LASKAR SAKINA (Stop Angka Kematian Ibu dan Anak)

Berhenti
kesehatan
dr. Wisnu Retnaningsih, M.H.
SDG's - Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Oecd -
RB Tematik -
RB Tematik - Prioritas Presiden
Penghargaan - INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD 2022
Kompetisi -

Kurasi Ringkasan

                      Kehamilan risiko tinggi adalah kehamilan yang akan menyebabkan terjadinya bahaya dan komplikasi yang lebih besar baik pada ibu maupun pada janin dalam kandungan dan dapat menyebabkan ketidaknyamanan, ketidakpuasan, kesakitan, kecacatan bahkan kematian (5K). Keadaan yang dapat meningkatkan risiko kematian ibu secara tidak langsung disebut sebagai faktor risiko, semakin banyak faktor risiko yang ditemukan pada kehamilan maka semakin tinggi pula risikonya. Berdasar Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 129/Menkes/SK/II/ 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal tigkat Puskesmas dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Reproduksi menjadikan dasar munculnya inovasi Laskar Sakina di Puskesmas Sambirejo.
Puskesmas Sambirejo adalah salah satu Puskesmas di wilayah kabupaten Sragen yang memiliki fasilitas kesehatan berupa poskesdes sebanyak 9, posyandu 63, dan 2 puskesmas pembantu. DATA Angka Kematian Ibu di Kabupaten Sragen meningkat dari tahun 2020 tercatat 22 kasus dan November 2021 tercatat 35 kasus. Kasus kematian ibu tersebut mayoritas karena deteksi dini risiko tinggi ibu hamil terlambat di ketahui.

Menurut Sarwono Prawiroharjo terdapat 20 faktor risiko yang kemudian dikelompokkan dalam 3 kelompok yaitu FR I (Ada Potensi Gawat Obstetrik/ APGO), FR II (Ada Gawat Obstetrik/ AGO) dan FR III (Ada Gawat Darurat Obtetrik/ AGDO) pada penilaian KSPR (Kartu Skor Poedji Rochjati). Kartu Skor Poedji Rochajti (KSPR) adalah alat untuk mendeteksi dini kehamilan berisiko dengan menggunakan scoring. Skor merupakan bobot perkiraan dari berat atau ringannya risiko atau bahaya. Jumlah skor memberikan pengertian tingkat risiko yang dihadapi oleh ibu hamil. Berdasarkan jumlah skor, kehamilan dibagi menjadi tiga kelompok: (1) Kehamilan Risiko Rendah (KRR): jumlah skor 2 (warna hijau); (2) Kehamilan Risiko Tinggi (KRT): jumlah skor 6-10 (warna kuning); (3). Kehamilan Risiko Sangat Tinggi (KRST): jumlah skor ≥ 12 (warna merah).

Laskar Sakina dibentuk dengan alasan dapat meningkatkan pengetahuan kader kesehatan / Laskar Sakina dalam deteksi dini faktor risiko ibu hamil melalui Kartu Skor Poedji Rochjati (KSPR) dengan cara melakukan kunjungan oleh Laskar Sakina ke ibu hamil untuk deteksi dini faktor risiko serta meningkatkan kegiatan kelas ibu hamil.

Inovasi ini untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam menemukan ibu hamil dengan resiko tinggi. Hal ini juga bertujuan mengurangi angka kematian ibu dan bayi di wilayah kerja Puskesmas Sambirejo. Keberhasilan inisiatif Laskar Sakina berbanding lurus dengan komitmen pemimpin dan keberanian untuk melakukan reformasi pelayanan. Dengan memindahkan pelayanan dari fasilitas kesehatan ke layanan jemput bola, mampu membangun sinergitas dengan melibatkan banyak unsur di masyarakat ternyata hasilnya cukup menggembirakan. Bahkan, sampai mampu menekan kematian ibu dan anak. Hal ini ,terasa lebih baik dibandingkan dengan hanya mengandalkan tenaga medis yang sangat terbatas jumlahnya. Ibu merupakan sosok yang luar biasa, dimana melalui perantara seorang ibu para pemimpin dilahirkan, para penerus bangsa di hadirkan. Karena ibu pula, kita semua ada di dunia ini. Oleh karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama, untuk menjaga dan menyelamatkan nyawa mereka.
                    
        

Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya

  • Publikasi
  • Provinsi
  • SDG's
  • 09 Sep 2024
  • JAWA TENGAH
  • Kehidupan Sehat dan Sejahtera

0

0

  • Dilihat
  • Minat
  • Kesepakatan
  • Replikasi
  • 222
  • 0
  • 0
  • 0

Wilayah Instansi & Inovasi

Pemerintah Kabupaten Sragen

JAWA TENGAH

Dinas Kesehatan

Hak Cipta(C)2022 - 2026 Etalase Pelayanan Publik dari Seluruh Daerah di Indonesia | Privacy Policy