Mini Cattle Yard Solusi Pelayanan Terpadu (MC YARD SIPANDU) Sapi Potong di Provinsi Papua Barat

peternakan, peternak, sapi, sapi potong
Super Admin
SDG's - Tanpa Kemiskinan
Oecd -
RB Tematik - Penyelesaian Kemiskinan
RB Tematik - Prioritas Presiden
Penghargaan - TOP 45/2021
Kompetisi -

Kurasi Ringkasan

                      <p>Pada tahun 2017, Provinsi Papua Barat hanya berhasil memenuhi target program UPSUS SIWAB Ditjen PKH Kementerian Pertanian sebanyak 1.116 perkawinan sapi induk, 2.258 kebuntingan dan 316 kelahiran. Inovasi Mini Cattle Yard Solusi Pelayanan Terpadu (MC Yard SIPANDU) Sapi Potong di Kabupaten Manokwari bertujuan menciptakan sarana produksi yang nyaman, efisien dan efektif untuk pelayanan ternak sapi ekstensif. Sapi dapat terlayani dalam jumlah besar, peternak bekerja dengan waktu singkat, jumlah tenaga kerja terbatas, dan target tahunan UPSUS SIWAB dapat dicapai. Kabupaten Manokwari merupakan daerah sasaran program UPSUS SIWAB dan penyumbang terbesar kedua sapi potong di Papua Barat (23.598 ekor atau 34,20%) dari total populasi 68.999 ekor. Inovasi yang dilakukan berupa perbaikan sarana kadang jepit mini cattle yard berukuran 60m x 6m x 2m, berbahan baku pipa besi, bersifat portable dapat menampung 50 ekor induk sapi, tidak melukai ternak sapi. Program inovasi ditujukan untuk ternak sapi potong dengan target inseminasi buatan, kebuntingan, kelahiran tahunan, peternak memiliki ketrampilan teknologi peternakan dan mampu memanfaatkan sarana peternakan untuk meningkatkan kualitas layanan ternak. Target kebuntingan Kabupaten Manokwari menyumbangkan 900 ekor (2019) sapi induk akseptor, inseminasi buatan melebihi target nasional yaitu sebesar 1.525 ekor. Dari tahun 2017 hingga 2019 peternak inseminator (Sartono) telah menyumbangkan data akseptor sebanyak 391 akseptor sapi induk (48,63% data akseptor) untuk Kabupaten Manokwari. Peternak inseminator orang asli Papua (Meky Pihahey) telah mampu mengIB sapi dan menghasilkan sapi Bali Simental sebanyak 2 ekor. Inovasi ini berkontribusi menaikkan jumlah lapangan pekerjaan dan mata pencaharian yang baik dan layak. Peternak memperoleh tambahan pendapatan dari pelaksanaan kegiatan inseminasi buatan dan pelaporan kelahiran rata rata perbulan Rp 300 ribu s.d. 2 juta. Transformasi inovasi dapat dilihat dari jumlah peternak sapi sawit yang meminta mobilisasi mini cattle yard semakin banyak. Dari Distrik Prafi, berpindah ke Warmare dan Masni, terjadi peningkatan data kebuntingan pada laporan informasi sistim kesehatan hewan nasional (ISIKHNAS) dan Provinsi Papua Barat menduduki urutan pertama capaian kebuntingan tingkat nasional yaitu 880 (97%) (target 910 ekor sapi induk bunting tahun 2021). Pandemi Covid-19 tidak berdampak secara langsung, karena pelaksanaan di alam terbuka, jumlah tenaga kerja sedikit dan menggunakan protokol kesehatan yang sangat ketat. Strategi keberlanjutan dapat dicapai melalui refresher Program Dinas Peternakan, meningkatkan jumlah OAP (orang asli Papua) menjadi peternak inseminator dan petugas pemeriksaan kebuntingan (PKB) dan Asisten Teknis Reproduksi (ATR) dan hasil inseminasi: Sapi Bali, sapi jenis Simental, dan Limousin yang menjadi aset bagi peternak, di mana sapi hasil persilangan berumur 1,5-2 tahun (500 kg -750 kg) memiliki harga jual Rp 30 juta sampai Rp 50 juta.</p>
                    
        

Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya

  • Publikasi
  • Provinsi
  • SDG's
  • 20 Dec 2024
  • PAPUA BARAT
  • Tanpa Kemiskinan

0

0

  • Dilihat
  • Minat
  • Kesepakatan
  • Replikasi
  • 239
  • 0
  • 0
  • 0

Wilayah Instansi & Inovasi

Pemerintah Provinsi Papua barat

PAPUA BARAT

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

Hak Cipta(C)2022 - 2026 Etalase Pelayanan Publik dari Seluruh Daerah di Indonesia | Privacy Policy