PETERPAN (Pengobatan Ternak Panggilan)
Berjalan
pertanian
drh. rr. Retno Wulan
SDG's - Ekosistem Daratan, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Oecd -
RB Tematik -
Peningkatan Investasi
Penghargaan - Innovative Government Award (IGA) 2023
Kompetisi -
Kurasi Ringkasan
Agribisnis merupakan salah satu sektor yang sangat penting dalam mendukung dan menunjang perkonomian masyarakat. Hal ini dapat dilihat ketika terjadi krisis moneter maupun krisis pandemi Corona Virus Disease (COVID) 19, agribisnis tetap dapat berjalan dan bertahan walaupun kondisi perekonomian yang sedang sulit. Agribisnis dalam hal ini sangatlah luas, baik itu pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan.
Agribisnis peternakan merupakan salah satu sektor agribisnis yang memiliki peran yang penting dalam mendukung dan menunjang perkonomian masyarakat Kota Cimahi. Pengembangan agribisnis peternakan di Kota Cimahi memang tidak dapat dilakukan secara ekstensif mengingat keterbatasan lahan yang ada. Namun pengembangan agribisnis peternakan di Kota Cimahi tetap dapat dilakukan secara intensif dengan memanfaatkan lahan yang ada. Adapun komoditas ternak yang dikembangkan di kota Cimahi diantaranya sapi perah, domba, kambing perah, kelinci, hamster, ayam dan burung berkicau.
Dalam pemeliharaan hewan ternak, masyarakat khususnya pelaku agribisnis peternakan berhadapan dengan ancaman penyakit yang berpotensi menimbulkan kerugian pada peternak. Penyakit pada ternak bisa berupa penyakit menular maupun yang tidak bersifat menular. Baik penyakit menular maupun yang tidak menular, penanganan penyakit yang tepat diperlukan untuk kesembuhan ternak yang mengalami penyakit. Tindakan penanganan penyakit pada ternak dapat dilakukan secara operatif maupun non operatif, perbedaan yang mendasar terdapat pada teknis dan juga biaya yang dibutuhkan oleh peternak untuk menyembuhkan penyakit pada hewan ternak yang sedang sakit.
Upaya penanganan penyakit pada ternak yang dialami oleh masyarakat Cimahi memiliki beberapa hambatan teknis yaitu (1) mayoritas klinik hewan di wilayah Cimahi terfokus untuk menangani kasus penyakit pada hewan kesayangan; (2) tingginya biaya pengobatan ternak disertai dengan kurangnya kemampuan masyarakat terkait krisis Pandemi COVID-19. Hambatan teknis yang dialami tersebut seringkali berujung pada kerugian pada peternak yang disebabkan oleh tidak sembuhnya penyakit dan ternak terancam mati, sehingga hewan ternak dipotong dalam keadaan sakit parah di kandang dan dijual murah daripada mengalami kematian.
Menjawab tantangan yang dialami oleh peternak khususnya di wilayah kota Cimahi, Pemerintah kota Cimahi melalui Dinas Pangan dan Pertanian menerapkan inovasi Pengobatan Ternak Panggilan (PETERPAN). Makna pengobatan berarti kegiatan penganggulangan penyakit ternak masyarakat Cimahi yang sakit, sedangkan makna Panggilan yakni kegiatan pengobatan ternak berdasar pada panggilan masyarakat. Pengobatan dilakukan langsung di lokasi kandang tempat pemeliharaan sehingga masyarakat tidak perlu repot membawa hewan ternak yang sakit ke klinik hewan maupun pusat kesehatan hewan.
Adapun rancang bangun dan perubahan yang telah dilakukan adalah penerapan inovasi pengobatan ternak yang sakit dapat dilakukan di rumah melalui panggilan pelaku usaha agribisnis peternakan di kota Cimahi kepada petugas. Petugas selanjutnya datang ke lokasi hewan ternak yang sakit, melakukan serangkaian pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan hingga selanjutnya menegakkan diagnosa dan melakukan pengobatan yang tepat kepada penyakit yang diderita ternak masyarakat. Selain mudah diakses melalui panggilan, kegiatan PETERPAN ini bebas dari biaya jasa dokter hewan dan paramedik veteriner sehingga memudahkan beban peternak dalam penanggulangan penyakit hewan ternak.
Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya
- 18 Oct 2024
- JAWA BARAT
- Ekosistem Daratan, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
- Dilihat
- Minat
- Kesepakatan
- Replikasi
Wilayah Instansi & Inovasi
Pemerintah Kota Cimahi
JAWA BARAT
Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi