBAHARUAN
Proses yang pernah dilakukan adalah mengingatkan secara verbal terkait Hygiene khususnya Bed-Bathing, setiap pada petugas yang mengirimkan pasiennya ke ICU. Melakukan koordinasi dengan HK terkait environmental hygiene. Perbaikan belum berhasil dikarenakan banyak factor terkait Hygiene personal yaitu kebijakan Bed-Bathing yang kurang sosialisasi maupun supervisi, kurangnya peralatan, perlengkapan, pengetahuan kolonisasi pada kulit, beban kerja dan masalah pasien sendiri adalah ketidak nyamanan saat dilakukan bed-bathingdan hygiene personal. Kekurangan jumlah HK serta minimnya pengetahuan tentang Environmental Hygiene belum berhasil dikarenakan proses yang harus ditempuh merupakan proses merubah Habit
SESUDAH PEMBAHARUAN
Setiap Pasien ICU mendapatkan fasilitas Bed Bathing oleh Perawat sekaligus memastikan seluruh alat kesehatan dan alat medis yang terpakai dalam keadaan optimal tidak terkontaminasi oleh virus, jamur maupun bakteri.
Setiap penggunaan antibiotik dikendalikan waktu penggunaan dan jenisnya untuk mencegah terjadinya resistensi antibiotik.
Program pengendalian lingkungan dapat melakukan penghematan 20%-70% biaya rumah sakit dari penurunan hari rawat dan kecepatan pemulihan pasien dari penyakit yang diderita

KEUNGGULAN/KEBARUAN
MINAK JINGGHO menerapkan cara sederhana namun berdampak besar dalam pengendalian Hospital Acquired Infections (HAIs/Infeksi Nosokomial) dengan penerapan Bed Bathing dan Environmental Hygiens yang merupakan inti proses penyebab infeksi nooskomial dan deteksi dini tanda infeksi.

CARA KERJA INOVASI  
Menetapkan SPO waktu Bed Bathing dan Environmental Hygiens pada seluruh shift ICU
Menerapkan panduan penggunaan Antibiotik yang aman pada setiap proses peresepan di ICU
Menerapkan evaluasi kontrol pelaksanaan Bed Bathing dan Environmental Hygiens untuk memastikan tidak ada gejala infeksi yang terlewat dari pemantauan
Mererapkan kontrol checklist tatalaksana antimikroba telah dilaksanakan sesuai panduan, baik waktu maupun jenis dan dosis anti biotik yang digunakan oleh pasien.
Menjadikan waktu bed-bathing dan Environmental Hygiene sebagai habit kegiatan sehari-hari perawat ICU.
                    
        

Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya

  • Publikasi
  • Provinsi
  • SDG's
  • 25 Sep 2024
  • JAWA TIMUR
  • Kehidupan Sehat dan Sejahtera

0

0

  • Dilihat
  • Minat
  • Kesepakatan
  • Replikasi
  • 86
  • 0
  • 0
  • 3

Wilayah Instansi & Inovasi

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi

JAWA TIMUR

Dinas Kesehatan - RSUD Blambangan

Hak Cipta(C)2022 - 2026 Etalase Pelayanan Publik dari Seluruh Daerah di Indonesia | Privacy Policy