RUMBAI KOTEKA
Berjalan dengan pengembangan
pendidikan, belajar, pengajaran, kepolisian, Polres Sorong Kota
BRIPKA SANDRY YUSUF RANTE DATU
SDG's - Pendidikan Berkualitas
Oecd -
RB Tematik -
Penghargaan - TOP 45/2021
Kompetisi -
Kurasi Ringkasan
RUMBAI KOTEKA (Rumah Belajar Masyarakat Kokoda Klawasi) merupakan Inovasi yang mampu menjawab permasalahan akibat tingginya kriminalitas di masyarakat Kokoda Klawasi, khususnya anak-anak dan sebagai solusi akan kebutuhan pendidikan melalui pendekatan kearifan lokal masyarakat Kokoda yaitu “satu tungku tiga batu” yang mengandung filosofi perdamaian dan gotong-royong dengan gagasan mempersatukan perbedaan untuk mencari jalan keluar.
Sebelum inovasi Rumbai Koteka dibuat banyak anak-anak tidak mampu,putus sekolah dan buta aksara yang terlibat tindak pidana pencurian,perjudian,menghisap lem aibon dan pergaulan bebas yang menjadi penyebab konflik sosial yang berujung bentrok fisik antar kelompok akibat kultur perilaku kekerasan yang masih melekat. Hal ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan, kurangnya perhatian dalam keluarga, minimnya pendidikan orang tua, serta tidak adanya pendidikan formal yang diterima oleh anak-anak. Fakta yang terjadi pada masyarakat Kokoda setiap permasalahan diselesaikan dengan kekerasan. Tercatat sebanyak 40 kasus (2017) dilakukan oleh pelaku kejahatan dari umur 9 tahun sampai umur 16 tahun.
Setelah inovasi di buat maka perilaku kekerasan dapat ditekan dilihat dari penurunan angka kriminalitas anak-anak dari 40 kasus (2017) menjadi 25 kasus (2018), 15 kasus (2019), dan akhirnya 10 kasus (2020). Meningkatnya Jumlah anak-anak yang mendapatkan pendidikan keaksaraan melalui rumah belajar dan kelas jauh oleh Yakesma serta SD Mustjahidin mencapai 120 orang, sehingga memiliki karakter yang baik dan kemampuan dalam baca tulis. Perubahan sikap dan karakter, perubahan perilaku kekerasan menjadi budaya musyawarah terlihat dari tingkat perilaku kekerasan yang menurun.
Keunikan pada inovasi ini adalah metode pengajaran calistung yang digunakan, tidak seperti metode pengajaran pada umumnya di pendidikan formal. Disebabkan kurangnya kemampuan daya tanggap anak-anak terhadap materi yang di berikan, metode yang dipakai dilakukan dengan tarian, bernyanyi dan olah raga yang disesuaikan dengan kultur budaya dari masyarakat Papua asli Suku Kokoda. Keunikan yang lainnya adalah dalam melakukan komunikasi menggunakan Bahasa Kokoda.
Inovasi ini secara spesifik membantu dalam proses pendidikan bagi anak anak yang tidak berkesempatan mendapat akses pendidikan seperti anak-anak pada suku Kokoda.Diharapkan inovasi ini dapat mendukung target TPB, yakni pada tahun 2030 memastikan bahwa semua anak perempuan dan laki laki menyelesaikan pendidikan primer dan sekunder secara gratis, setara, dan berkualitas yang mengarah pada hasil belajar yang relevan dan efektif.
Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya
- 22 Oct 2024
- PAPUA BARAT
- Pendidikan Berkualitas
- Dilihat
- Minat
- Kesepakatan
- Replikasi
Wilayah Instansi & Inovasi
Kepolisian Negara Republik Indonesia
PAPUA BARAT
Polresta Sorong Kota, Polda Papua Barat