Kurasi Ringkasan
Perairan laut Provinsi Jawa Timur (Jatim) sekitar 1.900 km dengan 436 pulau membentang di 22 Kabupaten/Kota, telah memberikan andil yang cukup besar dalam penyediaan stock pangan na sional dalam sektor kelautan dan perikanan. Jatim memiliki 2 wilayah pengelolaan perairan Laut Jawa dan Samudera Hindia. Tahun 20092011 produktivitas perikanan di laut Jawa menurun ratarata sebesar 4% per tahun. Menurunnya produksi perikanan pantai utara Jawa disebabkan oleh penangkapan ber lebihan. Akibatnya jenis, volume, dan produksi ikan berkurang dan ukuran ikan makin kecil. Laju pertambahan penduduk, pemanfaatan teknologi, dan perairan laut yang tidak ramah lingkungan, mengakibatkan 6070% terumbu karang rusak dan mati. Produksi ikan di pantai utara, yaitu Kabupaten (Tuban, Probolinggo, Situbondo, dan Banyuwangi), dan Kota (Pasuruan dan Probolinggo) semakin menurun. Habitat ikan banyak yang punah karena ikan kecil ikut terjaring nelayan dan tidak ada upaya pemulihan sumber daya ikan.
Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim membuat terobosan baru, bernama Under Water Restocking yaitu kegiatan penebaran benih ikan ke dasar perairan sebagai upaya pemulihan sumberdaya ikan agar terjaga kehidupannya untuk membesarkan diri dan berkembang biak. Inovasi ini berupa kegiatan membangun rumah ikan di dasar perairan dan menebar benih-benih ikan ke dalam rumah ikan pada kedalaman 1015 meter, melibatkan nelayan, tokoh masyarakat, LSM, penyelam, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Sasaran inovasi adalah pengkayaan sumber daya ikan di laut teritorial untuk meningkatkan populasi, penyediaan persediaan ikan dan pelestarian sumber daya ikan sehingga dapat meningkatkan produktivitas perikanan dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat. Penebaran benih ikan di bawah laut berupa ikan domersal (kerapu dan benih udang) untuk mengu rangi resiko kematian benih ikan karena memiliki survival rate lebih tinggi pada saat awal pelepasan.
Strategi utama inovasi ini adalah koordinasi dan sinergi dengan instansi terkait dan pemangku kepentingan, pelibatan masyarakat, dan pembentukan tim yang berdedikasi tinggi. Sampai dengan tahun 2015, benih ikan kerapu macan yang ditebar men capai 130.000 ekor. Selanjutnya adalah pembuatan rumah ikan dan menebarkan benih ikan di rumah ikan yang diletakkan di dasar laut. Kegiatan sejak tahun 2013 meliputi diskusi intensif, pendataan habitat ikan, persiapan penebaran benih ikan, penyiapan calon benih ikan yang memenuhi syarat, penyediaan kendaraan angkut, oksigen, perahu pembawa kan tong benih ikan, peralatan selam, dan sosialisasi per enam bulan.
Sebelum inovasi, persediaan ikan menurun tajam dan sesudah inovasi, terjadi peningkatan produksi perikanan laut. Peraturan pemanfaatan sumber daya ikan ditegak kan dan nelayan Pantai Utara Jawa Timur mulai beralih dari menangkap ikan di perairan terbuka ke wilayah penebaran benih ikan. Video Underwater restocking bisa dilihat di: https://www.youtube.com/ watch?v=m_vNPLZWfFs. Terbentuknya rumah ikan di 6 lokasi pantai, kawasan konservasi laut, dan larangan men gambil ikan pada jarak kurang dari 300 meter dari posisi rumah ikan. Alat tangkap ikan yang diizinkan adalah sejenis pancing, dilarang menggunakan jaring bermata kecil. Pendapatan nelayan meningkat karena naiknya produksi ikan. Berpotensi menjadi destinasi wisata pancing dan penyelaman, sehingga masyarakat sekitar dapat menjual jasa (parkir, makananminuman, persewaan alat selam dan perahu, dan penginapan). Peningkatan produksi perikanan tangkap pada tahun 20132015 terjadi peningkatan 5%. Data produksi tahun 2013 = 381 ribu ton, tahun 2014 = 399 ribu ton, dan tahun 2015 sebesar 411 ribu ton, menunjukkan kegiatan ini sangat bermanfaat.
Terobosan pembenihan ikan di dasar laut menggunakan rumah ikan dan pemili han benih ikan yang cocok dan berkualitas berhasil meningkatkan jumlah ikan. Kesuksesan inovasi didukung oleh pengadaan benih ikan di balai benih, memfungsikan kelompok pengawasan masyarakat dan kearifan lokal, sinergi dengan penanaman pohon bakau (mangrove), dan pemanfaatan dana sosial perusahaan.
Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya