PETASAN KEMBANG API (Pengawasan Aktivitas Anak dan Perkembangan Aspek Disiplin Belajar) di SDN Urata
pendidikan
SDN Urata
SDG's - Pendidikan Berkualitas
Oecd -
RB Tematik -
Penghargaan - INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD 2022
Kompetisi -
Kurasi Ringkasan
Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) merupakan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan dalam sistem pendidikan nasional. Kebijakan PPK ini terintegrasi dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yaitu perubahan cara berpikir, bersikap, dan bertindak menjadi lebih baik. Nilai-nilai utama PPK adalah religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, integritas, yang ditanamkan dan dipraktikkan di seluruh sendi kehidupan di sekolah dan di masyarakat. Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) ditetapkan dengan Perpres Nomor 87 Tahun 2017, yang intinya memuat tentang gerakan pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan dukungan pelibatan publik dan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
PPK dilaksanakan dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter yang salah satu nilainya yaitu nilai karakter disiplin. Nilai disiplin sangat penting untuk memicu munculnya nilai-nilai karakter yang lain. Karakter disiplin harus dibiasakan kepada siswa dengan berbagai cara dan harus dilaksanakan serta dilatih secara terus menerus, baik di dalam keluarga maupun di sekolah. Untuk itu diperlukan strategi yang tepat dan baik.
Berdasarkan observasi, wawancara dan angket didapatkan bahwa lebih dari 50%murid di SDN Urata Tabalong mengalami permasalahan dalam mentaati tata tertib di sekolah, utamanya yang berkaitan dengan disiplin belajar. Terlebih lagi dengan adanya pandemi Covid-19, pembelajaran dilaksanakannya secara daring ataupun hibrid. Timbulah beberapa masalah, bulan pertama kegiatan belajar mengajar tidak berjalan maksimal bahkan terjadi stagnansi. Tata tertib dan jadwal kegiatan belajar yang dibuat sekolah tidak diimbangi dengan pendampingan dan pengawasan dalam pelaksanaannya. Permasalahan disiplin belajar ini utamanya sering muncul pada murid di kelas IV. Mereka belum mampu memanajemen waktu belajar serta minimnya pengawasan orangtua. Jadi dari hasil observasi, angket, dan wawancara dapat disimpulkan bahwa nilai karakter disiplin siswa masih rendah.
Dari permasalahan tersebut maka dicetuskan suatu aksi yang dinamakan Petasan Kembang Api: Pengawasan Aktivitas Anak dan Perkembangan Aspek Disiplin Belajar. Aksi ini merupakan kolaborasi antara guru, siswa dan orangtua tua murid. Orang tua berperan dalam pengawasan aktivitas belajar anak di rumah dengan menggunakan instrumen yang disiapkan oleh wali kelas. Tahapan aksi yaitu (1) Siswa diminta membuat jadwal kegiatan sehari-hari; (2) Analisis jadwal yang telah dibuat siswa; (3) pembuatan jadwal kegiatan bersama antara siswa dan guru berdasarkan umpan balik jadwal yang dibuat anak; (4) anak melaksanakan jadwal kegiatan yang telah disepakati; (5) Orangtua melakukan pengawasan/kontrol dengan bantuan instrumen pengawasan; (6) Guru melakukan visitasi ke rumah siswa serta mengumpulkan instumen pengawasan kegiatan siswa (7) analisis hasil aksi.
Dari Aksi Petasan Kembang Api didapatkan hasil yang signifikan yaitu disiplin belajar murid atau tingkat kepatuhan dalam aktivitas belajar sesuai jadwal yang ditetapkan makin meningkat. Hal ini terlihat dari prosentase belajar tepat waktu dari 37% menjadi 76%; lama belajar sesuai jadwal 26% menjadi 78%; melaksanakan ibadah dari 45% menjadi 73%. Hasil pelaksanaan aksi menggambarkan bahwa aksi ini berhasil meningkatkan nilai karakter disiplin pada siswa.
Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya
- 28 Sep 2024
- KALIMANTAN SELATAN
- Pendidikan Berkualitas
- Dilihat
- Minat
- Kesepakatan
- Replikasi
Wilayah Instansi & Inovasi
Pemerintah Kabupaten tabalong
KALIMANTAN SELATAN
Dinas Pendidikan