MELIHAT REBANA (Melalui Literasi Kesehatan Remaja Sehat Bebas Narkoba)

Berjalan dengan pengembangan
pendidikan
WIWIK DWI PURWANTI (Cs)
SDG's - Pendidikan Berkualitas
Oecd -
RB Tematik -
RB Tematik - Prioritas Presiden
Penghargaan - INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD 2022
Kompetisi -

Kurasi Ringkasan

                      1. Dasar Hukum
Undang-Undang No 23 Tahun 1992 pasal 45 tentang Kesehatan khususnya tentag Kesehatan Sekolah dan Permendikbud No 21 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti yang pelaksanaannya melalui Gerakan Literasi Sekolah. Berdasarkan peraturan tersebut maka dilaksanakan inovasi MELIHAT REBANA (Melalui Literasi Kesehatan Remaja Sehat Bebas Narkoba) merupakan literasi baca tulis tentang kesehatan remaja dan P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika).
2. Permasalahan
Permasalahan perilaku negatif siswa meningkat. Informasi data kasus dari Balai Penyuluhan/Konseling SMP Negeri 4 Kota Mojokerto pada tahun 2019 tercatat 30 kasus membolos, 26 kasus bullying, 15 kasus kecanduangames, 7 kasus minum-minuman keras, 4 kasus pencurian, 7 kasus merokok, 10 kasus kekerasan, 1 kasus seks bebas dan 5 kasus putus sekolah. Indikator penyebab permasalahan tersebut adalah kurangnya pengetahuan siswa tentang kesehatan remaja.
3. Isu strategis
Peningkatan kasus perilaku negatif siswa dan penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar
4. Metode pembaharuan
Metode pembaharuannya yaitu dengan melibatkan Pendidik/Tutor Sebaya dan Konselor Sebaya dalam memberikan literasi kesehatan diantaranya tentang Gizi, Kesehatan Reproduksi, Dampak Pergaulan Bebas, Perilaku Hidup bersih dan Sehat, Bullying, dan Penyalahgunaan Narkoba. Keterlibatan Pendidik/Tutor Sebaya dan Konselor Sebaya ini dengan tujuan bahwa siswa akan lebih terbuka menyampaikan permasalahan yang dihadapinya kepada temannya yang menjadi Pendidik/Tutor Sebaya. Selain itu siswa juga akan lebih nyaman mendapatkan solusi atas perilaku negatifnya dari temannya yang menjadi Konselor Sebaya.
5. Kebaharuan 
Inovasi Melihat Rebana (Melalui Literasi Kesehatan Remaja Sehat Bebas Narkoba) ini baru. Melihat Rebana ini inovatif karena kegiatannya melibatkan Pendidik/Tutor Sebaya dalam memberikan literasi kesehatan remaja disekolah. Melihat Rebana juga pertamakalinya dipakai sebagai solusi permasalahan perilaku negatif siswa.
6. Tahapan inovasi 
Pembentukan Pendidik/Konselor sebaya melalui kegiatan PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja). Pendidkan dan Latihan kader Pendidik/Tutor dan Konselor Sebaya.Diklat diberikan oleh Guru Pembina dan Stake Holder (Dinas P3AKB, Dinas Pendidikan Kota Mojokerto, BNNK Mojokerto, Dinas Kesehatan dan Balai Konseling Kota Mojokerto). Materi diklat tentang Gizi, Kesehatan Reproduksi, Dampak Pergaulan Bebas, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat,Bullying, dan Penyalahgunaan Narkoba. Membuat Jadwal Kegiatan Literasi Kesehatan dan P4GN. Kegiatan dijadwalkan pada akhir jam pelajaran setiap hari Kamis. Jadwal dilaksanakan per jenjang pada setiap minggunya (minggu pertama kelas VII, minggu kedua kelas VIII, dan minggu ketiga kelas IX). Membagi tugas Pendidik/Konselor sebaya (2 orang Pendidik/ Konselor sebaya masing-masing kelas). Laporan Hasil kegiatan. Evaluasi hasil kegiatan. Evaluasi internal dilakukan oleh Kepala Sekolah dan guru pembina. Hal ini dilakukan untuk mengetahui hambatan pelaksanaan kegiatan dan penyelesaiannya. Evaluasi eksternal oleh Stake Holder (Dinas P3AKB, Dinas Pendidikan Kota Mojokerto, BNNK Mojokerto, Dinas Kesehatan dan Balai Konseling Kota Mojokerto). Evaluasi eksternal ini diperlukan untuk perbaikan dan koordinasi program kegiatan.
                    
        

Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya

  • Publikasi
  • Provinsi
  • SDG's
  • 20 Sep 2024
  • JAWA TIMUR
  • Pendidikan Berkualitas

0

0

  • Dilihat
  • Minat
  • Kesepakatan
  • Replikasi
  • 150
  • 0
  • 0
  • 3

Wilayah Instansi & Inovasi

Pemerintah Kota mojokerto

JAWA TIMUR

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

Hak Cipta(C)2022 - 2026 Etalase Pelayanan Publik dari Seluruh Daerah di Indonesia | Privacy Policy