Cegah Stunting Bersama Dokter Keluarga

Berjalan
stunting, gizi buruk, kesehatan, angka kemiskinan
Aniesaputri Junita, SKM, MPH Cs
SDG's - Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Oecd -
RB Tematik - Penyelesaian Kemiskinan
RB Tematik - Prioritas Presiden
Penghargaan - Top 99/2019
Kompetisi -

Kurasi Ringkasan

                      Geografis Provinsi Kepulauan Riau hanya 4% berupa daratan (96% lautan), memiliki karakteristik berbeda baik dalam penyelenggaraan maupun pemanfaataan pelayanan kesehatan. Upaya menurunkan prevalensi stunting merupakan bentuk tindak lanjut dari program Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu kehidupan sehat dan sejahtera bagi semua. Pada tahun 2016, Presiden Joko Widodo meminta agar penurunan angka stunting terus ditekan. Beliau berpesan “Masalah stunting dan gizi buruk tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik, tapi juga mempengaruhi pertumbuhan otak, produktifitas dan kreatifitas di usia produktif. Oleh karena itu petugas kesehatan harus aktif mendatangi masyarakat”. 
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau telah menyadari betul bahwa persoalan stunting akan mengancam derajat kesehatan masyarakat, oleh karena itu jauh sebelum kejadian kasus stunting mem-booming, pada tahun 2011 Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau telah mengambil langkah berupa MOU antara Gubernur dengan Bupati/Walikota se- Provinsi Kepulauan Riau dalam rangka penurunan angka kemiskinan, termasuk stunting dan gizi buruk dengan intervensi pendekatan Dokter Keluarga. Hingga saat ini secara kumulatif jumlah Dokter Keluarga yang telah bertugas sebanyak 339 orang. Mereka menyelenggarakan pelayanan secara profesional mengutamakan kunjungan rumah dengan indikator sasaran proritas : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pengendalian penyakit menular dan tidak menular, serta menurunkan prevalensi stunting dan gizi buruk. 
Program Dokter Keluarga sampai saat ini masih berlanjut meskipun telah berganti nomenklatur menjadi dokter PTT sejak tahun 2016, sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan pada tahun 2014 meluncurkan Program Nusantara Sehat dan tahun 2016 Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) yang bertujuan memperkuat SDM tenaga kesehatan di tengah masyarakat dengan pendekatan keluarga sehingga program dokter keluarga terjamin sustainability nya. 
Inovasi Dokter Keluarga telah menuai hasil yang menggembirakan dimana angka prevalensi stunting dan gizi buruk di Kepulauan Riau turun secara signifikan. Berdasarkan Riskesdas 2018 : Prevalensi kekurangan gizi nomor 1 terendah (Kepri 13%, Nasional 17,7%) dan Prevalensi Stunting nomor 4 (Kepri 23,5%, Nasional 30,8%). Manfaat penting lain, hadirnya pendekatan Dokter Keluarga dari perspektif cost benefit dan cost effective program ini telah membantu meringankan beban masyarakat dari mahalnya biaya transportasi laut dan mengurangi risiko kegawatdaruratan penyakit bagi masyarakat di daerah terpencil dengan tantangan seperti: kondisi cuaca, tingginya gelombang laut serta risiko kecelakaan laut yang dapat membahayakan jiwa.
                    
        

Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya

  • Publikasi
  • Provinsi
  • SDG's
  • 16 Oct 2024
  • KEPULAUAN RIAU
  • Kehidupan Sehat dan Sejahtera

0

0

  • Dilihat
  • Minat
  • Kesepakatan
  • Replikasi
  • 136
  • 0
  • 0
  • 7

Wilayah Instansi & Inovasi

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau

KEPULAUAN RIAU

Dinas Kesehatan - RSUD Blambangan

Hak Cipta(C)2022 - 2026 Etalase Pelayanan Publik dari Seluruh Daerah di Indonesia | Privacy Policy