EMPLOK (Energi Manusia Positif meLalui metOde Kanguru)
Berjalan
kesehatan
Marini, S.Kep.Ns
SDG's - Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Oecd -
RB Tematik -
Penghargaan - INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD 2022
Kompetisi -
Kurasi Ringkasan
DASAR HUKUM
Amanat UU No.36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dan UU No. 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit dipertegas UU no.38 2014 Tentang Keperawatan. Sehingga inovasi EMPLOK (Energi Manusia Positif meLalui metOde Kanguru) dirancang dan diterapkan. Serta menjadi bagian dari Inovasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang di sahkan melalui Perbup Banyuwangi No.59 Tahun 2021 tentang Inovasi Daerah Kabupaten Banyuwangi.
PERMASALAHAN MAKRO
Angka kematian bayi (AKB) dan angka stunting merupakan indikator penting kesehatan masyarakat dan pembangunan nasional. Indonesia menargetkan penurunan stunting dari 24,4% menjadi 14% di tahun 2024
PERMASALAHAN MIKRO
Banyuwangi memiliki target penurunan AKB dari tahun ke tahun. Dan pada tahun 2019 penderita stunting berjumlah 7.527 anak. Meningkat 400 kasus, yaitu 7.909 anak di tahun 2021 dan meningkat lagi sebesar 8,2 persen dari total jumlah anak keseluruhan di Banyuwangi menderita stunting di tahun 2022.
ISU STRATEGIS GLOBAL
WHO mentargetkan penurunan hingga 40% dari jumlah anak berusia di bawah 5 tahun yang mengalam)i Stunting dan menurunkan insiden BBLR (Bayi Berat Lahir Rendah) sebesar 30%
ISU STRATEGIS NASIONAL
AKB pada 2020 mencapai 21 kematian per 100 ribu kelahiran, sedangkan target SDGs pada 2030 sebesar 12 kematian bayi per 100 ribu kelahiran. Diperlukan upaya keras dari seluruh sektor untuk mewujudkan hal ini.
ISU STRATEGIS LOKAL
Banyuwangi memerlukan upaya percepatan untuk penurunan AKB dan stunting tapi justru terkendala oleh impact pandemi covid sehingga jumlah bayi BBLR yang beresiko tinggi justru meningkat
METODE PEMBAHARUAN
Mengedukasi orang tua pasien Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) untuk menerapkan metode Kanguru sebagai upaya untuk mengurangi angka kematian dan masuk ulang ke Rumah Sakit akibat Infeksi, hiperbilirubinemia atau kondisi lain. Dan memberikan perangkat aplikasi untuk monitoring tumbuh kembang bayi BBLR serta layanan konsultasi sehingga Bayi BBLR yang beresiko tinggi untuk mengalami stunting dapat tercegah dari stunting.
SEBELUM PEMBAHARUAN
Orang tua bayi BBLR/Prematur mendapatkan penjelasan tentang pentingnya ASI dan nutrisi yang diperlukan oleh Ibu Menyusui untuk tumbuh kembang bayi BBLR
SESUDAH PEMBAHARUAN
Edukasi dan pelatihan mengenai pentingnya kelekatan orang tua dengan bayi BBLR/Prematur melalui metode Kanguru.
Orang tua dapat melakukan monitoring atas tumbuh kembang bayinya setiap minggu secara online melalui aplikasi online yang bisa diakses melalui aplikasi E-NGET
Setiap ada kondisi yang kurang optimal atau trend penurunan, orangtua dapat menghubungi petugas Inovasi EMPLOK dan mendapatkan saran untuk optimalisasi tumbuh kembangnya
Admin Inovasi E-NGET melakukan evaluasi untuk tumbuh kembang pasien BBLR setiap sebulan sekali
Tim Inovasi Emplok dan pengelola prognas stunting mengadakan pertemuan 3 bulanan untuk optimalisasi pencegahan Stunting pada pasien post BBLR
Tim Emplok berkoordinasi dengan dinas Kesehatan dan Dinas Sosial jika terdapat Keluarga pasien yang mengalami kesulitan pemenuhan gizi untuk mencegah Stunting
Dilakukan evaluasi dan analisa atas pelaksanaan program setiap 3 bulan sekali
KEUNGGULAN/KEBARUAN
Masyarakat difahamkan tentang Metode Kanguru dan pentingnya kasih sayang ayah Ibu untuk dapat dirasakan bayi secara langsung agar bayi BBLR tumbuh optimal
Dilakukan monitoring Tumbuh Kembang terhadap pasien BBLR sampai berusia 36 bulan
Disiapkan Aplikasi yang dapat diisi oleh keluarga pasien setiap minggunya untuk melihat kurva perkembangan bayi, sekaligus mendapatkan konsultasi dari tim Inovasi EMPLOK RSUD Blambangan bila ada kondisi yang tidak sesuai
Dilakukan pertemuan dan pemberian edukasi untuk meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian orang tua bayi BBLR atas tumbuh kembangnya
Diberikan bantuan dengan koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial untuk keluarga bayi BBLR yang mendapatkan kendala untuk akses nutrisi yang cukup bagi tumbuh kembang bayi BBLR
CARA KERJA INOVASI
Untuk keluarga dari seluruh bayi BBLR di RSUD Blambangan yang dirawat di ruang Sekardalu mendapatkan edukasi dan pelatihan mengenai pentingnya kelekatan orang tua dengan bayi BBLR/Prematur melalui metode Kanguru.
Petugas ruang Sekardalu mengajari orang tua bayi BBLR menggunakan aplikasi E-NGET untuk program EMPLOK dalam memonitor tumbuh kembang bayinya setiap minggu secara online.
Orangtua bayi BBLR diajarkan untuk melaporkan kepada Tim EMPLOK, setiap ada kondisi yang kurang optimal atau trend penurunan kondisi tumbuh kembang bayi.
Orangtua bayi dapat menghubungi petugas Inovasi EMPLOK dan mendapatkan saran untuk optimalisasi tumbuh kembangnya
Admin Inovasi E-NGET melakukan evaluasi untuk tumbuh kembang pasien BBLR setiap sebulan sekali
Tim Inovasi Emplok dan pengelola prognas stunting mengadakan pertemuan 3 bulanan untuk optimalisasi pencegahan Stunting pada pasien post BBLR
Tim Emplok berkoordinasi dengan dinas Kesehatan dan Dinas Sosial jika terdapat Keluarga pasien yang mengalami kesulitan pemenuhan gizi untuk mencegah Stunting
Dilakukan evaluasi dan analisa atas pelaksanaan program setiap 3 bulan sekali
Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya
- 25 Sep 2024
- JAWA TIMUR
- Kehidupan Sehat dan Sejahtera
- Dilihat
- Minat
- Kesepakatan
- Replikasi
Wilayah Instansi & Inovasi
Pemerintah Kabupaten banyuwangi
JAWA TIMUR
Dinas Kesehatan - RSUD Blambangan