Posbindu SENTOSA
Berjalan dengan pengembangan
disabilitas, kesehatan, pelayanan kesehatan, pelayanan disabilitas
Dinas Kesehatan
SDG's - Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Oecd -
RB Tematik -
Penyelesaian Kemiskinan
RB Tematik - Prioritas Presiden
Penghargaan - TOP 99/2021
Kompetisi -
Kurasi Ringkasan
Berdasarkan data Riskesdas Tahun 2018, DI Yogyakarta menempati peringkat ke-3 provinsi dengan proporsi disabilitas pada dewasa usia 18-59 tahun, yaitu sebesar 33,2%. Pada Tahun 2020, Kabupaten Kulon Progo dengan jumlah penduduk 447.506 jiwa mempunyai angka disabilitas sebanyak 7.282 orang yang terdiri dari cacat fisik, tuna rungu, tuna netra, retardasi mental dan gangguan jiwa. Namun, hanya 17,5% yang mengakses pelayanan kesehatan dan sisanya belum mendapatkan pelayanan secara terpadu sesuai dengan kebutuhan kesehatan disabilitas. Hambatan akses perawatan kesehatan berupa akses transportasi, pembiayaan, dan sulitnya akses perawatan menjadi penyebab keengganan penyandang disabilitas mengakses pelayanan kesehatan umum. Oleh karenanya penting adanya pelayanan kesehatan terjangkau, mudah transportasi, dan memenuhi kebutuhan kesehatan mereka.
Selaras dengan misi pembangunan jangka menengah tahun 2017-2022 yaitu mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, berprestasi, mandiri, berkarakter, dan berbudaya, Peraturan Daerah nomor 3 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Penyandang Disabilitas diterbitkan dengan pesan bahwa pelayanan kesehatan memberikan hak akses kesehatan yang adil dan merata untuk semua.
Posbindu Sentosa mempunyai konsep pelayanan kesehatan yang memadukan dan mengkoordinasikan berbagai elemen pelayanan kesehatan dari unsur pemerintah desa, kelompok masyarakat, pendonor dana, dan tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan bersama sesuai dengan perannya masing-masing. Keterpaduan berbagai unsur membentuk Posbindu disabilitas sebagai wujud adanya kebutuhan kesehatan disabilitas yang heterogen.
Kegiatan Posbindu Sentosa diantaranya: menyediakan jalur layanan khusus dan akses transportasi; memastikan aksesibilitas informasi kesehatan melalui edukasi dan penyuluhan; menyediakan pelayanan kesehatan berupa skrining kesehatan; konsultasi dan pemeriksaan kesehatan; pemeriksaan laboratorium dan pengobatan serta jalur rujukan ke perawatan khusus; memberdayakan penyandang disabilitas dengan memberikan informasi, pelatihan, dan dukungan sebaya melalui desa inklusi bersama Lembaga Swadaya Masyarakat; dan mempromosikan rehabilitasi berbasis masyarakat bekerjasama dengan memberikan pelatihan dan kemandirian pada psikososial.
Seluruh jumlah disabilitas yang ada di wilayah Posbindu Sentosa sekitar 11,5% disabilitas mengakses pelayanan dan mendapatkan pelayanan terpadu sehingga disabilitas dengan penyakit hipertensi dan DM dapat terkendali. Berdasarkan data tahun 2015– 2021 pelayanan kesehatan disabilitas mendapatkan bantuan jaminan pelayanan khusus (Jamkesus) sebanyak 1.550 orang berupa kaki palsu, kursi roda, alat bantu dengar dan lain-lain. Pendampingan kemandirian psikososial dari Yayasan Kristen Kesehatan Umum (Yakkum) sejumlah 204 orang berupa bantuan ternak dan wirausaha. Posbindu Sentosa merupakan pengembangan pelayanan kesehatan reproduksi pada remaja disabilitas serta penanganan kesehatan jiwa masyarakat yang melibatkan lintas sektor untuk diterapkan pada pelayanan kesehatan penyandang disabilitas. Untuk menjamin keberlanjutan kegiatan ini memerlukan strategi diantaranya:
1. Pemberdayaan disabilitas berbasis masyarakat melalui desa inklusi
2. Mendorong dan meningkatkan pelayanan publik ramah disabilitas
3. Pemberdayaan penyandang disabilitas sebagai kader posbindu.
4. Optimalisasi Anggaran Pembangunan Daerah Desa
Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya
- 29 Jul 2024
- DI Yogyakarta
- Kehidupan Sehat dan Sejahtera
- Dilihat
- Minat
- Kesepakatan
- Replikasi
Wilayah Instansi & Inovasi
Pemerintah Kabupaten kulon progo
DI Yogyakarta
Dinas Kesehatan