KELAS BELAJAR ADAB SDN 5 CAKRANEGARA (KEBAB DELIMA)

Berjalan
pendidikan
Hudian Yusfil Hazmi, S.Pd
SDG's - Pendidikan Berkualitas
Oecd -
RB Tematik -
Penghargaan - INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD 2022
Kompetisi -

Kurasi Ringkasan

                      Pada tahun 2021 SD Negeri 5 Cakranegara ditawarkan sebuah kerjasama menarik dengan beberapa instansi seperti Universitas Mataram dan University Of Kitakyushu yang ada di Jepang. Adapun kerjasama yang dimaksud adalah membuat sebuah Kegiatan menggunakan Model Pembelajaran Machitanken. Machitanken sendiri adalah Model Pembelajaran yang dilakukan dengan cara peserta didik terlibat dan berinteraksi langsung dengan lingkungan di luar sekolah atau masyarakat, lingkungan yang kami maksud adalah pengamatan pada sungai sekitar sekolah dan wawancara dengan masyarakat yang memiliki usaha-usaha di sekitar sekolah, kemudian memberikan gambaran melalui lukisan atau tulisan hasil pengamatan tersebut sesuai dengan kreativitas yang dimiliki oleh masing-masing peserta didik sehingga hal ini sesuai dengan profil pelajar pancasila pada bagian kreatif dan mandiri.
Kemudian kami melakukan ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) kegiatan tersebut karena memang dipandang baik untuk siswa dan sekolah, tetapi sebelum keluar lingkungan sekolah kami menambahkan pembelajaran Adab yang kami sebut KEBAB DELIMA (Kelas Belajar Adab SD Negeri 5 Cakranegara, Hal ini dirasa perlu untuk dilakukan karena dikhawatirkan ketika melakukan pengamatan ke sungai siswa acuh pada sampah yang berserakan ketika diperjalan menuju ke sungai atau di sungai tersebut sekalipun, kemudian pada saat melakukan proses wawancara kepada masyarakat yang memiliki usaha-usaha dikhawatirkan juga nantinya siswa bertanya dengan cara-cara yang kurang baik dan beradab apalagi saat ini banyak kita temukan siswa kurang bisa bertutur kata dengan baik dan beradab dikarenakan banyak pengaruh diantaranya pengaruh negatif dari media sosial, pengaruh covid 19 yang berefek pada kurangnya sosial masyarakat dan minimnya jam pembelajaran yang mengajarkan tentang adab dan sopan santun itu di kelas.
Kemudian nantinya pada proses interaksi pada saat melakukan wawancara akan melatih jiwa kritis dan kepekaan siswa terhadap lingkungan sekitarnya. Selain pada adab dan tutur katanya siswa juga akan merangkum hasil wawancara dan analisisnya terhadap orang sekitar dan lingkungannya, seperti contoh hasil wawancara mengenai proses jual beli yang dilakukan dilingkungan luar sekolah atau masyarakat dan keadaan lingkungannya seperti apa, pada bagian ini peserta didik dituntut untuk memiliki jiwa kepekaan sosial terhadap lingkungannya dan meningkatkan minat literasinya. Selanjutnya setelah melakukan wawancara siswa akan menulis dan menggambarkan data hasil wawancara yang dilakukan sesuai dengan kreativitas yang dimiliki oleh masing-masing peserta didik, hal ini akan menumbuhkan minat literasi dan menulis kepada siswa.
                    
        

Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya

  • Publikasi
  • Provinsi
  • SDG's
  • 19 Sep 2024
  • NUSA TENGGARA BARAT
  • Pendidikan Berkualitas

0

0

  • Dilihat
  • Minat
  • Kesepakatan
  • Replikasi
  • 2
  • 0
  • 0
  • 0

Wilayah Instansi & Inovasi

Pemerintah Kota mataram

NUSA TENGGARA BARAT

Dinas Pendidikan

Hak Cipta(C)2022 - 2026 Etalase Pelayanan Publik dari Seluruh Daerah di Indonesia | Privacy Policy