LITERASI BERKEBUN DENGAN BARANG BEKAS (LIBAS)

Berjalan
pendidikan
Puji Winaryati, S.Pd
SDG's - Pendidikan Berkualitas
Oecd -
RB Tematik -
Penghargaan - INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD 2022
Kompetisi -

Kurasi Ringkasan

                      Inovasi Literasi Berkebun dengan Barang Bekas (Libas) yang dilakukan SDN 7 Ampenan telah dimulai sejak bulan Desember tahun 2020 lalu. Kegiatan ini berkaitan dengan eco-literasi yang merupakan program sekolah SDN 7 Ampenan.
   Dasar hukum inovasi yaitu Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter bagi peserta didik. Penguatan pendidikan karakter meliputi nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokrasi, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab.
   Adapun permasalahan yang diangkat pada inovasi ini yaitu kurangnya pengetahuan peserta didik terhadap nama tanaman, lemahnya kemampuan peserta didik dalam menulis, dan kurangnya kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Isu startegis adanya inovasi ini dapat mengurangi sampah terbuang yang ada di sekolah. Metode pembaharuan yang dilakukan pada inovasi ini ialah melakukan demontrasi dengan memanfaatkan kebun sekolah untuk menanam tanaman yang akan menjadi objek penelitian peserta didik.
    Keunggulan dan kebaharuan inovasi ini ialah adanya memanfaatkan barang bekas sebagai media tanam, adanya gerakan literasi yang dimulai dengan pengamatan tumbuhan dari pembibitan sampai siap dipanen, dan adanya perlakuan berbeda yang di terapkan pada siswa kelas rendah dan siswa kelas tinggi.
    Siswa kelas rendah terdiri dari kelas 1, 2, dan 3 dengan kegiatan menanam tanaman, sedangkan siswa kelas tinggi terdiri dari kelas 4, 5, dan 6 dengan kegiatan menanam tanaman juga membuat laporan sederhana dengan memanfaatkan aplikasi Picture This Plant sebagai pendukung penerapan inovasi libas. Tahapan inovasi dilakukan dengan beberapa tahapan tergantung dari pembagian kelas bawah maupun kelas atas. Kelas bawah memiliki berbagai kegiatan diantaranya bercocok tanam dan pengisian laporan pengamatan yang dilakukan pada setiap hari kamis. Sedangkan siswa di kelas atas mengisi kegiatan libas dengan berbagai kegiatan berliterasi. Kegiatan yang dilakukan pada kelas tinggi diantaranya terdapat 3 tahapan, yaitu bercocok tanam pada minggu ke 1, melakukan pembuatan laporan sederhana mengenai tumbuhan melalui aplikasi Picture This Plant pada minggu ke-2, dan ke-3 setiap bulan. Serta melakukan kegiatan bercerita untuk menjelaskan informasi tentang tanaman yang diamatinya pada Sabtu Literasi di minggu ke-3. Dan melakukan pemeliharaan tanaman pada minggu ke-4 dan ke-5.
    Untuk menambah semangat peserta didik dalam melakukan kegiatan Libas, maka setiap laporan sederhana yang dikerjakan secara berkelompok dikumpulkan. Setelah laporan sederhana dikumpulkan, maka di Sabtu Literasi pada minggu ke-3 di setiap bulannya akan diundi untuk diberikan reward berupa sayur-sayuran. Hadiah berasal dari berbagai sumber, diantaranya dianggarkan pada anggaran BOS serta hasil kebun yang sudah ditanamnya.
                    
        

Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya

  • Publikasi
  • Provinsi
  • SDG's
  • 19 Sep 2024
  • NUSA TENGGARA BARAT
  • Pendidikan Berkualitas

0

0

  • Dilihat
  • Minat
  • Kesepakatan
  • Replikasi
  • 70
  • 0
  • 0
  • 0

Wilayah Instansi & Inovasi

Pemerintah Kota mataram

NUSA TENGGARA BARAT

Dinas Pendidikan

Hak Cipta(C)2022 - 2026 Etalase Pelayanan Publik dari Seluruh Daerah di Indonesia | Privacy Policy