KEBANTING (KELAS BALITA STUNTING)
Berjalan dengan pengembangan
kesehatan
Titis Pratiwi Laurenty dan Dining Aruma Yudha
SDG's - Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Oecd -
RB Tematik -
Penghargaan -
Kompetisi -
Kurasi Ringkasan
Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang menjadi prioritas masalah Nasioanal pada tahun 2021Penurunan angka Stunting tertuang pada:1. Undang-Undang No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan
2. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 18 Tahun 2019 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024;
3. Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting
4. Peraturan Presiden No 42 Tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi
5. Permenkes Nomor 23 Tahun 2014 tentang Upaya Perbaikan Gizi
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun.Tingginya kasus stunting di Sragen masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi pemkab setempat. Per 2021, angka stunting di Sragen masih 4.353 anak atau di kisaran 18,8% jumlah bayi dan balita yang ditimbang di Jawa Tengah.
Sementara di tingkat Kabupaten, angka stunting itu 8,05% total bayi dan balita yang ditimbang sebanyak 54.058 anak. Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, menargetkan kasus stunting turun di bawah 14% pada 2024 di skala Jateng. Tahun ini angka stunting ditarget turun jadi 15,3%.
Angka stunting di wilayah kerja Tanon I terdiri dari 118 kasus (7,5%) dari jumlah balita. Desa Gabugan merupakan desa dengan kasus stunting tertinggi yaitu 18 jumlah balita di Desa Gabugan. Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen menyatakan Desa Gabugan termasuk desa lokus stunting tahun 2021.
Berdasarkan latar belakang tersebut Puskesmas Tanon I membuat Inovasi KEBANTING (Kelas Balita Stunting) di Desa Gabugan guna menurunkan angka stunting yang ada di Wilayah Puskesmas Tanon 1.Kegiatan INOVASI KEBANTING merupakan Program Pelayanan Gizi yang bersifat Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Esensial terdiri dari Perencanaan Kebanting, Pembentukan TIM, Pelaksanaan (Sosialisasi Kebanting) Monitoring (Kunjungan Rumah Balita Stunting) dan Evaluasi.Inovasi Stunting bertujuan menurunkan angka Stunting, Meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat mengenai Stunting,Keunggulan Inovasi adalah Meningkatkan kreatifitas ibu balita dalam pengolahan keberagaman jenis makanan untuk balita.Pertemuan Ibu Balita Stunting, Pengukuran BB, PB/TB dan konseling asupan makanan yang dimakan balita, Pengisian Buku Pemantauan KEBANTING, evaluasi Buku Pemantauan KEBANTING.Hasil yang didapatkan dari Inovasi yaitu turunnya kasus balita stunting yang terdapat di Wilayah Puskesmas Tanon 1 terutama di Desa yang terdampak Lokus Stunting yaitu Desa Gabugan untuk tahun 2021 didapatkan angka dari 28 balita stunting menjadi 21 balita stunting. Selanjutnya untuk Inovasi KEBANTING akan diterapkan di Desa Gawan serta diharapkan dengan adanya Inovasi KEBANTING ini tidak ada lagi balita Stunting dan Desa yang menjadi Lokus Stunting.
Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya
- 09 Sep 2024
- JAWA TENGAH
- Kehidupan Sehat dan Sejahtera
- Dilihat
- Minat
- Kesepakatan
- Replikasi
Wilayah Instansi & Inovasi
Pemerintah Kabupaten Sragen
JAWA TENGAH
Dinas Kesehatan