GBS (Gerakan Berkah Sampah)
Berjalan
pengelolaan sampah, sedekah sampah, pemberdayaan masyarakat
Super Admin
SDG's - Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Oecd -
RB Tematik -
Penyelesaian Kemiskinan
Penghargaan - TOP 99/2021
Kompetisi -
Kurasi Ringkasan
<p>GBS (Gerakan Berkah Sampah) adalah gerakan bersedekah dengan sampah. Sampah yang disedekahkan merupakan sampah yang sudah dipilah langsung dari sumbernya, yaitu masyarakat. GBS sudah dicanangkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasaman Barat sejak tahun 2018. Gerakan ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan jumlah sampah yang dapat diangkut oleh truk sampah DLH ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), yaitu hanya sekitar 16 ton/hari. Padahal, jumlah timbulan sampah yang dihasilkan oleh wilayah layanan persampahan DLH (Kecamatan Luhak Nan Duo dan Kecamatan Pasaman) mencapai 105 ton/hari. Kondisi ini setara dengan 15,23% saja daerah terlayani. Jika dilihat dari skala kabupaten, layanan hanya mencapai 0,045%. Selain itu, status TPA yang masih open dumping (gali dan timbun) juga menjadi masalah karena DLH tidak bisa melakukan pengolahan sampah di TPA. GBS memiliki kemiripan dengan beramal sedekah sampah yang sudah ada di beberapa daerah, tetapi inisiatif ini memiliki perbedaan di tahapan pelaksanaannya dan perbedaannya inilah yang merupakan inovasi. Tahapan tersebut: 1. GBS dimulai dengan pembentukan tim dan pembagian tugas. 2. Sosialisasi dan pembinaan dilakukan di beberapa sekolah dan komplek perumahan untuk mengenalkan dan mengajak masyarakat menjadi donatur GBS*. 3. Donatur yang bergabung diberikan nomor registrasi dan stiker donatur sebagai penanda*. 4. Secara berkala petugas GBS akan menjemput sampah terpilah dari donatur dan dikumpul di gudang GBS. 5. Di GBS seluruh sumbangan sampah ini dipilah kembali untuk dijual ke pengepul dan sebagian lagi seperti baju, sepatu bekas yang layak pakai dijual murah di galeri GBS. 6. Hasil penjualan disumbangkan kepada masyarakat yang membutuhkan seperti kaum dhuafa/ miskin, pemulung, siswa berprestasi yang kurang mampu, dan masyarakat yang tertimpa musibah*. Rentang 2019 dan 2020, sudah dua kali dilakukan penyerahan bantuan. Di tahun 2019 sebagai launching GBS, dan di tahun 2020 saat terjadi kebakaran di Lubuk Landur, Kecamatan Pasaman *Tahapan inovasi Sejauh ini, jumlah donatur yang terdata dalam mendukung GBS ini adalah sekitar 89 donatur. Pada tahun 2020, Covid-19 semakin merebak di Indonesia, sehingga meski berjalan normal tetapi jumlah donasi yang diterima berkurang dikarenakan sekolah diliburkan. Meskipun demikian, dari tahun 2019-2020, GBS sudah berhasil mengurangi sampah sekitar 2,28 ton/ tahun setara dengan 0,69% total sampah anorganik yang diangkut ke TPA. Persentasenya memang kecil karena cakupan wilayahnya juga masih kecil, tapi GBS ini berpotensi untuk dikembangkan ke seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Pasaman Barat dan di daerah lain, sebab gerakan ini tidak dibatasi oleh karakteristik wilayah tertentu.</p>
Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya
- 23 Dec 2024
- SUMATERA BARAT
- Kehidupan Sehat dan Sejahtera
- Dilihat
- Minat
- Kesepakatan
- Replikasi
Wilayah Instansi & Inovasi
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat
SUMATERA BARAT
Dinas Lingkungan Hidup