Pemberdayaan Sahabat ODHA di Kota Ternate, Maluku Utara (BASODARA)
Berhenti/Vakum
kestaraan, kesehatan, harapan hidup
Qadriansyah CS
SDG's - Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Oecd -
RB Tematik -
Peningkatan Investasi
Penghargaan - Top 99/2020
Kompetisi -
Kurasi Ringkasan
Balai Rehabilitasi Sosial Orang dengan HIV (BRSODH) “Wasana Bahagia” Ternate bertugas menjalankan program rehabilitasi sosial bagi Orang dengan HIV. Namun, rehabilitasi sosial kepada ODH dengan pendekatan institusional ini kurang maksimal, karena permasalahan Orang dengan HIV/AIDS (ODHA ) sangat kompleks.
Sampai dengan 2019 jumlah ODHA di Kota Ternate mencapai 422 orang. Terdiri atas 250 orang HIV dan 172 AIDS. Angka ini menempatkan Kota Ternate pada peringkat kedua dalam jumlah terbanyak ODHA di Maluku Utara. KPA Kota Ternate juga memperkirakan 2 s.d 3 ODHA meninggal setiap bulan.. Keseluruhan data tersebut menunjukkan angka harapan hidup ODHA di Kota Ternate masih rendah dan ini menjadi persoalan utama ODHA di Kota Ternate.
Permasalahan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah tingginya angka putus obat dan rendahnya konsumsi Anti Retro Viral (ARV). Berdasarkan data Klinik Jasmine, tahun 2019 hanya sekitar 43% atau 184 orang yang mengonsumsi ARV. sebanyak 42,9% atau 79 orang dari jumlah tersebut tercatat sudah putus obat. Kondisi ini diperparah dengan adanya beberapa persoalan tambahan, seperti stigma dan diskriminasi dari keluarga maupun masyarakat, rasa pesimistis, kurangnya informasi dasar HIV/AIDS, masalah ekonomi serta pengetahuan perawatan ODHA.
BRSODH “Wasana Bahagia” di Ternate berupaya menjawab permasalahan tersebut dengan meluncurkan program Pemberdayaan Sahabat ODHA di Kota Ternate, Maluku Utara (Basodara). Inovasi ini mulai dijalankan sejak 2018
Basodara merupakan layanan sosial berupa merespons kebutuhan dan permasalahan yang dialami. BRSODH “Wasana Bahagia membentuk Tim Reaksi Cepat yang bertugas melakukan kunjungan rumah, konsultasi keluarga dan pemberdayaan berbasis komunitas. Melalui ayanan ini, selain dapat dirujuk, ODHA bisa mendapatkan manfaat dari berbagai layanan dalam satu tempat.
Inovasi ini memang menitikberatkan pelayanan pendampingan berbasis masyarakat. pelayanan model ini bertujuan memberikan dukungan dalam konsumsi obat ARV serta penguatan sosial kepada masyarakat, dan keluarga. Melalui LKS ODHA yang memiliki permasalahan kedaruratan dapat segera direspon. Dan melalui kunjungan rumah petugas melakukan konsultasi/ konseling pada keluarga.
Dampak dari penerapan inovasi ini dapat dilihat dari beberapa indicator, di antaranya jumlah kematian ODHA yang menurun, angka harapan hidup ODHA yang meningkat karena angka pasien putus obat berhasil ditekan, terkikisnya stigma dan diskriminasi terhadap ODHA, serta jumlah dan keaktifan anggota dalam LKS.
Keberhasilan dalam penyelenggaraan layanan ini menjadi salah satu alasan untuk terus menjaga keberlanjutan layanan. Salah satunya diwujudkan melalui pengembangan rehabilitasi berbasis komunitas di Kabupaten Halmahera Utara. Pengembangan ini merupakan buah dari inisiasi LKS My Hope. Pengembangan tersebut menjadi salah satu bukti bahwa inovasi ini mudah direplikasi, karena menitikberatkan pada optimalisasi sumber daya lokal yang ada di masyarakat sehingga secara finansial, sosial, dan budaya, program ini dapat berjalan secara mandiri.
Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya
- 23 Oct 2024
- MALUKU UTARA
- Kehidupan Sehat dan Sejahtera
- Dilihat
- Minat
- Kesepakatan
- Replikasi
Wilayah Instansi & Inovasi
Kementerian Sosial
MALUKU UTARA
Balai Rehabilitasi Sosial ODH Wasana Bahagia di Ternate