GETAR DILAN

Berhenti
pemanfaatan lahan, pertanian, pemberdayaan masyarakat, ketahanan pangan
Ir. Alauddin Sukri, M.Si
SDG's - Tanpa Kemiskinan
Oecd -
RB Tematik - Penyelesaian Kemiskinan
RB Tematik - Prioritas Presiden
Penghargaan - TOP 45/2021
Kompetisi -

Kurasi Ringkasan

                      Gerakan tanam sayur di lahan pekarangan atau disingkat Getar Dilan sebagai sebuah inovasi kategori ketahanan pangan terinspirasi dari kondisi faktual dan problem lapangan dimana rata-rata warga Kabupaten Luwu Utara memenuhi kebutuhan konsumsi sayuran dengan membeli di pedagang sayur keliling. Adapun lahan pekarangan rumah warga belum dimanfaatkan secara maksimal untuk memproduksi sendiri beragam pangan khususnya komoditas sayuran dan horti buah-buahan. 

Penyuluhan pemanfaatan pekarangan selama ini sesungguhnya telah dilakukan oleh para penyuluh pertanian secara sendiri sendiri. Melalui Getar Dilan, upaya edukasi dan fasilitasi warga untuk memanfaatkan pekarangan rumahnya dengan bercocok tanam beragam jenis pangan khususnya sayuran dilakukan dengan pendekatan gerakan dengan pola kerja teamwork dan kolaborasi multipihak. Tujuannya ganda: selain untuk pemenuhan konsumsi rumah tangga (aspek ketahanan pangan), juga ditargetkan berorientasi komersil, yaitu menambah pendapatan rumah tangga (upaya penurunan persentase rumah tangga miskin/RTM). 

Implementasi inovasi Getar Dilan dimulai pada Mei 2019 di wilayah kerja Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tanalili. Inovator & Kepala BPP Tanaili berkomitmen mensukseskan Getar Dilan. Benih sayuran disiapkan oleh inovator sedangkan proses pembibitannya hinggga cukup umur untuk dibagi/didistribusikan kepada rumah tangga sasaran dilakukan oleh pegawai BPP Tanailii. Rumah tangga penerima manfaat diidentifikasi dengan fokus pada RTM. Hasilnya, 275 RTM menjadi kelompok sasaran yang tersebar di 8 desa dengan memanfaatkan 13,75 ha lahan pekarangan rumah. 

Tahun 2020 Getar Dilan dilaksanakan lebih masif dengan manajemen gerakan yang lebih terstruktur. Inovator membentuk tim implementasi dengan menerbitkan Keputusan Kepala Dinas Ketahanan Pangan. Hasilnya, Getar Dilan menyasar 9.469 KK yang tersebar di 10 Kecamatan. Implementasi Getar Dilan di tengah pandemi bisa eksis karena justru sangat relevan dan berkontribusi terhadap penyediaan pangan sehat dan penghematan pengeluaran rumah tangga, bahkan juga menambah pendapatan keluarga RTM penerima manfaat. Tim implementasi berkomitmen menerapkan protokol kesehatan dalam berinteraksi dengan warga selama masa pandemi. 

Inovasi Getar Dilan sejauh ini mudah direplikasi dan sangat direspons dengan antusiasme warga. Kondisi pandemi justru menyadarkan warga untuk lebih produktif dan banyak beraktivitas di rumah termasuk berkebun sayur di pekarangan rumah. Tren mengkonsumsi sayur sehat bebas residu pestisida kimia, biaya murah, tersedia toko tani yang menjual benih sayuran, dan waktu panen yang cepat menjadi alasan inovasi Getar Dilan memiliki daya transferabilitas tinggi. Per Juni 2021, Getar Dilan telah diikuti 10.000 KK dengan memanfaatkan 200 ha lahan pekarangan rumah warga. RTM penerima manfaat telah merasakan tambahan pendapatan dari penjualan produksi sayuran di kisaran Rp 150-300 ribu per rumah tangga per bulan.
                    
        

Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya

  • Publikasi
  • Provinsi
  • SDG's
  • 30 Oct 2024
  • SULAWESI SELATAN
  • Tanpa Kemiskinan

0

0

  • Dilihat
  • Minat
  • Kesepakatan
  • Replikasi
  • 371
  • 0
  • 0
  • 0

Wilayah Instansi & Inovasi

Pemerintah Kabupaten luwu utara

SULAWESI SELATAN

Dinas Ketahanan Pangan

Hak Cipta(C)2022 - 2026 Etalase Pelayanan Publik dari Seluruh Daerah di Indonesia | Privacy Policy