KAMI SETARA (KAMpus Inklusif SEmua TAk BerjaRAk)
Berjalan dengan pengembangan
pendidikan tinggi, inklusif, disabilitas, pandemi, pemenuhan hak
Zubaidah Ningsih AS., Ph.D CS
SDG's - Pendidikan Berkualitas
Oecd -
RB Tematik -
Penghargaan - TOP 99/2021
Kompetisi -
Kurasi Ringkasan
<p>Pendidikan tinggi masih belum sepenuhnya dapat dinikmati oleh penyandang disabilitas. Hanya 1% dari total belasan juta penyandang disabilitas di Indonesia yang memiliki kualifikasi pendidikan tinggi. Dari 4.500 perguruan tinggi, hanya 11 perguruan tinggi bersedia menerima penyandang disabilitas. Sistem pendidikan tinggi yang diskriminatif menghambat partisipasi dan menghalangi pemenuhan hak asasi penyandang disabilitas. Universitas Brawijaya (UB) berinovasi dengan mengubah pendekatan Tridharma Perguruan Tinggi menjadi afirmatif terhadap kebutuhan penyandang disabilitas. Pada tahun 2012, UB mendirikan Pusat Studi dan Layanan Disabilitas (PSLD) sebuah unit pengembangan pendidikan dan penjamin terselenggaranya Tri Dharma Perguruan Tinggi yang inklusif bagi penyandang disabilitas. Rangkaian inovasi tersebut, yaitu seleksi masuk khusus penyandang disabilitas, pendampingan oleh teman sejawat, tutorial, konseling, aplikasi penghubung Enablink, pelatihan pendidikan inklusif, layanan aksesibilitas digital, teknologi pembelajaran inklusif, dan pembukaan Program Magister Kajian Wanita minat disabilitas pada tahun 2020. PSLD juga mengembangkan budaya peka pemenuhan hak penyandang disabilitas melalui pelatihan disability awareness dan bahasa isyarat dasar untuk semua sivitas akademika UB, penyediaan mobil khusus, dan penyediaan juru bahasa isyarat pada khutbah Jumat, prosesi wisuda, penerimaan mahasiswa baru, dan berbagai kegiatan yang memnuhi hak mahasiswa lainnya. Dalam merespon Pandemi COVID-19, PSLD melakukan penyesuaian dalam pelayanan, yaitu penerbitan panduan pendampingan akademis secara daring, penyediaan juru bahasa isyarat dan note taker dalam kelas, digitisasi bahan ajar, pelatihan pembelajaran inklusif dan pelatihan disability awareness online dengan metode partisipatif role model. Penelitian tentang isu disabilitas meningkat menjadi 25 judul per tahun ditunjang dengan penerbitan Indonesian Journal of Disability Studies (IJDS). Implementasi hasil riset meliputi model rencana pembelajaran semester (RPS) dan video mengajar ragam disabilitas, aplikasi rupa isyarat bagi mahasiswa tunarungu di Jurusan Seni Rupa, dan aplikasi Among untuk pembelajaran mahasiswa Tunanetra di jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. PSLD mengadopsi mobil ramah penyandang disabilitas pengembangan tim Teknik Industri UB untuk mobilitas di dalam kampus. Sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat, inovasi PSLD menjadi rujukan bagi institusi pendidikan dasar, menengah dan tinggi (UI, UNAIR, BINUS), dan institusi non-pendidikan (RS, Pengadilan Agama, Organisasi Keagamaan, Organisasi Ketenagakerjaan) dan turut dalam perumusan kebijakan publik di level lokal, nasional, dan internasional. Setelah satu dasawarsa implementasi, 42% program studi di UB terbuka bagi 172 mahasiswa dengan disabilitas. Terhitung 69 mahasiswa lulus dengan IPK rerata 3,2 dan bekerja sebagai ASN, pegawai BUMN, aktivis LSM, pengusaha, dan studi lanjut. Inovasi PSLD UB juga telah mendapatkan Inclusive Education Award dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (2013) serta Zero Project Award dari Perserikatan Bangsa-Bangsa di Wina, Austria (2020).</p>
Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya
- 11 Dec 2024
- JAWA TIMUR
- Pendidikan Berkualitas
- Dilihat
- Minat
- Kesepakatan
- Replikasi
Wilayah Instansi & Inovasi
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
JAWA TIMUR
Pusat Studi dan Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya