PERSALINAN AMAN BAYI SEHAT IBU BERSERI DENGAN ANC RUTIN USG (PERMAISURI DANCING)

Berjalan
kesehatan
dr. Hj. Ni Ketut Eka Nurhayati, dr. Ida Bagus Yuda Andika, Astuti Sastrawati, SST.
SDG's - Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Oecd -
RB Tematik -
Penghargaan - INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD 2022
Kompetisi -

Kurasi Ringkasan

                      Angka Kematian Ibu (AKI) Kota Mataram tahun 2019 sebesar 77,31 dan tahun 2020 sebesar 95,68 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kota Mataram pada tahun 2019 yaitu 10,63 dan tahun 2020 sebesar 9,51 per 1000 kelahiran hidup. Jika dilihat bersama, AKI mengalami kenaikan walaopun AKB mengalami sedikit penurunan. Namun AKB Kota Mataram masih ada di atas AKB Provinsi NTB, dimana AKB Provinsi NTB pada tahun 2020 sebesar 8,38 per 1000 kelahiran hidup. Untuk angka prevalensi stunting sendiri, Kota Mataram mencapai 23% yang merupakan kategori zona kuning.
Tingginya AKI dan AKB merupakan tolak ukur dalam menilai status kesehatan di suatu Negara. Faktor yang berkontribusi terhadap kematian ibu, secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu penyebab langsung dan penyebab tidak langsung. Penyebab langsung kematian ibu adalah faktor yang berhubungan dengan komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas seperti perdarahan, pre-eklamsi/ eklamsi, infeksi, persalinan macet dan abortus. Sedangkan penyebab tidak langsung kematian ibu, seperti terlambat mengenali tanda bahaya dan mengambil keputusan, terlambat mencapai fasilitas kesehatan dan terlambat dalam penanganan kegawatdaruratan.
Tingginya AKI, AKB dan kejadian stunting menjadi dasar tercetusnya Inovasi Permaisuri Dancing (Persalianan Aman, Bayi sehat, Ibu berseri dengan Ante Natal Care rutin USG).
Program Permaisuri Dancing terdiri dari dua strategi, yaitu : pertama melakukan pelatihan USG dasar bagi Dokter umum yang ada di Puskesmas sebagai lini pertama yang bertujuan skrining resiko tinggi sehingga komplikasi lebih lanjut dapat dihindari. Hal ini dilakukan dalam rangka pemenuhan Ante Natal Care (ANC) terpadu dimana setiap ibu hamil harus melalui pemeriksaan USG sebanyak 2 kali selama masa kehamilannya guna memastikan proses kehamilan dan persalinan yang aman. Saat ini kondisi Puskesmas di wilayah Kota Mataram masih memiliki keterbatasan sarana prasarana krena tidak semua Puskesmas memiliki alat USG, namun Dinas Kesehatan Kota Mataram telah melakukan pengajuan bantuan alat USG sehingga kedepannya ketika sarana telah tersedia maka User/ Dokter umum Puskesmas mampu mengimplementasikan hasil pelatihan yang diterima. Strategi kedua yaitu melalui pemanfaatan aplikasi Emergency Button (EB). Emergency Button yang merupakan sarana komunikasi yang terintegrasi dengan call center dalam program Public Safety Center (PSC) yang bertujuan untuk mempercepat akses rujukan dan kegawatdaruratan. Pengaktigan EB yang merupakan aplikasi digital berbasis IT karena didukung teknologi Global Positioning System (GPS).
                    
        

Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya

  • Publikasi
  • Provinsi
  • SDG's
  • 20 Sep 2024
  • NUSA TENGGARA BARAT
  • Kehidupan Sehat dan Sejahtera

0

0

  • Dilihat
  • Minat
  • Kesepakatan
  • Replikasi
  • 27
  • 0
  • 0
  • 0

Wilayah Instansi & Inovasi

Pemerintah Kota mataram

NUSA TENGGARA BARAT

Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Mataram

Hak Cipta(C)2022 - 2026 Etalase Pelayanan Publik dari Seluruh Daerah di Indonesia | Privacy Policy