Kurasi Ringkasan
Perkembangan anak didik mengalami berbagai kemajuan. Secara makro tentunya diperlukan peran serta dari semua pihak untuk meningkatkan perkembangan serta kreativitas,rasa ingin tahu anak didik. Terlebih di tingkat PAUD pada masa Globalisasi, perkembangan anak didik sangat memerlukan perhatian dari seluruh stake holder. Dimana paradigma sebelumnya bahwa, pembelajaran di PAUD hanya sebatas menyanyi, bertepuk, bermain dan mewarnai.Ternyata,dengan adanya ide kreatifitas serta inovasi dalam pengenalan akan ilmu pengetahuan, POSCO ini memberikan nuansa yang berbeda dalam proses pembelajaran. Pernyataan ini sesuai dengan amanat yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 60 tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif.
Pandangan serupa didukung oleh beberapa pendapat ahli yang menguatkan tentang perlunya kegiatan Sains bagi anak Paud. Sains merupakan cara kita berpikir dan melihat dunia sekitar kita. Ini adalah salah satu cabang ilmu atau subjek bahasan yang mengkaji fakta-fakta/kenyataan yang terkait dengan fenomena alam. (Isaac Asimov, 1995). Sains pada anak-anak usia dini dapat diartikan sebagai hal-hal yang menstimulus mereka untuk meningkatkan rasa ingin tahu, minat dan pemecahan masalah, sehingga memunculkan pemikiran dan perbuatan seperti mengobservasi, berpikir dan mengaitkan antar konsep atau peristiwa. Hal ini tentunya berkaitan dengan inovasi bagi anak serta pendidik. Dukungan inovasi ini juga tertera dalam Peraturan Pemerintah No.38 tahun 2017 tentang Inovasi Daerah.
Secara mikro, pada aspek kognitif, khususnya dalam melakukan percobaan sederhana, kami sangat menginginkan adanya antusiasme anak didik dalam memiliki keberanian untuk mengungkapkan ide kreatifnya serta pendapatnya dan dapat bersosialisasi dengan baik melalui kegiatan Sains sederhana. Untuk itu kami menyusun program selama satu semester ( enam bulan ) dengan tema-tema yang menarik sesuai dengan lingkungan sekolah,serta kebutuhan anak, antara lain :Tema Fenomena Alam ( Gunung Meletus; terapung - tenggelam, melayang; pencampuran warna; susu pelangi),Tema : Makanan dan Minuman ( Macam macam rasa, membuat jus, membuat jajan tradisional), Tema : Air, Udara dan Api ( Meniup balon dengan soda, meniup dan melepas balon).
POSCO dilakukan di empat sekolah dengan penerapan dalam Kegiatan Ko-kurikuler ( di TK Aletheia Ampenan) Tahapan Inovasi kegiatan Posco mulai dirintis di TK Aletheia pada pertengahan tahun 2018 sebagai uji coba kegiatan sains dengan melibatkan orang tua sebagai Tutor ( Narasumber) Tema dari setiap kegiatan ditentukan oleh orang tua murid, begitu pula dengan alat peraga yang digunakan disediakan oleh wali murid. Penjadwalan kegiatan ini disesuaikan dengan waktu orang tua murid dan seringkali orang tua menyetujui rencana waktu yang telah ditentukan oleh pihak sekolah.Contoh salah satu kegiatan, terjadinya gunung meletus,oran tua menyiapkan peralatan berupa: Gunung bentuk tiga deminsi, fanta ( minuman fanta merah), soda, cuka, lap, baki. Orang tua melakukan penjelasan proses terjadinya gunung meletus didepan anak didik dengan menggunakan bahan sederhana tersebut.Orang tua melakukan praktik langsung didepan anak didik dan memberikan kesimpulan sederhana. Orang tua yang berlatar belakang pendidikan yang berbeda mampu menjelaskan secara sederhana dan berbagi ilmunya yang diperoleh dari berbagai media yang mudah dipahami anak berkaitan dengan tema yang disampaikan.Tentunya semua hal tersebut ditujukan untuk menyukseskan dan mengembangkan kreativitas, ide kritis dalam proses pembelajaran terutama dalam kegiatan percobaan sederhana (sains).
Kegiatan Intrakurikuler (di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 5, TK PGRI 6 Mataram, TK Sayang Sayang), dilakukan dalam kegiatan pembelajaran inti dan pada puncak tema untuk menggali kemampuan anak dalam bidang kognitif, sehingga rasa ingin tahu anak, kreativitas, mengembangkan ketrampilan berinteraksi sosial, berkolaborasi, menyampaikan ide/pendapatnya secara positif, dengan segala peralatan dan bahan disediakan langsung oleh guru dan sekolah (difasilitasi oleh guru dan sekolah), dimana anak bisa langsung melakukan praktik sains bersama guru mulai dari proses awal sampai selesai dan memperoleh pengalaman yang bermakna selama kegiatan sains. Kegiatan Sains dilakukan bisa dalam ruangan kelas, seperti : pembuatan makanan tradisional (bahan dan peralatan ada di sekolah : seperti : ubi, kelapa, gula merah, bahan yang mudah diperoleh dan sudah dikenal anak sehari-hari, peralatannya juga ada di sekolah, biasanya dipakai di area drama. Bersama guru membuat kue/penganan tersebut, dan kemudian dimakan Bersama oleh anak hasil kue buatannya). Ada juga kegiatan Sains meniup balon kemudian di lepaskan, yang dilakukan diluar ruangan sehingga anak lebih leluasa ketika melepaskan balon yang sudah ditiupnya ke atas, kegiatan ini sangat menyenangkan, balon disediakan langsung dari sekolah dan semua anak mendapat balon untuk dipakai percobaan. Setelah selesai percobaan dibuat kesimpulan bersama hasil percobaan tersebut sehingga pemahaman anak semakin lengkap tentang kegiatan sains yang sudah dilakukannya. Orang tua mendapat informasi langsung dari pihak sekolah/guru tentang kegiatan sains anak yang sudah dilakukan, baik secara lisan maupun tulisan kepada orang tua sebagai laporan.
Hal ini sungguh mendapat dukungan dari orang tua murid serta para guru dan seluruh stake holder di masing-masing sekolah. Sehingga program peningkatan kualitas anak didik dalam memahami percobaan sederhana, menjadi salah satu program yang menarik untuk kami terapkan. Dan dapat dikatakan bahwa POSCO (Program Science Corner) mampu mewujudkan Lingkungan yang mengembangkan keterampilan berinteraksi sosial secara positif, arif, dan bijaksana serta dapat berpikir kritis bagi anak murid. POSCO merupakan upaya secara menyeluruh yang melibatkan semua warga sekolah (guru, anak didik, orang tua/wali murid) dan masyarakat, sebagai bagian dari ekosistem Pendidikan.
Isu strategisnya yaitu pelaksanaan POSCO merupakan program yang kami terapkan bagi anak didik dengan adanya kerjasama orang tua murid. Hal ini sungguh mendapat dukungan yang positif dari orang tua murid dan sekaligus menggali aset manusia (Orang tua Murid dan murid) dalam pengembangan Sumber daya manusia di sekolah. Dalam kegiatan ini, tentunya merupakan kegiatan Ko-Kurikuler yang sangat mendukung kemajuan dalam kegiatan Intrakurikuler pada aspek Kognitif, khususnya Percobaan sederhana.
Metode pembaharuan kegiatan Posco melibatkan orang tua sebagai tutor/narasumber, yang sebelumnya hanya para guru yang terlibat aktif dalam kegiatan science tersebut. Anak murid lebih aktif, kreatif, serta inovatif dalam melakukan kegiatan Science setelah mendapat stimulasi dari Tutor.
Kegiatan Posco hadir sebagai alternatif untuk mengembangkan dan menumbuhkan keterampilan berinteraksi sosial secara positif, arif, dan bijaksana serta dapat berpikir kritis bagi anak didik serta mengembangkan kemandirian, keberanian, tanggung jawab, kreativitas anak didik dalam menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan terwujudnya Profil Pelajar Pancasila sesuai dengan tujuan Pendidikan Ki Hadjar Dewantara.
Ide untuk menerapkan Posco terinspirasi dari pengembangan kolaborasi dengan komunitas di lingkungan sekolah (orang tua sebagai tutor dalam kegiatan Posco) serta antusiasme orang tua murid untuk kemajuan anak didik. Faktor lainnya yang mendukung penerapan Posco adalah pembiasaan dalam kemandirian, keberanian, tanggung jawab serta berupaya untuk selalu berpikir kritis dan memecahkan masalah secara sederhana dari praktik percobaan yang dilakukan.
Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya