POSKO PAMAN (Program Oke Singkirkan Kesakitan Diare dengan Observasi Pangan Aman, Mencuci Tangan Pakai Sabun dan Air Minum Aman)
Berjalan
Kesehatan, Diare
NUR RACHMAH
SDG's - Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Oecd -
RB Tematik -
RB Tematik - Prioritas Presiden
Penghargaan - Top 99/2019
Kompetisi -
Kurasi Ringkasan
Kelurahan Wates merupakan wilayah kerja Puskesmas Wates Kota Mojokerto yang sudah mendeklarasikan ODF (Open Defecation Free) pada tanggal 12 November 2014, dengan berjalannya ODF ini diharapkan angka penyakit diare bisa menurun, akan tetapi harapan tidak sesuai dengan kenyataan, angka penyakit diare masih tinggi, sehingga masuk kategori 10 penyakit terbanyak di wilayah kerja Puskesmas Wates. Dari data klinik sanitasi 2015 faktor risiko penyebab diare antara lain : kebiasaan makan makanan tidak aman, kebiasaan tidak cuci tangan pakai sabun, dan kebiasaan konsumsi air minum tidak aman.
Oleh karena itu tercetuslah inisiatif POSKO PAMAN, meliputi 3 kegiatan : keamanan pangan, cuci tangan pakai sabun, dan konsumsi air minum aman. Implementasi inisiatif POSKO PAMAN ada pada kegiatan Posyandu. Di Posyandu inilah masyarakat mendapatkan pelayanan pemeriksaan pangan yang diduga mengandung bahan berbahaya seperti boraks, formalin, rhodamin B dan methanyl yellow secara gratis. Petugas POSKO PAMAN di Posyandu adalah kader yang telah dilatih oleh petugas Puskesmas supaya bisa melakukan uji pangan secara mandiri, bisa melakukan penyuluhan cuci tangan pakai sabun dan cara merebus air minum yang aman. Pada awalnya uji pangan ini terasa berat karena mahalnya reagen. Untuk menyiasati permasalahan reagen, kader mampu membuat reagen pemeriksaan boraks secara sederhana dan murah.
Berjalannya inisiatif dari tahun 2016 mampu menurunkan angka penyakit diare secara signifikan dari 827 kasus (2015), 822 kasus (2016), 797 kasus
(2017) dan 665 kasus (2018). Dampak positif yang lain mampu menurunkan kebiasaan konsumsi makanan tidak aman dari 56,56 % (2015) menjadi 42,86% (2016), 25,93 % (2017) dan 27,54 % (2018). Inisiatif menurunkan kebiasaan tidak cuci tangan pakai sabun dari 51,85 % (2015) menjadi 50 % (2016), 44,45 % (2017) dan 24,64 % (2018). Inisiatif mampu menurunkan kebiasaan konsumsi air minum tidak aman dari 48,15% (2015) menjadi 11,11% (2016), 14,81% (2017) dan 15,94% (2018), (Sumber : Data Yankesling Puskesmas Wates 2015 - 2018). Tingkat keamanan pangan di Posyandu semakin meningkat dari 82,85 % (2016), 90,43 % (2017) dan 91,09 % (2018). Dengan demikian POSKO PAMAN merupakan inisiatif di bidang kesehatan yang terbukti dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui penerapan 5 pilar STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) secara utuh.
Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya
- 22 Oct 2024
- JAWA TIMUR
- Kehidupan Sehat dan Sejahtera
- Dilihat
- Minat
- Kesepakatan
- Replikasi
Wilayah Instansi & Inovasi
Pemerintah Kota mojokerto
JAWA TIMUR
UPTD Puskesmas Wates, Dinas Kesehatan