GERTAK SAMBAL (Gerakan Sambangi Balita)

kesehatan
Puskesmas kelua
SDG's - Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Oecd -
RB Tematik -
Penghargaan - INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD 2022
Kompetisi -

Kurasi Ringkasan

                      Pembangunan kesehatan merupakan bagian terintegrasi dengan pembangunan nasional. Adapun hakekat dari pembangunan kesehatan merupakan upaya penyelenggaraan kesehatan bagi bangsa Indonesia untuk mencapai kemampuan hidup sehat untuk setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal, sehingga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dimulai dengan pemenuhan kebutuhan dasar manusia dengan perhatian utama pada proses tumbuh kembang anak sejak pembuahan sampai mencapai dewasa muda (Depkes, 2003).
 Memiliki anak yang sehat dan cerdas menurut Sulistijani (2001 dalam Lubis, 2008) adalah dambaan setiap orang tua. Anak yang sehat dan normal akan tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi genetik yang dimilikinya. Tetapi pertumbuhan ini juga sangat dipengaruhi oleh intake zat gizi yang dikonsumsi dalam bentuk makanan sehari - hari. Kekurangan ataupun kelebihan gizi akan dimanifestasikan dalam bentuk pertumbuhan yang menyimpang dari pola standar. Pertumbuhan fisik sering dijadikan sebagai indikator untuk mengukur status gizi baik individu maupun populasi. Oleh karena itu, orang tua perlu menaruh perhatian pada aspek pertumbuhan anak bila ingin mengetahui keadaan gizi mereka (Khomsan, 2003 dalam Lubis, 2008).
Untuk memantau pertumbuhan balita sangat diperlukan peran aktif orang tua dan tempat yang paling tepat untuk memantau pertumbuhan balita tersebut adalah posyandu. Posyandu merupakan kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan. Makin tinggi partisipasi masyarakat untuk datang ke posyandu (D/S), maka makin menggambarkan keadaan gizi masyarakat di wilayah kerja puskesmas, terutama balita naik BB (N), balita tidak naik BB (T), balita tidak naik berat badan 2 kali berturut-turut (2T), gizi kurang, kurus dan stunting.
Berdasarkan laporan tahun 2019, capaian D/S di wilayah kerja Puskesmas Kelua belum mencapai target yaitu sebesar 75,6 % dan tahun berikutnya hanya berkisar di angka 77,5 %, padahal target capaian D/S adalah 90%. Rendahnya capaian D/S selain karena kondisi pandemi covid-19 yang memberlakukan pembatasan kegiatan yang menimbulkan kerumunan, juga karena rendahnya kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan posyandu. Padahal upaya pemantauan pertumbuhan di posyandu ini sangat penting dilakukan untuk mendeteksi dini gangguan pertumbuhan (growth faltering). 
Berdasarkan masalah tersebut Puskesmas Kelua membuat sebuah inovasi yang di sebut GERTAK SAMBAL (Gerakan Sambangi Balita) yaitu gerakan petugas kesehatan dan kader posyandu mendatangi/mengunjungi balita langsung ke rumah bagi balita yang tidak datang ke posyandu dan mengunjungi bayi/balita yang bermasalah melalui laporan aplikasi dari SI MAS GANTENG KELUA. Meskipun belum mencapai target D/S karena kondisi pandemi covid-19, namun data capaiannya mengalami peningkatan di tahun 2021 menjadi 79,8% atau mengalami peningkatan sebesar 2,3% berkat inovasi GERTAK SAMBAL yang merupakan perluasan dari inovasi SI MAS GANTENG KELUA KELUA sebagai platform pelaporan status kesehatan bayi balita secara mandiri.
                    
        

Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya

  • Publikasi
  • Provinsi
  • SDG's
  • 28 Sep 2024
  • KALIMANTAN SELATAN
  • Kehidupan Sehat dan Sejahtera

0

0

  • Dilihat
  • Minat
  • Kesepakatan
  • Replikasi
  • 80
  • 0
  • 0
  • 0

Wilayah Instansi & Inovasi

Pemerintah Kabupaten tabalong

KALIMANTAN SELATAN

Puskesmas Kelua

Hak Cipta(C)2022 - 2026 Etalase Pelayanan Publik dari Seluruh Daerah di Indonesia | Privacy Policy