SIGAP SRATUS 369 PLUS (Aksi Tanggap Pada Sapi Madura Bunting dan Partus)
Berjalan dengan pengembangan
peternakan, kesehatan hewan, produksi
Ir. Bambang Prayogi MM
SDG's - Tanpa Kemiskinan, Tanpa Kelaparan, Ekosistem Daratan
Oecd -
RB Tematik -
Peningkatan Investasi
RB Tematik - Prioritas Presiden
Penghargaan - Top 40/2017
Kompetisi -
Kurasi Ringkasan
"Sapi madura merupakan plasma nutfah unggul asli Indonesia yang telah ditetapkan oleh Pemerintah dengan kontribusi populasi sapi potong sebesar ± 30% di Jawa Timur. Populasi sapi potong di Kabupaten Pamekasan 156.706 ekor dengan jumlah sapi betina produktif 61.115 ekor dengan jumlah peternak ± 30.000 orang (Data Dinas Peternakan tahun 2016). Fakta lapangan : Banyak pemeliharaan sapi betina tanpa menjalankan kaidah Good Practical Management / peternak dalam memelihara sapi betina cenderung sama baik tidak bunting, bunting, partus dan pasca partus, jarak beranak yang panjang dan status kesehatan pedet yang dilahirkan jelek, dan rendahnya nilai jual ternak (tidak menguntungkan) Terkait permasalahan dan fakta diatas, untuk mengantisipasi sekaligus solusi pencerahaan permasalahan maka Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Pamekasan mencetuskan gerakan pelayanan SIGAP SRATUS 369 Plus.
SIGAP SRATUS 369 Plus merupakan gerakan pelayanan pada sapi betina bunting hingga partus (melahirkan). Pelaksanaan inovasi SIGAP SRATUS 369 plus, yakni:
- Angka 3 : Strategi pelayanan aksi tanggap pada umur kebuntingan 3 bulan
- Angka 6 : Strategi pelayanan aksi tanggap pada umur kebuntingan 6 bulan
- Angka 9 : Strategi pelayanan aksi tanggap pada umur kebuntingan 9 bulan
- Plus : Strategi pelayanan aksi tanggap pada induk melahirkan yang dilanjutkan dengan pelayanan pasca melahirkan pada periode satu bulan dan periode dua bulan.
Setelah penerapan inovasi SIGAP SRATUS 369 Plus maka diperoleh hasil :
1. Status Kesehatan ternak sapi bunting dan melahirkan baik dan terjamin;
2. Status kesehatan reproduksi induk sapi optimal sehingga interval kelahiran dapat diperpendek (12 bulan);
3. Pedet yang dilahirkan sehat dan kuat;
4. Kerugian ekonomi akibat peternak memelihara sapi betina majir/ steril (mandul) dapat diatasii atau dihindari.
5. Prosentase keuntungan memelihara sapi betina bisa mencapai 3,2% / bulan"
Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya
- 24 Sep 2024
- JAWA TIMUR
- Tanpa Kemiskinan, Tanpa Kelaparan, Ekosistem Daratan
- Dilihat
- Minat
- Kesepakatan
- Replikasi
Wilayah Instansi & Inovasi
Pemerintah Kabupaten pamekasan
JAWA TIMUR
Dinas Peternakan