ALAT PERAGA KERAMIK BILANGAN (KEBAL)

Berjalan
pendidikan
Hapipi, S.Pd
SDG's - Pendidikan Berkualitas
Oecd -
RB Tematik -
Penghargaan - INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD 2022
Kompetisi -

Kurasi Ringkasan

                      Kegiatan pembelajaran merupakan salah satu instrument penting dalam pendidikan berperan penting dalam usaha mencerdaskan bangsa sesuai dengan pembukaan UUD 1945. Sebagai salah satu instrument dalam pendidikan, pembelajaran di kelas diselenggarakan sebagai kegiatan interaksi antara guru, siswa dan lingkungan dan sumber belajar untuk mengembangkan segala potensi yang dimilikinya baik afektif, kognitif dan psikomotorik. Hal ini sejalan dengan pengertian Pendidikan sesuai dengan UU undang nomor 20 Tahun 2003 bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana dalam menyiapkan suasana dan proses belajar yang dapat mengaktifkan peserta didik untuk mengembangkan segala potensi yang dimilikinya.
Untuk mewujudkan suasana dan proses pendidikan sebagaimana yang diamanahkan oleh UU Sisdiknas tersebut, maka dibutuhkan seorang guru professional yang mandiri, kolaboratif, inovatif dan berpihak pada siswa serta secara terus menerus melakukan perbaikan kualitas pembelajaran di kelasnya. Hal ini sesuai dengan tugas dan fungsi guru sesuai UU No.14 tahun 2005 bahwa guru merupakan pendidikprofesionaldengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. 
Namun kenyataannya tugas guru dalam merancang kegiatan pembelajaran di sekolah tidak selalu berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Perubahan dan penyesuaian proses pembelajaran karena pada pelajaran matematika merupakan pelajaran yang membosankan dan membuat suasana jenuh memberi dampak pada penurunan kualitas proses pembelajaran di sekolah yang mengakibatkan menurunnya hasil belajar siswa. Setelah dilakukan evaluasi, hasilnya menunjukkan hanya 35% siswa yang nilainya mampu mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang sudah ditentukan yaitu 70. Nilai rata-rata siswa juga masih rendah yaitu 69 dengan ketuntasan klasikal 60%.
Rendahnya ketuntasan belajar siswa disebabkan Karena kurangnya media pembelajaran yang bisa membantu mereka memahami materi yang bersifat abstrak dalam situasi belajar konkret lebih-lebih kondisi fasilitas sekolah yang belum memadai dalam memberikan konstribusi bagi guru dalam pembelajaran.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka diperlukan inovasi dalam bentuk Media Alat Peraga yang bisa membantu siswa belajar secara nyata dan terkonsep secara aktif, efisien dan kolaboratif yaitu Alat Peraga Keramik Bilangan disingkat KEBAL. Alat peraga ini memanfaatkan Keramik halaman kelas sekolah melihat kondisi sekolah yang sebagian besar dibuat dari bahan keramik yang ditempelkan angka-angka berdasarkan bilangan positif dan negatif lalu memanfaatkan siswa sebagai model dalam melakukan operasi hitungnya.
Kebal kemudian di desain menjadi sebuah miniaturAlat Peraga menggunakan bahan sederhana terbuat dari bahan bekas steroform dan boneka bekasini diharapkan memudahkan siswa berkerja kelompok dan berdikusi di meja belajar serta dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa pada mata pelajaran Matematika materi Operasi Hitung bilangan bulat positif dan negatif. Alat peraga ini sudah diuji coba dan diterapkan di SDN 24 cakranegara kelas 4a semester 1Tahun ajaran 2020/2021.
Beberapa kelebihan dari alat peraga ini antara lain yang pertama dapat menghitung penjumlahan dan pengurangan bilangan positif dan negatife dengan mudah dan cepat, yang kedua siswa dapat menjadi model dalam proses pengurangan atau penjumlahannya sehingga lebih memberikan motivasi dalam menetukan hasil yang akan ditemukan, dan ketiga alat ini sangat mudah digunakan.
Inovasi daerah dalam bentuk aplikasi pembelajaran ini penting dilakukan untuk membantu para guru mengajarkan muatan Matematika materi Operasi hitung bilangan bulat positif dan negatif dan untuk membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
Pokok perubahan yang dilakukan dalam inovasi daerah ini yaitu melakukan inovasi dengan memanfaatkan alat/media peraga dalam pembelajaran agar pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, kolaboratif dan menyenangkan.
Adapun kerangka alur pelaksanaan pembuatan kebal ini menggunakan bahan bahan bekas yang terdiri dari lantai keramik  kertas berjejer ditempel angka  lantai bawah- Tahap model peserta didik dengan pembuatan miniature dari : bahan steroform, gunting, lem, dan hiasan.
                    
        

Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya

  • Publikasi
  • Provinsi
  • SDG's
  • 14 Oct 2024
  • NUSA TENGGARA BARAT
  • Pendidikan Berkualitas

0

0

  • Dilihat
  • Minat
  • Kesepakatan
  • Replikasi
  • 4
  • 0
  • 0
  • 0

Wilayah Instansi & Inovasi

Pemerintah Kota mataram

NUSA TENGGARA BARAT

Dinas Pendidikan

Hak Cipta(C)2022 - 2026 Etalase Pelayanan Publik dari Seluruh Daerah di Indonesia | Privacy Policy