APLIKASI CURHAT PERMASALAHAN SISWA (KISAH SISWA)

Berjalan
pendidikan
Suratno cs
SDG's - Pendidikan Berkualitas
Oecd -
RB Tematik - Digitalisasi
Penghargaan - INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD 2022
Kompetisi -

Kurasi Ringkasan

                      DASAR HUKUM
 Undang-undang No. 20 Tahun 2003 mengatur mengenai dasar, fungsi, dan tujuan sistem pendidikan nasional; prinsip penyelenggaraan pendidikan; hak dan kewajiban warga negara, orang tua, masyarakat, dan pemerintah; peserta didik; jalur, jenjang, dan jenis pendidikan; bahasa pengantar; dan wajib belajar.
PP No 57 Tahun 2021 mengatur mengenai lingkup standar nasional pendidikan; pengembangan, pemantauan, dan pelaporan standar nasional pendidikan; kurikulum; evaluasi hasil belajar peserta didik dan evaluasi sistem pendidikan; akreditasi; dan sertifikasi.
PERMASALAHAN
Hal penting yang menjadi dasar dalam pencegahan perundungan adalah pemahaman terkait perundungan itu sendiri. Terutama efek perundungan yang bisa menimbulkan trauma hingga dewasa. Satuan pendidikan harus bisa memberikan pemahaman mengenai perundungan kepada seluruh warga sekolah, baik guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik. Pemahaman terkait perundungan dapat dimulai dari hal-hal kecil seperti amanat pembina saat upacara, edukasi perundungan oleh guru di dalam kelas, ataupun membuat poster-poster terkait perundungan yang dipajang di lingkungan sekolah.
Berlatar belakang masalah tersebut, diperlukan adanya upaya penanganan yang serius khususnya dari pihak sekolah yang menjadi lingkup utama terjadinya kasus perundungan/bullying ini. SMPN 3 Singojuruh Kabupaten Banyuwangi contohnya, melakukan sebuah inovasi dengan nama APLIKASI CURHAT PERMASALAHAN SISWA (KISAH SISWA). Berbekal pemanfaatan teknologi informasi di aplikasi mobilephone/gadget, yang berisi fitur pengaduan, pelaporan, curhat/sharing, baik dari siswa, orang tua hingga guru secara privat tanpa diketahui pihak lain. Sehingga pelapor akan terjamin keamanannya dari kemungkinan adanya ancaman maupun tekanan dari pihak lain. Aplikasi ini kemudian dapat mempercepat respon dari pihak sekolah untuk menindaklanjuti kasus pelaporan/pengaduan dan sebagainya yang terlaporkan di dalam aplikasi KISAH SISWA. Inovasi ini diharapkan dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kasus bullying di SMPN 3 Singojuruh dan dapat mendorong siswa untuk meningkatkan prestasi akademisnya.
ISU STRATEGIS
Beberapa tahun terakhir, sepertinya istilah bullying ramai digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan istilah bullying atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan perundungan ini tidak hanya dijumpai pada kalangan anak muda, tetapi juga hingga mereka yang telah dewasa. Kejadian perundungan yang terjadi di tengah masyarakat memiliki beragam intensitas dari kecil hingga besar. Sebuah riset pada 2016 lalu menyebut, lebih dari sepertiga pelaku bullying tidak banyak berinteraksi dengan orangtua atau wali mereka. Sejumlah responden pelaku bullying juga menyebut, mereka melihat pertengkaran di rumah setiap hari. Selain itu, riset yang diselenggarakan Ditch the Label pada 8.850 responden berusia 12 hingga 20 tahun mengungkapkan, sebanyak 14 persen pelaku bullying sudah pernah menjadi korban. Hasil studi juga menunjukkan, orang yang pernah diintimidasi dua kali lebih berpeluang menjadi pelaku bullying ketimbang orang yang tidak pernah diintimidasi.
Perundungan dapat menimbulkan dampak luas dan jangka panjang bagi korban. Melansir Verywell Health, dampak secara langsung bagi korban perundungan adalah rendahnya rasa percaya diri. Orang yang terus-menerus diejek gemuk, hitam, atau bodoh, perlahan-lahan percaya ejekan tersebut benar. Korban yang sering di-bully umumnya juga merasa marah, sedih, tidak berdaya, frustasi, kesepian, dan terisolasi dari lingkungannya. Jika dibiarkan terus-menerus, korban perundungan bisa merasa depresi, bahkan bisa berpikir untuk bunuh diri. Saat anak-anak korban perundungan terus di-bully dalam proses tumbuh dewasa, korban dapat mengembangkan interaksi sosial. Korban perundungan juga bisa sulit percaya pada orang lain, merasakan bullying adalah hal yang lumrah, sampai berakhir justru menyalahkan diri sendiri.
Tindakan bullying paling besar kemungkinan terjadi salah satunya dilingkup sekolah. Contoh perundungan dalam skala atau intensitas yang besar misalnya dikucilkan oleh orang-orang di sekolahnya karena korban memiliki perbedaan tertentu, bisa karena fisik, kognitif bahkan dari segi materi. Kekerasan yang dilakukan terhadap orang lain ini dilakukan terus menerus dengan tujuan menyakiti. Bullying dapat dilakukan antar peserta didik, guru, peserta didik kepada guru, atau sebaliknya.
METODE PEMBAHARUAN
Kondisi sebelum adanya inovasi : sulitnya melakukan kontroling akan potensi terjadinya bullying atau perundungan di lingkungan sekolah SMPN 3 Singojuruh karena Tindakan perundungan bisa saja terjadi kapanpun dan pihak yang menjadi korban tidak bisa atau bahkan tidak tahu mau melaporkan atau menceritakan kepada siapa karena rasa takut dan trauma yang dialami tidak ingin diketahui oleh orang banyak.
Kondisi setelah adanya inovasi : melalui inovasi KISAH SISWA ini, telah memberikan sarana konsultasi dan sharing secara privat tanpa khawatir akan diketahui oleh orang banyak sehingga dapat dilakukan pencegahan dan penindakan secara responsif jika terjadi Tindakan bullying di lingkungan sekolah
KEUNGGULAN/KEBAHARUAN
Inovasi KISAH SISWA ini memberikan wadah bagi korban bullying di sekolah untuk lebih leluasa berbagi cerita atau sharing secara privat dan terjaga kerahasiannya melalui pemanfaatan teknologi informasi sehingga dapat segera ditanggapi secara responsive oleh pihak sekolah untuk mencegah dampak yang lebih buruk.
CARA KERJA INOVASI
Seluruh warga sekolah mendownload aplikasi KISAH SISWA yang diberlakukan di SMPN 3 Singojuruh
Seluruh warga sekolah dapat memanfaatkan fitur pengaduan kepada Kepala Sekolah, Komite Sekolah atau melalui fitur permasalahan anak untuk melakukan konseling, pengaduan, atau memberikan saran dan kritik
                    
        

Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya

  • Publikasi
  • Provinsi
  • SDG's
  • 25 Sep 2024
  • JAWA TIMUR
  • Pendidikan Berkualitas

0

0

  • Dilihat
  • Minat
  • Kesepakatan
  • Replikasi
  • 85
  • 0
  • 0
  • 3

Wilayah Instansi & Inovasi

Pemerintah Kabupaten banyuwangi

JAWA TIMUR

Dinas Pendidikan

Hak Cipta(C)2022 - 2026 Etalase Pelayanan Publik dari Seluruh Daerah di Indonesia | Privacy Policy