KEBAL MSG

Berjalan
kesehatan
Dr. Prima Artha Tarigan
SDG's - Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Oecd -
RB Tematik -
Penghargaan - INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD 2022
Kompetisi -

Kurasi Ringkasan

                      A. Dasar Hukum
1. SK Kepala Puskesmas Gunung Putri Nomor 440/SK-282/PKM.GP/IV/2019 tentang Inovasi Program Gizi Kebal MSG
2. Keputusan Bupati Bogor Nomor 050.3/324/Kpts/Per-UU/2019 tentang Tim Koordinasi Sistem Inovasi Daerah
3. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 75 Tahun 2016 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat
4. Peraturan Menpan RI Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pelayan Publik
5. PP RI nomor 38 Tahun 2017 tentang Program Inovasi Daerah

B. Permasalahan
Masalah Gizi dapat terjadi pada setiap siklus kehidupan, dimulai sejak janin hingga menjadi bayi,anak,dewasa sampai usia lanjut.Saat ini Indonesia menghadapi masalah gizi ganda yaitu gizi kurang dalam bentuk Kurang Energi Protein, kurang Vitamin A, Anemia dan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium dan Gizi lebih berkaitan dengan penyakit generatif seperti diabetes melitus, hipertensi, jantung dll.Masalah gizi kurang merupakan salah satu faktor penyebab kematian bayi. Keadaan tersebut secara langsung disebabkan oleh asupan gizi yang kurang mencukupi gizi balita. Oleh karenanya pemerintah mengembangkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT). PMT tidak hanya berupa makanan saja tapi bisa juga dengan PMT penyuluhan untuk memberikan pengetahuan dan kesadaran kepada ibu-ibu yang memiliki balita pentingnya makanan sehat seimbang untuk buah hatinya. Dari hasil wawancara dengan ibu-ibu yang memiliki balita dan kader posyandu didapat bahwa kebanyakan ibu bekerja sedangkan anak diasuh oleh pengasuh. Faktor kebutuhan makanan yang diberikan oleh pengasuh menjadi permasalahan dikarenakan banyak pengasuh yang memberikan makanan yang praktis seperti mi instan dan makanan berpengawet lainnya pada balita. Hal itu menjadi perhatian tersendiri bagi program gizi guna mencegah hal tersebut secara terus menerus karena pemberian makanan berpengawet secara terus menerus pada balita akan menghambat tumbuh kembang pada balita. Kegiatan PMT Penyuluhan dilaksanakan 1 bulan sekali. Melihat pada capaian partisipasi masyarakat terhadap program gizi yang
belum memenuhi target capaian, maka perlu sebuah intervensi melalui sebuah edukasi gizi yang berkesinambungan. Oleh karena itu, Puskesmas Gunungputri mempunyai inovasi untuk memberikan edukasi kepada ibu-ibu yang memiliki balita dan kader posyandu agar bisa memberikan makanan yang sehat bergizi bagi buah hatinya. Maka dibentuklah Kelompok Balita Makan bersama Sehat berGizi (Kebal MSG).

C. Isu Strategis
Indikator Pemantauan Pertumbuhan Puskesmas Gunungputri untuk cakupan partisipasi masyarakat masih belum memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) yaitu sebesar: 76.6%. Selanjutnya, indikator cakupan partisipasi masyarakat 80.62 % tahun 2017 di posyandu Teratai 2 yang termasuk binaan Puskesmas Jasinga belum memenuhi target yaitu 85%, jumlah 2T rata-rata 6 orang dan jumlah anak BGM sebanyak 2 orang. Selain data indikator kinerja di Posyandu Teratai 2, kami juga membuat kuesioner mengenai pengetahuan ibu tentang makanan bergizi. Angket ini disebar kepada 50 ibu yang memiliki balita di Posyandu Teratai 2. Dari data hasil angket yang diperoleh diketahui sebanyak 1 orang ibu berpendidikan SD, 25 orang ibu berpendidikan SMP, 23 orang ibu berpendidikan SMA dan 1 orang ibu berpendidikan perguruan tinggi. Untuk data pekerjaan diperoleh informasi yaitu karyawan 6 orang, buruh pabrik 14 orang, 28 orang Ibu Rumah Tangga , dagang 2 orang.

D. Metode Pembaharuan ( Novelty )
 Inovasi ini merupakan ide pengembangan dari puskesmas Gunung Putri dengan adanya inovasi ini dapat memberikan edukasi kepada ibu-ibu yang memiliki balita dan kader posyandu agar bisa memberikan makanan yang sehat dan bergizi.

E. Tahapan Proses Inovasi Kebal MSG
Tahapan inovasi Kebal MSG terdiri dari beberapa tahap, yaitu sebagai berikut: 
1. Perumusan latar belakang tentang permasalahan yang
2. Latar belakang tersebut dirumuskan sebuah ide dengan membentuk suatu inovasi yang dapat memberikan dampak positif dari permasalahan yang selama ini ditemui di lapangan.
3. Berkonsultasi dengan lintas program dan Kepala Puskesmas selaku pimpinan dan Perencanaan inovasi dengan membentuk tim serta kegiatan yang ada di dalam inovasi.
4. Melakukan penyuluhan kepada sasaran inovasi.
5. Inovasi dapat diimplementasikan serta dievaluasi mengenai perkembangan dari inovasi tersebut.
                    
        

Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya

  • Publikasi
  • Provinsi
  • SDG's
  • 21 Sep 2024
  • JAWA BARAT
  • Kehidupan Sehat dan Sejahtera

0

0

  • Dilihat
  • Minat
  • Kesepakatan
  • Replikasi
  • 127
  • 0
  • 0
  • 6

Wilayah Instansi & Inovasi

Pemerintah Kabupaten Bogor

JAWA BARAT

Pemerintah Kabupaten Bogor

Hak Cipta(C)2022 - 2026 Etalase Pelayanan Publik dari Seluruh Daerah di Indonesia | Privacy Policy