TOMBO WARAS “Teman kOMunikatif minum oBat Oral With Audio attRaction and Attension System”

Berjalan
kesehatan
apt.Ari Kurnianingsih,S.Si.,M.Farm.Klin.
SDG's - Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Oecd -
RB Tematik - Peningkatan Investasi , Digitalisasi
Penghargaan - INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD 2022
Kompetisi -

Kurasi Ringkasan

                      DASAR HUKUM
Amanat UU No.36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dan UU No. 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit dipertegas PMK 11 2017 tentang Keselamatan Pasien, PMK 72 2016 Tentang Standard Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit dan PMK No.82 tahun 2013 tentang SIMRS. Sehingga inovasi TOMBO WARAS (Teman kOMunikatif minum oBat Oral With Audio attRaction and Attension System) dirancang dan diterapkan. Serta menjadi bagian dari Inovasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang di sahkan melalui Perbup Banyuwangi No.59 Tahun 2021 tentang Inovasi Daerah Kabupaten Banyuwangi.
PERMASALAHAN MAKRO
Kajian Dunia untuk resiko terjadinya Medication Error adalah 7,5% dari total pengobatan yang diberikan
PERMASALAHAN MIKRO
Kajian ilmiah mengenai jumlah insiden kesalahan penggunaan obat, baik jadwalnya, cara minum obatnya maupun dosisnya di salah satu kota di Indonesia mencapai 24,8%
ISU STRATEGIS GLOBAL
Highlight WHO :
Insiden efek samping pengobatan kemungkinan merupakan salah satu dari 10 penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia.
Di negara berpenghasilan tinggi, diperkirakan satu dari setiap 10 pasien cedera saat menerima pengobatan di rumah sakit
50% dari kerugian akibat efek samping obat, 50%nya dapat dicegah
Setiap tahun, terdapat 134 juta kejadian tidak dikehendaki terjadi di rumah sakit di negara berpenghasilan rendah dan menengah (LMICs), karena pengobatan yang tidak aman, yang mengakibatkan 2,6 juta kematian. Secara global sebanyak 4 dari 10 pasien dirugikan dalam pelayanan kesehatan primer dan rawat jalan. Hingga 80% dari bahaya dapat dicegah. Kesalahan yang paling merugikan berkaitan dengan diagnosis, peresepan dan penggunaan obat.
Di negara-negara ekonomi lemah, 15% dari total aktivitas dan pengeluaran rumah sakit merupakan akibat langsung dari efek samping
Investasi dalam mengurangi cedera pasien dapat menghasilkan penghematan finansial yang signifikan
ISU STRATEGIS NASIONAL
Rendahnya kepatuhan petugas, sarana dan prasarana yang tidak mendukung, serta komitmen manajemen yang rendah merupakan beberapa faktor yang belum optimalnya implementasi tujuan keselamatan pasien di rumah sakit terkait penggunaan obat. Oleh karena itu, perlu Peningkatan bantuan teknis, pengawasan, dan dukungan sarana dan prasarana yang memadai.
ISU STRATEGIS LOKAL
Petugas farmasi menemukan, 39% obat minum pasien terlewat dan tidak tepat waktu diminum oleh pasien di ruang perawatan
Berdasarkan hasil analisis, penyebab pasien tidak minum obat dengan patuh adalah tidak ada yang mengingatkan, terutama karena pasien tidak bisa minum obat sendiri.
Jumlah perawat shift siang dan malam hanya 4 orang mengampu 32 pasien dan melaksanakan berbagai asuhan keperawatan dan pemberian obat sehingga ada diantara obat minum pasien yang terlewat dari monitoring petugas
Diperlukan sistem dengan pemanfaatan Teknologi Digital untuk memastikan keamanan penggunaan obat bagi seluruh pasien
METODE PEMBAHARUAN
Menerapkan Alarm pemberitahuan waktu minum obat, monitoring efek samping obat oleh Apoteker dan pengecekan sisa obat dengan konfirmasi penyebabnya dalam diskusi tim perawatan pasien.
SEBELUM PEMBAHARUAN
Obat minum diberikan kepada keluarga pasien, disertai dengan edukasi tentang waktu dan cara penggunaan obat
Sisa obat dicek oleh Tim Farmasi
Petugas Farmasi menyesuaikan jumlah obat yang akan diberikan kepada pasien dengan mempertimbangkan sisa obat yang ada
Pasien tidak mendapatkan perhatian kenapa obat oral-nya tidak diminum, apakah ada kendala dan bagaimana membantu pasien agar lebih aman dalam penggunaan obatnya
Pasien telah mendapatkan resep obat namun tidak terpantau apakah obatnya benar-benar diminum atau tidak
Tidak digunakannya obat secara tepat dirumah sakit merupakan jenis medication error yang dapat menyebabkan kondisi serius dan berbahaya bagi pasien
SESUDAH PEMBAHARUAN
Obat minum diberikan kepada pasien dan saat waktunya meminum obat diputarkan alarm untuk minum obat
Sisa obat dicek oleh Tim Farmasi, dan ditanyakan kepada pasien atau keluarga atau kepada perawat yang bertugas jika ada sisa obat yang masih didapatkan di tempat obat pasien.
Apoteker mengunjungi pasien yang tidak meminum obat dan memberikan konseling agar pasien patuh meminum obatnya.
Instalasi Farmasi melaporkan kepada Direktur tentang ruangan dengan ketepatan penggunaan obat terbaik dan memotivasi agar penggunaan obat diseluruh ruangan dapat dilakukan secara maksimal.
Pasien dimonitor secara intensif terkait efektifitas penggunaan obat dan perkembangan terapinya oleh Apoteker
KEUNGGULAN/KEBARUAN
Belum ada rumah sakit yang menerapkan pengingat minum obat melalui siaran tersentral dari rumah sakit sekaligus mendoakan pasien agar cepat sembuh
Pasien menjadi terbiasa untuk minum obat dengan interval waktu yang tepat, karena audio akan diputar pada pukul 06.00, 12.00 dan 18.00 dengan interval waktu 6 jam sesuai dengan waktu makan pasien dan bioavailabilitas obat dalam tubuh, terutama penggunaan antibiotika oral
Menurunkan biaya pengobatan, dengan meminum obat secara teratur sesuai interval, akan dapat mencegah progres penyakit yang dapat dihindari, seperti serangan stroke atau kardiovaskular.
Kepatuhan dalam meminum obat dapat mencegah terjadinya resistensi antibiotik, terutama untuk penyakit seperti tuberculosis dalam mencegah pengobatan dengan regimen yang lebih lama.
Pasien mendapatkan perhatian, monitoring dan bantuan untuk mengatasi kendala yang dihadapi terkait obat yang digunakannya
Upaya untuk meningkatkan keselamatan pasien berlangsung dengan lebih fokus4. Dapat meningkatkan pemahaman pasien tentang pengobatan untuk penyakitnya dan lebih bersemangat untuk sembuh
CARA KERJA INOVASI
Analisis dan menyimpulkan permasalahan dengan membuat RCA (Root Cause Analysus atau WHY WHY Analysis) dan menginisiasi program TOMBO WARAS berupa audio untuk meningatkan pasien saat waktu minum obat selama 3 kali sehari.
Menyusun draft audio dan membuat rekaman TOMBO WARAS yang akan disiarkan melalui audio tersentral rumah sakit secara automatis yang dilakukan pada minggu ketiga agustus
Koordinasi dengan pihak IT RSUD Blambangan dan melakukan perekaman suara
Mengimplementasikan pemutaran audio tersentral dari rumah sakit.
Evaluasi penerapan TOMBO WARAS dalam bentuk persentase pasien yang tidak patuh minum obat, dibandingkan antara sebelum dan sesudah penerapan.
TATALAKSANA INOVASI TOMBO WARAS
Dilakukan setting audio alarm minum obat pada jam 06.00, 12.00 dan 18.00 di bagian IT sentral, dihubungkan dengan pengeras suara ruang perawatan RSUD Blambangan
Obat Oral di antarkan ke pasien setiap hari dengan edukasi dan penandaan jam waktu minum obat bagi setiap pasiennya.
Pasien meminum obat sesuai alarm minum Obat
Sisa Obat dievaluasi dan pasien mendapat konseling untuk membantu kesulitan yang dihadapi terkait obat
Apoteker memonitor perkembangan klinis pasien dan berkolaborasi dengan Dokter, Perawat, dan Gizi
                    
        

Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya

  • Publikasi
  • Provinsi
  • SDG's
  • 26 Sep 2024
  • JAWA TIMUR
  • Kehidupan Sehat dan Sejahtera

0

0

  • Dilihat
  • Minat
  • Kesepakatan
  • Replikasi
  • 79
  • 0
  • 0
  • 3

Wilayah Instansi & Inovasi

Pemerintah Kabupaten banyuwangi

JAWA TIMUR

Dinas Kesehatan - RSUD Blambangan

Hak Cipta(C)2022 - 2026 Etalase Pelayanan Publik dari Seluruh Daerah di Indonesia | Privacy Policy