MEMBACA BERHADIAH (MERIAH)

Berjalan
pendidikan
Fitriana, S.Pd
SDG's - Pendidikan Berkualitas
Oecd -
RB Tematik -
Penghargaan - INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD 2022
Kompetisi -

Kurasi Ringkasan

                      Inovasi ini sebenarnya dilatar belakangi oleh beberapa hal yaitu :
1. Berdasarkan survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) yang di rilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019 yang telah menyatakan bahwa Tingkat literasi Indonesia pada penelitian di 70 negara itu berada di nomor 62.
2. Tingkat literasi daerah Nusa Tenggara Barat menurut Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip NTB, Dr. H. Manggaukang Raba, MM mengungkapkan, tingkat minat baca di daerah ini sangat rendah. Secara nasional, NTB berada pada peringkat 31 dari 34 provinsi di Indonesia.
Minat baca kita sangat-sangat rendah. Dari posisi paling bawah, kita berada pada posisi di atas Papua, Papua Barat dan Sulawesi Utara, kata Manggaukang dikonfirmasiSuara NTB di Pendopo Gubernur, Rabu, 6 Februari 2019 siang.
Ia mengungkapkan, indikator rendahnya minat baca di NTB. Dari 100.000 penduduk, hanya ada satu orang yang membaca buku.
Masih rendahnya minat baca di NTB, kata Manggaukang juga dipengaruhi masih banyaknya masyarakat yang buta aksara. Berdasarkan data BPS sesuai hasil Susenas Maret 2018, angka buta aksara atau buta huruf di NTB sebesar 12,58 persen. Dengan rincian, Kota Mataram memiliki 5,96 persen
3. Sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015. Salah satu kegiatan di dalam Gerakan literasi sekolah (GLS) tersebut adalah kegiatan 15 menit membaca buku non pelajaran sebelum waktu belajar dimulai. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca agar pengetahuan dapat dikuasai secara lebih baik. Literasi sangat penting dilakukan dimana kemampuan untuk menggunakan bahasa dan gambar dalam bentuk yang kaya dan beragam untuk membaca, menulis, mendengarkan, berbicara, melihat, menyajikan dan berpikir kritis tentang ide-ide sehingga mampu menjelaskan praktik sosial dan budaya serta makna yang terkandung dengan berorientasi pada teks cetak maupun multidimensi dan interaktif secara kritis oleh murid.
Berdasarkan data di atas beberapa alasan yang membuat hati saya untuk tergerak membuat suatu inovasi yang diharapkan bisa membentuk kesadaran diri pada murid akan pentingnya membaca serta memahami isinya.
Keunikan dari inovasi ini adalah semua murid mendapatkan hadiah sesuai dengan tingkat kerajinan yang mereka laksanakan.
Tahapan pelaksanaannya pun bertahap dimulai dari pembiasaan di kelas hingga ke setiap jenjang kelas dengan secara bertahap. Tahapan pelaksanaan ini dilakukan oleh setiap murid 15 menit sebelum masuk saat kegiatan belajar mengajar, dimana murid datang membaca kurang lebih 10 menit buku bacaan sesuai pilihan mereka lalu mengisi kartu bacaan tersebut dengan mengisi identitas dari buku tersebut. Setelah itu murid memajang kartu bacaan pada papan dan pojok membaca yang telah disediakan.Kegiatan ini dapat dilakukan secara rutin mengingat murid kelas VI (enam) lebih cepat membaca maupun menulis sehingga kegiatan ini tidak mengganggu kegiatan intrakurikuler di sekolah. Hadiah diberikan setelah pada rentang waktu yang ditentukan, salah satunya setelah kegiatan penilaian akhir semester berakhir.
Perubahan dari kegiatan tersebut baik sebelum dan sesudahnya adalah berubah secara signifikan, dimana dapat dipantau dari peningkatan kesadaran diri membaca oleh para murid. Baik dilakukan di kelas maupun perpustakaan.
                    
        

Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya

  • Publikasi
  • Provinsi
  • SDG's
  • 20 Sep 2024
  • NUSA TENGGARA BARAT
  • Pendidikan Berkualitas

0

0

  • Dilihat
  • Minat
  • Kesepakatan
  • Replikasi
  • 1
  • 0
  • 0
  • 0

Wilayah Instansi & Inovasi

Pemerintah Kota mataram

NUSA TENGGARA BARAT

Dinas Pendidikan

Hak Cipta(C)2022 - 2026 Etalase Pelayanan Publik dari Seluruh Daerah di Indonesia | Privacy Policy