CERDAS TB's App (Cek Secara Mandiri Berantas TB berbasis Aplikasi)
kesehatan
puskesmas wirang
SDG's - Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Oecd -
RB Tematik -
Penghargaan - INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD 2022
Kompetisi -
Kurasi Ringkasan
Penyakit Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksiMycobacterium tuberculosisyang dapat menyerang organ tubuh, terutama paru. Penyakit TB masih menjadi masalah kesehatan global. Pada tahun 2014 sebanyak 6,3 juta kasus baru TB di dunia, sedangkan pada tahun 2015 tercatat 6,4 juta kasus baru TB yang dilaporkan oleh WHO. Tahun 2015, WHO melaporkan di Indonesia diperkiraka ada 1 juta kasus TB baru pertahun (41 per 100.000 penduduk). Secara nasional prevalensi TB 647 per 100.000 penduduk tahun 2015. Untuk itu perlu upaya lebih besar untuk memberantas penyebaran TB di masyarakat.
Salah satu indikator standar pelayanan minimal (SPM) bidang kesehatan tingkat kabupaten/kota yaknipelayanan kesehatan orang terduga tuberkulosis paru. Pelayanan kesehatan orang terduga TB diselenggarakan diantaranya melalui upaya penemuan/skrining orang terduga TB sedini mungkin. Orang terduga TB adalah seseorang yang mempunyai keluhan atau gejala klinis mendukung TB (sebelumnya dikenal sebagai suspek TB).
Penemuan kasus TB dapat dilakukan secara aktif dan pasif di masyarakat. Penemuan kasus TB secara aktif dilakukan melalui: a.investigasi dan pemeriksaan kasus kontak; b.skrining secara massal terutama pada kelompok rentan dan kelompok berisiko; dan c.skrining pada kondisi situasi khusus. Sedangkan penemuan kasus TB secara pasif dilakukan melalui pemeriksaan pasien yang datang ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Penemuan orang terduga TB membutuhkan adanya pasien yang paham dan sadar akan gejala dan tanda TB paru, akses ke fasilitas kesehatan yang mudah, dan tenaga kesehatan yang kompeten.
Upaya penemuan orang terduga TB di wilayah kerja Puskesmas Wirang masih belum optimal. Pada tahun 2020, cakupan terduga TB mencapai (12,85%). Hal ini disebabkan upaya penemuan orang terduga TB hanya dilakukan secara pasif-intensif, artinya penjaringan orang terduga TB dilakukan hanya pada pasien yang datang ke Puskesmas/fasilitas kesehatan. Sementara itu, adanya wabah COVID-19 menyebabkan keengganan masyarakat untuk datang memeriksakan diri ke Puskesmas, sehingga secara tidak langsung menurunkan cakupan penemuan terduga TB. Oleh karena itu inovator membuat inovasi CERDAS TBs App (CEk secaRa ManDiri berantAS TB berbasis aplikasi WhatsApp dan google form) sebagai upaya optimalisasi deteksi dini/penemuan terduga TB di masyarakat. dalam rangka penanggulangan dan pemberantasan tuberkulosis, terutama di era pandemi COVID-19. Penting untuk mengoptimalkan penemuan terduga TB karena dapat memutus rantai penularan TB di masyarakat.
Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya
- 28 Sep 2024
- KALIMANTAN SELATAN
- Kehidupan Sehat dan Sejahtera
- Dilihat
- Minat
- Kesepakatan
- Replikasi
Wilayah Instansi & Inovasi
Pemerintah Kabupaten tabalong
KALIMANTAN SELATAN
Puskesmas Wirang