Gemas Kota Bandung Wujudkan Masyarakat Cerdas Mandiri

Berjalan dengan pengembangan
Pendidikan, Pendidikan Karakter, Perpustakaan
Drs. H. Tata Takwana CS
SDG's - Pendidikan Berkualitas
Oecd -
RB Tematik -
Penghargaan - Top 99/2016
Kompetisi -

Kurasi Ringkasan

                      Berdasarkan data Pertumbuhan Penduduk pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bandung tahun 2023, masyarakat Kota Bandung berjumlah 2.555.187 jiwa. Data ini menggambarkan betapa tingginya persaingan di antara masyarakat sebuah kota yang luas wilayahnya, menurut data pada Dokumen LKPJ Kota Bandung tercatat hanya 167,3 KM2. Kota Bandung berada di pusat kegiatan pemerintahan Provinsi Jawa Barat, memiliki penduduk dengan budaya membaca dan pengetahuan tentang pentingnya membaca dalam meningkatkan kecerdasan yang rendah. Menurut data statistik resmi, masyarakat lebih memilih televisi (85,9%), radio (40,3%) dibandingkan koran (23,5%) dalam mencari informasi. Buku belum menjadi kebutuhan prioritas masyarakat dibandingkan dengan kebutuhan lainnya. Permasalahan lain, lokasi Perpustakaan Kota Bandung berada di dekat pasar induk, jauh dari pusat kota.

 Pada musim hujan, perpustakaan mengalami polusi udara karena bau dari lingkungan pasar, sehingga masyarakat enggan berkunjung. Pemerintah Kota Bandung memperkenalkan sebuah inovasi meningkatkan budaya baca melalui gerakan gelar baca babarengan (bersama). Berkolaborasi dengan berbagai pihak yang berusaha menggelorakan budaya baca, inovasi ini bertujuan untuk mewujudkan Bandung menjadi Kota Buku Sejagat, menuju Bandung Juara, dengan nama program Gerakan Maca Sauyunan (GEMAS). GEMAS merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Bandung dengan berbagai perusahaan, lembaga swadaya masyarakat, para pengajar, dan komunitas pecinta buku. Inisiatif ini menyediakan layanan infor masi perpustakaan berbasis masyarakat di berbagai lokasi taman kota, fasilitas umum, mall, dan sekolah. Dengan fasilitas mobil unit perpustakaan keliling, library in the box, gerobak baca, dan sistem informasi perpustakaan berbasis teknologi, inovasi ini berhasil meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap buku. Strategi gemar baca ditekankan pada pembentukan budaya baca pribadi dan lingkungan. Perpustakaan merupakan sumber ilmu dan inspirasi, bukan sekedar tempat membaca buku dan informasi. 

Tahapan strategi meliputi perencanaan, pengorganisasian, dan kemitraan. Pembinaan budaya gemar baca melalui berbagai jalur formal dan informal, masyarakat, pendidikan, instansional, dan perpustakaan nasional/daerah. Kolaborasi dana partnership dilakukan Pemerintah Kota Bandung dengan lembaga dan tokoh yang mempunyai komitmen pro pembangunan budaya baca. Pada tahun 2015, strategi ini sudah terwujud dengan ditetapkannya Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Perpustakaan. Selain berkolaborasi dengan perusahaan, inovasi ini berbagai pihak swasta dan masyarakat. Sebelum inisiatif ini dimunculkan, budaya baca masyarakat Kota Bandung masih sangat rendah dan layanan perpustakaan hanya tersedia di Perpustakaan Kota. Pada Tahun 2017 Kantor Perpustakaan Dan Arsip Kota Bandung berubah menjadi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung dan memiliki Gedung Perpustakaan yang baru dan lebih representative.

 Setiap Tahun hingga tahun 2024 GEMAS selalu digaungkan terutama pada anak usia dini. Motivasi membaca sejak dini dan berlangsung secara teratur akan tumbuh menjadi kebiasaan membaca. 
Sementara itu, kebiasaan membaca selanjutnya dapat dijadikan landasan bagi berkembangnya budaya baca pada suatu masyarakat. Oleh karena itu, membangkitkan rasa ingin tahu (curiousity) yang kuat pada diri seorang anak dapat didukung oleh tersedianya bahan bacaan yang menarik, baik untuk dibacakan kepada anak tersebut, maupun untuk dibacanya sendiri. Terpupuknya perkembangan kebiasaan dan budaya baca amat bergantung pada beberapa faktor, yaitu: 
a) tersedianya bahan bacaan yang memadai, 
b) bervariasinya isi bacaan, 
c) mudah ditemukannya bahan bacaan, dan 
d) bahan bacaan yang dapat memenuhi keinginan setiap pembacanya. 

Untuk keberlanjutan program Gerakan Maca Sauyunan (GEMAS), diyakini mampu memberikan dampak (manfaat) nyata bagi pembangunan masyarakat, tentu diperlukan dukungan dari semua pihak. Pemerintah Kota Bandung, melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan bersama-sama dengan seluruh perangkat daerah lainnya, pelaksana Pemerintahan di tingkat kecamatan maupun kelurahan, serta melibatkan seluruh komponen masyarakat, diharapkan dapat lebih berkomitmen dan semakin serius dalam menyelenggarakan, mengembangkan, dan mengupayakan pendayagunaan perpustakaan sebagai sarana pembudayaan gemar membaca dan pembangun literasi masyarakat.
                    
        

Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya

  • Publikasi
  • Provinsi
  • SDG's
  • 04 Jul 2024
  • JAWA BARAT
  • Pendidikan Berkualitas

0

0

  • Dilihat
  • Minat
  • Kesepakatan
  • Replikasi
  • 111
  • 0
  • 0
  • 0

Wilayah Instansi & Inovasi

Pemerintah Kota Bandung

JAWA BARAT

Dinas Arsip dan perpustakaan

Hak Cipta(C)2022 - 2026 Etalase Pelayanan Publik dari Seluruh Daerah di Indonesia | Privacy Policy