GL-Pro SASABESA (Gerakan Lansia Produktif Saiyo Sakato Beringin Sakti)
Berjalan
pemberdayaan masyarakat, lansia
Dwi Andayani, S.Sos
SDG's - Tanpa Kemiskinan
Oecd -
RB Tematik -
Penyelesaian Kemiskinan
,
Peningkatan Investasi
RB Tematik - Prioritas Presiden
Penghargaan - TOP 45/2021
Kompetisi -
Kurasi Ringkasan
Lansia pada umumnya identik dengan penurunan fisik, mental, sosial dan ekonomi dan adanya paradigma masyarakat yang keliru menilai bahwa lansia merupakan kelompok lemah, sakit-sakitan, tidak berpenghasilan/produktif, tidak berdaya guna/ tidak ada manfaat dan menjadi beban bagi keluarga. Jumlah Lansia di Kabupaten Dharmasraya 18.372 jiwa atau 8,3% dari penduduk Dharmasraya yang berjumlah 222.305 jiwa. Jumlah Lansia di Jorong Beringin Sakti sebanyak ±550 jiwa (10,83% dari jumlah penduduk 5.079 jiwa) dan 45%-nya berada di bawah garis kemiskinan. Sementara itu, per tahun 2018, kunjungan lansia sakit ±240 orang/tahun.
Solusi terhadap permasalahan di atas yakni menyatukan berbagai ide dan gagasan guna pengembangan potensi lansia agar tetap produktif diusia senja dengan menerbitkan inovasi pemberdayaan masyarakat agar “Lansia Mandiri, Tangguh, Sehat dan Berdaya Guna” yakni dengan memberdayakan lansia secara maksimal dan terorganisir melalui inovasi “GL-Pro SASABESA”. Keunikan dari inovasi GL-Pro SASABESA adalah kegiatan pemberdayaan Lansia yang dilaksanakan: a) dari lansia, oleh lansia dan untuk lansia itu sendiri; b) lansia menjadi agen perubahan; dan c) melibatkan banyak pemangku kepentingan baik internal maupun eksternal.
Lansia yang tergabung dalam GL-Pro SASABESA diwajibkan melakukan proses asesmen untuk mengetahui tingkat kemampuan dan kemandirian lansia. Kegiatan ini juga disesuaikan dengan minat dan bakat lansia. Jenis dan bentuk kegiatannya meliputi:
Jenis Kegiatan Bentuk Kegiatan
Pelatihan Keterampilan Sekolah Lanjut Usia SASABESA
Keagamaan Pengajian, Wirid
Kesehatan Posyandu Lansia, Olah Raga dan Pemeriksaan Kesehatan
Perikanan Budi daya ikan nila, gurami, lele
Peternakan Budi daya ayam kampung, bebek
Pertanian Jagung dan sayur-sayuran
Kebahagiaan Rekreasi lansia, menari, menyanyi, bermain alat musik
Peningkatan ekonomi UMKM, pasar tradisional, pameran-pameran
Selama Pandemi Covid-19, kegiatan GL-Pro SASABESA tetap dilaksanakan dengan mempedomani protokol kesehatan.
Inovasi ini memberikan dampak positif bagi lansia seperti tergambar pada tabel berikut:
Sebelum Inovasi Setelah Inovasi
Kunjungan rata-rata lansia yang sakit ke Fasyankes per bulan 20 orang Terjadi penurunan jumlah kunjungan sakit lansia ke Fasyankes sebesar 95 persen atau sebanyak 2-3 orang per bulan
Lansia tidak mempunyai penghasilan Memiliki penghasilan tambahan dari hasil kerajinan dan keterampilan lansia sebesar Rp 200.000 per bulan
Lansia sering sakit-sakitan Lansia sehat dan aktif
Lansia menjadi beban bagi Keluarga Lansia yang produktif
Untuk berlanjutnya kegiatan ini, maka pemerintah membuat kebijakan: 1. Penetapan Inovasi GL-Pro SASABESA sebagai Inovasi Daerah Kabupaten Dharmasraya Tahun 2021 dengan SK Bupati Dharmasraya Nomor 189.1/186/KPTS-BUP/2021; 2. Memasukkan inovasi GL-Pro SASABESA ke dalam Program Prioritas dalam RPJMD Kabupaten Dharmasraya 2021-2026; dan 3. Pemanfaatan Dana Desa guna pelaksanaan kegiatan.
Sampai saat ini GL-Pro SASABESA telah direplikasi di 17 jorong/nagari.
Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya
- 21 Oct 2024
- SUMATERA BARAT
- Tanpa Kemiskinan
- Dilihat
- Minat
- Kesepakatan
- Replikasi
Wilayah Instansi & Inovasi
Pemerintah Kabupaten Dharmasraya
SUMATERA BARAT
Dinas Sosial P3APPKB