GERAKAN 1000 AKSEPTOR

Berjalan dengan pengembangan
Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana , KB
Team Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
SDG's - Kehidupan Sehat dan Sejahtera, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Oecd -
RB Tematik -
Penghargaan -
Kompetisi -

Kurasi Ringkasan

                      I. Latar Belakang
Kebutuhan untuk meningkatkan akses terhadap layanan kontrasepsi dan kesehatan reproduksi di Kabupaten Bulukumba menjadi semakin mendesak. Tingkat penerimaan kontrasepsi di wilayah ini masih rendah, yang berdampak pada tingginya angka kelahiran dan masalah kesehatan reproduksi. Gerakan 1000 Akseptor bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan akses masyarakat terhadap layanan kontrasepsi melalui pendekatan yang inovatif dan partisipatif.
II. Tujuan
1.	Meningkatkan Akses: Meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kontrasepsi dengan menyediakan fasilitas dan sumber daya yang memadai.
2.	Edukasi dan Kesadaran: Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan reproduksi dan penggunaan kontrasepsi yang aman.
3.	Pencapaian Target: Mencapai 1000 akseptor baru dalam program kontrasepsi dalam periode tertentu.
III. Sasaran
•	Kelompok Masyarakat: Pasangan usia subur, terutama yang baru menikah dan yang berisiko tinggi kehamilan tidak terencana.
•	Dukungan Keluarga: Melibatkan keluarga dalam edukasi kesehatan reproduksi untuk menciptakan lingkungan yang mendukung.
IV. Strategi Pelaksanaan
1.	Kampanye Edukasi:
o	Mengadakan seminar dan lokakarya tentang kesehatan reproduksi dan kontrasepsi.
o	Menggunakan media sosial dan media lokal untuk menyebarluaskan informasi tentang manfaat kontrasepsi.
2.	Pelayanan Kesehatan:
o	Menyediakan layanan kesehatan reproduksi gratis atau dengan biaya rendah di puskesmas dan posyandu.
o	Melibatkan tenaga medis terlatih untuk memberikan konsultasi dan layanan kontrasepsi.
3.	Mobilisasi Komunitas:
o	Menggandeng kader kesehatan dan tokoh masyarakat untuk membantu sosialisasi program ini.
o	Membentuk kelompok diskusi di tingkat desa untuk membahas isu kesehatan reproduksi.
4.	Pemantauan dan Evaluasi:
o	Melakukan pengumpulan data tentang jumlah akseptor baru dan tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan.
o	Mengadakan evaluasi berkala untuk menilai keberhasilan program dan membuat perbaikan jika diperlukan.
V. Sumber Daya
1.	Sumber Daya Manusia: Tenaga kesehatan, relawan, dan kader kesehatan.
2.	Fasilitas Kesehatan: Puskesmas dan posyandu sebagai tempat layanan.
3.	Anggaran: Menghitung biaya yang dibutuhkan untuk kampanye, pelatihan, dan pengadaan alat kontrasepsi.
4.	Kemitraan: Kerja sama dengan lembaga pemerintah, LSM, dan komunitas lokal.
VI. Kebaruan dan Nilai Tambah
•	Pendekatan Partisipatif: Masyarakat dilibatkan dalam setiap tahap program, memberikan rasa kepemilikan dan tanggung jawab.
•	Edukasi Berkelanjutan: Program ini tidak hanya fokus pada pencapaian target, tetapi juga pada peningkatan kesadaran jangka panjang tentang kesehatan reproduksi.
VII. Evaluasi dan Dampak
•	Indikator Kinerja: Jumlah akseptor baru, tingkat kepuasan layanan, dan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kontrasepsi.
•	Dampak Sosial: Mengurangi angka kelahiran tidak terencana dan meningkatkan kesehatan reproduksi di Kabupaten Bulukumba.
                    
        

Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya

  • Publikasi
  • Provinsi
  • SDG's
  • 28 Sep 2024
  • SULAWESI SELATAN
  • Kehidupan Sehat dan Sejahtera, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

0

0

  • Dilihat
  • Minat
  • Kesepakatan
  • Replikasi
  • 23
  • 0
  • 0
  • 0

Wilayah Instansi & Inovasi

Pemerintah Kabupaten bulukumba

SULAWESI SELATAN

Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Hak Cipta(C)2022 - 2026 Etalase Pelayanan Publik dari Seluruh Daerah di Indonesia | Privacy Policy