Gerakan Revitalisasi UKS “Mari Tumbuhkan Budaya Sehat Setiap Hari” (GRAVITASI MATAHARI)
Berjalan
pendidikan, UKS, kesehatan siswa
Suratno cs
SDG's - Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Oecd -
RB Tematik -
Penghargaan - INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD 2022
Kompetisi -
Kurasi Ringkasan
DASAR HUKUM
Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentangSistem pendidikan Nasional
Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
Peraturan Pemerintah No 48 Tahun 20028 tentang Pendanaan Pendidikan
PERMASALAHAN
Untuk meningkatkan kondisi kesehatan di lingkungan sekolah diharapkan pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) dilakukan intensif dan berkualitas serta mampu menjangkau seluruh peserta didik di Indonesia. Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikbud tahun 2016 menunjukan tingginya jumlah peserta didik di Indonesia yang mencapai 44.308.247 pada jenjang SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA. Dengan tingginya jumlah peserta didik ini maka usaha kesehatan dapat menjadi efektif ketika diterapkan ditingkat pendidikan dasar maupun menengah.
Berangkat dari latar belakang masalah tersebut lahirlah inovasi GRAVITASI MATAHARI (Gerakan Revitalisasi UKS Mari Tumbuhkan Budaya Sehat Setiap Hari) merupakan inovasi UKS di SMP Negeri 3 Banyuwangi sebagai wujud realisasi kelanjutan Program Tim Pelaksana UKS 2021/2022 setelah memperoleh predikat juara 2 tingkat SMP/MTs dalam Lomba Model Sekolah Sehat tingkat kabupaten Banyuwangi pada 9 Desember 2021 dan menjawab program Banyuwangi Rebound yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi di awal tahun 2022.
Inovasi ini merupakan bentuk transformasi UKS di SMPN 3 Banyuwangi dalam bentuk aksi nyata KKR (Kader Kesehatan Remaja) dalam mengajak semua elemen sekolah dalam mewujudkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sesuai dengan TRIAS UKS, yaitu: Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan dan Pembinaan Lingkungan Hidup Sehat. Diharapkan inovasi ini dapat menggerakkan seluruh elemen yang ada di sekolah untuk turut andil dan berkontribusi dalam melakukan transformasi UKS sehingga dapat memberikan fungsi yang lebih optimal dalam hal pelayanan dan edukasi kesehatan di lingkungan sekolah.
ISU STRATEGIS
Data Riskesdas 2013 menunjukkan anak usia SD, SMP dan SMA pada laki-laki dan perempuan menunjukan kurang makan sayur dan buah serta mengonsumsi makanan yang tidak sehat seperti makanan yang berpenyedap, junkfood atau serba instan. Hal ini menyebabkan pada usia anak-anak dan remaja telah terdampak penyakit hipertensi, Diabetes Melitus (DM) dan Penyakit Tidak Menular (PTM) lainnya. Data Global School Health Survey (GSHS) 2015 menunjukan bahwa anak usia sekolah 22,2 % pernah merokok, 11,6 % saat ini masih merokok, 4,4% pernah mengonsumsi alkohol. Hal tersebut menunjukan adanya tantangan kesehatan yaitu meningkatnya kesenjangan dalam penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
METODE PEMBAHARUAN
Kondisi sebelum inovasi : pelayanan di UKS yang kurang baik, kurangnya tanggungjawab siswa terhadap kondisi Kesehatan diri masing-masing karena kurangnya pengetahuan tentang Kesehatan
Kondisi setelah inovasi : Dengan adanya inovasi fungsi UKS lebih optimal dengan adanya budaya hidup sehat yang disosialisasikan oleh kader Kesehatan remaja yang dibentuk
KEUNGGULAN/KEBAHARUAN
Melalui Gerakan reviltalisasi UKS dengan membentuk kader Kesehatan remaja untuk mendorong budaya hidup sehat di lingkungan sekolah
CARA KERJA INOVASI
Tim Inovasi mensosialisasikan inovasi yang sudah terbentuk kepada guru dan siswa
Guru kelas membentuk kordinator per kelas
Koordinator perkelas mendata dan menjadwal untuk melaksanakan Program Gravitasi Matahari
Aksi gerakan Testimoni Teman Sebaya dengan berkonsultasi Kesehatan dan budaya hidup sehat dengan teman sebaya
Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya
- 20 Sep 2024
- JAWA TIMUR
- Kehidupan Sehat dan Sejahtera
- Dilihat
- Minat
- Kesepakatan
- Replikasi
Wilayah Instansi & Inovasi
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi
JAWA TIMUR
Dinas Pendidikan