SI CANTIK (Siswa Pencari Jentik)

Berjalan
kesehatan
PUSKESMAS GIRIWOYO II
SDG's - Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Oecd -
RB Tematik -
RB Tematik - Prioritas Presiden
Penghargaan -
Kompetisi -

Kurasi Ringkasan

                      Dasar HukumBerdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2017 tentang inovasi daerah, mendorong setiap daerah melakukan inventarisasi inovasi dan sebagai database inovasi daerah yang dimiliki oleh masing  masing daerah. Berdasarkan PP tersebut bertujuan untuk peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan  peran serta masyarakat, dan peningkatan daya saing daerah. Kemudian didukung oleh Peraturan Bupati wonogiri nomor 138 tahun 2021 tentang inovasi daerah tahun 2021, untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan, maka diperlukan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintah daerah. Inovasi daerah dapat berbentuk tata kelola pemerintahan, inovasi pelayanan public, dan inovasi daerah lainnya sesuai urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah.Latar BelakangInovasi Sicantik (Siswa Pencari Jentik) dibuat oleh UPTD Pukesmas Giriwoyo II karena banyak kasus kematian akibat demam berdarah di Kabupaten Wonogiri. Penyakit demam berdarah dengue sendiri merupakan salah satu masalah Kesehatan masyarakat di Indonesia, sejak tahun 1968 jumlah kasusnya sampai sekarang terus mengalami peningkatan dan penyebarannya bertambah luas. Hal ini disebabkan karena semakin meluasnya virus dengue oleh nyamuk penularannya di berbagai wilayah Indonesia. Penyebab DBD dapat menimbulkan kematian dalam waktu singkat dan sering menimbulkan wabah. PencegahanDBD dapat dilaksanakan secara terorganisir dikota maupun desa, dengan cara penyuluhan dan pendidikan bagi tenaga kesehatan dan sosialisasi bagi kader kesehatan atau masyarakat luas dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan peran serta masyarakat, sehingga diharapkan DBD di Indonesia dari tahun ke tahun menurun. signifikan, meningkatkan pengetahuan siswa mengenai cara untuk memberantas penyakit demam berdarah dan memberantas sarang nyamuk, sehingga dapat mewujudkan lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman tanpa adanya wabah penyakit demam berdarah.
Metode PembaharuanInovasi Sicantik ini memiliki metode pembaharuan berupa serangkaian kegiatan diantaranya :1. Tahap Persiapan. Pada tahap ini memuat Surat Undangan Sosialisasi Program ke sekolah dengan mengumpulkan guruUKS untuk sosialisasi program, pengumuman pelaksanaan kegiatan yang dilakukan di pukesmas.2. Tahap Pelaksanaan Kegiatan. Pada tahap ini, kegiatan dilakukan di sekolah dimana sebelum melaksanakan kegiatan, penanggung jawab inovasi akan mengirimkan surat dan jadwal tindak lanjut dari sosialisasi program untuk memohon izin melakuka kegiatan di sekolah dengan izin dari Kepala Sekolah. Kemudian akan dilakukan persiapan alat pendukung dan pemaparan tentang DBD dan mempraktekkan di lingkungan sekolah.3. Tahap Monitoring dan Evaluasi. Tahap ini berupa melakukan evaluasi dan monitoring atas kegiatan yang dilakukan baik di sekolah maupun dirumah setiap 1 bulan sekali dengan memberikan reward kepada siswa yang rajin melakukam kegiatan dan melaporkan kegiatannya secara rapi. Inovasi Sicantik diharapkan dapat mencapai tujuan dari dibentuknya inovasi ini, yaitu untuk meningkatkan pengetahuan siswadalam melakukan Pemberantasan Saran Nyamuk (PSN), sehingga kasus DBD dapat menurun secara signifikan, meningkatkan pengetahuan siswa mengenai cara untuk memberantas penyakit demam berdarah dan memberantas sarang nyamuk, sehingga dapat mewujudkan lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman tanpa adanya wabah penyakit demam berdarah.
Manfaat Inovasi (Terdapat kondisi sebelum dan sesudah)Bagi Siswa Meningkatkan pengetahuan siswa tentang DBD dan Jumantik.Bagi Sekolah Mendukung terwujudnya sekolah bebas jentikMendukung Sekolah sebagai sekolah SehatMenciptakan lingkungan sehat dan bersih.Bagi Puskesmas Meningkatkan peran serta masyarakat dalam rangka pencegahan penyakit menular DBD Meningkatkan pembiasaan PHBS sejak dini.
Dampak Inovasi (sisi keunggulan dan kebaharuan/spesifikasi produk)Inovasi siswa mencari jentik atau SICANTIK menghasilkan :Tingkat ABJ Rumah tangga dan sekolah meningkat data triwulan IV tahun 2020 rata - rata ABJ RT adalah 85,5% padatriwulan Tahun 2021 rata - rata ABJ 91,2% sehingga diharapkan resiko penularan DBD menurun karena vektor penyakitmenurunKegiatan PSN rutin disekolah termonitoring ABJ Sekolah termonitoringPeningkatan pengetahuan siswa, guru dan orang tua murid, dan pembiasaan perilaku hidup bersih sehat sejak dini.
                    
        

Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya

  • Publikasi
  • Provinsi
  • SDG's
  • 03 Sep 2024
  • JAWA TENGAH
  • Kehidupan Sehat dan Sejahtera

0

0

  • Dilihat
  • Minat
  • Kesepakatan
  • Replikasi
  • 1115
  • 0
  • 0
  • 0

Wilayah Instansi & Inovasi

Pemerintah Kabupaten Wonogiri

JAWA TENGAH

Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri

Hak Cipta(C)2022 - 2026 Etalase Pelayanan Publik dari Seluruh Daerah di Indonesia | Privacy Policy