GEBRAK BIMANTIKA “Gerakan Bersama Kabupaten Bima Anti Stunting, Kekurangan Gizi dan Anemia”

Berjalan
perbaikan gizi, kesehatan, stunting
Super Admin
SDG's - Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Oecd -
RB Tematik -
Penghargaan - TOP 45/2020
Kompetisi -

Kurasi Ringkasan

                      <p>Gerakan Bersama Kabupaten Bima Anti stunting, Kekurangan Gizi dan Anemia (Gebrak Bimantika) merupakan terobosan yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Bima. Inovasi ini fokus pada penanganan anak masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan.Inovasi ini dilaksanakan sejak 2017. Tujuan utama inovasi ini adalah menurunkan angka stunting dan kekurangan gizi pada balita, serta anemia gizi. Inovasi ini melibatkan seluruh perangkat daerah di tingkat kabupaten sampai tingkat desa, ormas, organisasi profesi, tokoh agama dan termasuk masyarakat. Stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis pada balita. Kondisi ini ditandai dengan tinggi badan yang tidak sesuai dengan usianya. Stunting disebabkan oleh banyak faktor. Selain disebabkan kekurangan asupan gizi, stunting juga dapat disebabkan masalah kesehatan selama hamil, buruknya sanitasi lingkungan, pola asuh, pendidikan dan pengetahuan orangtua serta pelayanan kesehatan yang tidak memadai. Oleh karena itu, pencegahan dan penanggulangan stunting harus menjadi prioritas utama di bidang kesehatan, lintas program dan lintas sektor terkait. Gebrak Bimantika dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu penentuan sasaran pada balita dan ibu hamil by name by address by case dengan memanfaatkan data pada aplikasi e-PPGBM Kemenkes RI, melakukan rembug Stunting untuk bersama-sama menyepakati dan mengarahkan program masing masing perangkat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting, melakukan survei mawas diri dan musyawarah di tingkat kecamatan dan desa untuk menemukan permasalahan dan menyusun rencana kegiatan penanggulangan masalah, serta menyelenggarakan kegiatan sosialisasi kesehatan seperti kelas gizi balita, kelas gizi ibu hamil KEK/ anemia, sarangge (balai-balai) gizi, prolinting (program peduli stunting) dan program 16.660 jamban. Setelah inovasi Gebrak Bimantika ini dilaksanakan, angka stunting di Kabupaten Bima mengalami penurunan. Berdasarkan Riskesdas, pada 2013 terdapat 40,8 % angka stunting. Menurun menjadi 32,01% pada 2018 dan 24,41% pada 2020. Untuk Penyelenggaraan inovasi ini dibiayai oleh swadaya masyarakat mencapai Rp8 miliar. Inovasi Gebrak Bimantika merupakan inovasi berkelanjutan ditandai dengan adanya penandatanganan bersama kesepakatan lintas program/lintas sektor terkait, terbitnya Perbup Nomor 37 Tahun 2019 tentang Percepatan Pencegahan dan Penanganan Stunting di Kabupaten Bima dan terbitnya Peraturan BupatiNomor 2 Tahun 2020 tentang Kewenangan Desa dalam Pengalokasian Dana 20 % untuk Pelayanan Sosial Dasar. Inovasi ini sangat mungkin direplikasi oleh daerah lain karena tidak membutuhkan alokasi anggaran yang besar dari APBD. Kunci keberhasilan program terletak pada Inisiator dan kerjasama semua pihak terkait untuk hasil yang optimal. Kegiatan Gebrak Bimantika seperti kelas gizi balita dan kelas gizi ibu hamil sudah di replikasi oleh beberapa kabupaten/kota di Provinsi NTB dan Kabupaten Tolikara Provinsi Papua.</p>
                    
        

Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya

  • Publikasi
  • Provinsi
  • SDG's
  • 23 Dec 2024
  • NUSA TENGGARA BARAT
  • Kehidupan Sehat dan Sejahtera

0

0

  • Dilihat
  • Minat
  • Kesepakatan
  • Replikasi
  • 164
  • 0
  • 0
  • 0

Wilayah Instansi & Inovasi

Pemerintah Kabupaten bima

NUSA TENGGARA BARAT

Dinas Kesehatan

Hak Cipta(C)2022 - 2026 Etalase Pelayanan Publik dari Seluruh Daerah di Indonesia | Privacy Policy