REMAS PAHA (REMAJA SEHAT PANTAU HIPERTENSI DAN ANEMIA)

Berjalan
kesehatan
PKM banten girang
SDG's - Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Oecd -
RB Tematik -
RB Tematik - Prioritas Presiden
Penghargaan - INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD 2022
Kompetisi -

Kurasi Ringkasan

                      Kelompok remaja, yaitu penduduk dalam rentang usia 10-19 tahun (menurut WHO), di Indonesia memiliki proporsi kurang lebih 1/5 dari jumlah seluruh penduduk. Ini sesuai dengan proporsi remaja di dunia dimana jumlah remaja diperkirakan 1,2 miliar atau sekitar 1/5 dari jumlah penduduk dunia (WHO,2003).
Masa remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan perkembangan pesat baik fisik, psikologis maupun intelektual. Pola karakteristik pesatnya tumbuh kembang ini menyebabkan remaja dimanapun ia menetap, mempunyai sifat khas yang sama yaitu mempunyai rasa keingintahuan yang besar, menyukai petualangan dan tantangan serta cenderung berani menanggung risiko atas perbuatannya tanpa didahului pertimbangan yang matang. Sifat tersebut dihadapkan pada ketersediaan sarana di sekitarnya yang dapat memenuhi keingintahuan tersebut. Keadaan ini seringkali mendatangkan konflik batin dalam dirinya. Apabila keputusan yang diambil dalam menghadapi konflik tidak tepat, mereka akan jatuh ke dalam perilaku berisiko dan mungkin harus menanggung akibat lanjutnya dalam bentuk berbagai masalah kesehatan fisik dan psikososial, yang bahkan mungkin harus ditanggung seumur hidupnya.
Pada awal dekade yang lalu, penyalahgunaan Napza pada remaja belum semarak seperti saat ini dan infeksi HIV/ AIDS masih amat langka. Demikian pula perilaku seksual berisiko di kalangan remaja belum terungkap dalam angka yang mengkhawatirkan. Dapat dimengerti bahwa kesehatan remaja pada masa itu belumlah menjadi prioritas. Tetapi keadaan tersebut berangsur berubah, dan terdapat tendensi peningkatan perilaku tidak sehat pada remaja. 

Harapan yang ada terhadap remaja dan kondisi-kondisi yang dialami remaja, seringkali memunculkan konflik dan permasalahan seperti masalah kesehatan remaja karena pola makan yang tidak baik, kehidupan dalam pergaulan bebas, permasalahan narkoba, kenakalan dan kesulitan belajar remaja karena di sekolah. Hal tersebut berdampak pada kesehatan remaja baik secara fisik maupun mental.
Untuk mewujudkan visi dan misi puskesmas yang mencakup kualitas pelayanan kesehatan terhadap remaja, maka puskesmas membentuk kegiatan posyandu remaja sebagai upaya memberikan manfaat guna meningkatkan derajat kesehatan remaja.
Kegiatan posyandu remaja ini dilaksanakan dengan metode Focus Group Discussion (FGD) yaitu pengisian materi yang dipimpin oleh narasumber, remaja diatur dalam kelompok-kelompok kecil untuk membahas topic materi yang diberikan narasumber. Hasil pembahasan tiap kelompok akan disampaikan secara bergantian dan diberikan tanggapan oleh narasumber. Narasumber selanjutnya memberikan arahan dan kesimpulan dari topic materi.
Narasumber yang hadir di dalam kegiatan posyandu remaja ini terdiri dari tenaga kesehatan (KIA/ Promkes) untuk penyampaian materi mengenai kesehatan reproduksi dan kesehatan fisik remaja, materi penggunaan obat yang benar, penyalahgunaan zat dan napza, materi strategi penyelesaian masalah dan mengelola stress pada remaja. 
Selain narasumber tersebut diatas, narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan posyandu remaja ini juga mengundang pihak kepolisian dan BNN untuk memberikan materi sesuai dengan bidangnya terkait dengan materi-materi remaja.
                    
        

Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya

  • Publikasi
  • Provinsi
  • SDG's
  • 23 Sep 2024
  • BANTEN
  • Kehidupan Sehat dan Sejahtera

0

0

  • Dilihat
  • Minat
  • Kesepakatan
  • Replikasi
  • 46
  • 0
  • 0
  • 0

Wilayah Instansi & Inovasi

Pemerintah Kota serang

BANTEN

UPTD PUSKESMAS BANTEN GIRANG

Hak Cipta(C)2022 - 2026 Etalase Pelayanan Publik dari Seluruh Daerah di Indonesia | Privacy Policy