CETING NASI

Berjalan
kesehatan
Dr. Prima Artha Tarigan
SDG's - Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Oecd -
RB Tematik -
Penghargaan - INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD 2022
Kompetisi -

Kurasi Ringkasan

                      A. Dasar Hukum
1. Buku Pedoman Asuha Gizi Terstandar Kemenkes RI Tahun 2019

B. Permasalahan 
 Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor mencatat adanya 32,9 persen atau 282.627 balita dari jumlah keseluruhan 859.501 balita di Kabupaten Bogor menderita stunting hingga akhir tahun 2018. Kondisi ini terjadi karena rendahnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi ibu selama mengandung atau setelah anak dilahirkan, terutama ASI eksklusif selama dua tahun.
 Kondisi yang sama juga terjadi di wilayah Puskesmas Gunung Putri. Hasil survey dengan para ibu hamil yang berkunjung ke puskesmas maupun yang mengikuti kelas ibu di posyandu diketahui bahwa pengetahuan mereka tentang pentingnya gizi pada 1000 HPK sangat rendah. Bahkan di antara mereka masih ada yang berpendapat bahwa gizi bayi nantinya akan terpenuhi pada saat lahir dengan memberikan makanan tambahan meskipun bayi masih berusia di bawah 6 bulan dengan alasan agar cepat tumbuh besar.
 Atas dasar itulah Puskesmas Gunung Putri meluncurkan inovasi dengan judul Serbu Ceting Nasi, kependekan dari Senin Rabu Cegah Stunting Dengan Edukasi 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan).

C. Isu Strategis
 Hasil Riskesdas 2013 menyebutkan kondisi konsumsi makanan ibu hamil dan balita tahun 2016-2017 menunjukkan di Indonesia 1 dari 5 ibu hamil kurang gizi, 7 dari 10 ibu hamil kurang kalori dan protein, 7 dari 10 Balita kurang kalori, serta 5 dari 10 Balita kurang protein.
 Faktor lainnya yang menyebabkan stunting adalah terjadi infeksi pada ibu, kehamilan remaja, gangguan mental pada ibu, jarak kelahiran anak yang pendek, dan hipertensi. Selain itu, rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan termasuk akses sanitasi dan air bersih menjadi salah satu faktor yang sangat mempengaruhi pertumbuhan anak.
 Untuk mencegahnya, perbanyak makan makanan bergizi yang berasal dari buah dan sayur lokal sejak dalam kandungan. Kemudian diperlukan pula kecukupan gizi remaja perempuan agar ketika dia mengandung ketika dewasa
tidak kekurangan gizi. Selain itu butuh perhatian pada lingkungan untuk menciptakan akses sanitasi dan air bersih.

D. Metode Pembaharuan ( Novelty )
 Senin Rabu Cegah Stunting Dengan Edukasi 1000 HPK adalah pemberian materi-materi edukasi gizi tentang 1000 HPK kepada pasien dan keluarga terkait gizi yang berhubungan dengan kondisi pasien. Kegiatan ini dilakukan pada hari senin saat kunjungan ibu hamil di Puskesmas dan hari rabu saat kegiatan posyandu di kelas ibu.

E. Keunggulan
 Keunggulan dari Inovasi Ceting Nasi ini adalah kegiatannya yang dilakukan dengan dua lokasi yang berbeda, yaitu Dalam Gedung dan Luar Gedung. Kegiatan di dalam Gedung dilaksanakan setiap hari senin yaitu pada saat kunjungan ibu hamil ke Puskesmas Gunung Putri. Setelah dilakukan pemeriksaan ibu hamil oleh dokter, maka petugas KIA akan memberikan konseling kepada ibu hamil dengan harapan meningkatnay kesadaran dan pengetahuan akan pentingnya gizi di 1000 HPK. Sedangkan kegiatan di Luar Gedung ilakukan dilaksanakan setiap hari Rabu dengan didampingi kader kesehatan pada kelas ibu. Kegiatan Serbu Ceting Nasi dilaksanakan di Posyandu.

F. Tahapan Proses Inovasi Ceting Nasi
Tahapan dalam Inovasi Ceting Nasi adalah sebagai berikut:
1. Penjaringan aspirasi di lapangan
2. Perumusan ide dari masukan semua pihak / koordinasi dengan Kepala Puskesmas
3. Menyusun tim pengelola inovasi dan linsek
4. Implementasi pelaksanaan di puskesmas dan posyandu
                    
        

Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya

  • Publikasi
  • Provinsi
  • SDG's
  • 28 Sep 2024
  • JAWA BARAT
  • Kehidupan Sehat dan Sejahtera

0

0

  • Dilihat
  • Minat
  • Kesepakatan
  • Replikasi
  • 152
  • 0
  • 0
  • 6

Wilayah Instansi & Inovasi

Pemerintah Kabupaten Bogor

JAWA BARAT

Pemerintah Kabupaten Bogor

Hak Cipta(C)2022 - 2026 Etalase Pelayanan Publik dari Seluruh Daerah di Indonesia | Privacy Policy