Melalui Tempojar, PJJ menjadi Lancar

Berhenti
pendidikan
SMP Negeri 1 Batuwarno
SDG's - Pendidikan Berkualitas
Oecd -
RB Tematik - Peningkatan Investasi
RB Tematik - Prioritas Presiden
Penghargaan -
Kompetisi -

Kurasi Ringkasan

                      LAPORAN INOVASI DAERAH

1. Nama Inovasi
Melalui Tempojar, PJJ menjadi Lancar 
2. Tahapan Inovasi
Penerapan
3. Inisiator Inovasi 
OPD
4. Jenis Inovasi 
Non Digital
5. Bentuk Inovasi
Inovasi pelayanan publik
6. Urusan Inovasi 
Pendidikan
7. Waktu Uji Coba Inovasi Daerah 
Senin, 13 Juli 2020 
8. Waktu Implementasi Inovasi 
Senin, 03 Agustus 2020 
9. Rancang Bangun dan Pokok Perubahan yang Dilakukan 
a. Dasar Hukum
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2017 tentang inovasi daerah, mendorong setiap daerah melakukan inventarisasi inovasi dan sebagai database inovasi daerah yang dimiliki oleh masing  masing daerah. Berdasarkan PP tersebut bertujuan untuk peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan  peran serta masyarakat, dan peningkatan daya saing daerah. Kemudian didukung oleh Peraturan Bupati wonogiri nomor 138 tahun 2021 tentang inovasi daerah tahun 2021, untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan, maka diperlukan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintah daerah. Inovasi daerah dapat berbentuk tata kelola pemerintahan, inovasi pelayanan public, dan inovasi daerah lainnya sesuai urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah. 
b. Latar Belakang
Sejak munculnya wabah penyakit Covid-19 ke Indonesia, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan memberlakukan kebijakan belajar dari rumah (BDR) baik melalui daring maupun luring untuk seluruh peserta didik. Di Kabupaten Wonogiri, Bupati beserta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan membuat Surat Edaran Nomor 421.7/1091/2020 tanggal 15 Maret 2020, semua peserta didik harus memberlakukan program belajar di rumah atau menggunakan pembelajaran jarak jauh. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) adalah pembelajaran dengan menggunakan suatu media yang memungkinkan terjadi interaksi antara guru dan peserta didik 
SMP Negeri 1 Batuwarno yang beralamat di jalan Batuwarno-Tirtomoyo No.098 Kecamatan Batuwarno juga melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Pada awal pelaksanaan PJJ, metode yang digunakan adalah daring yaitu menggunakan WA grup, Microsoft Teams, dan Google Classroom. Setelah dilakukan evaluasi, metode ini masih banyak kekurangan. Sebagian besar peserta didik mengalami kesulitan dalam mengikuti PJJ daring. Keaktifan peserta didik dalam pembelajaran masih sangat rendah. Hal ini terlihat dari rendahnya persentase jumlah peserta didik yang aktif mengikuti PJJ daring dan jumlah peserta didik yang mengumpulkan portofolio penugasan. 
c. Penjaringan Ide
Beberapa faktor yang menyebabkan peserta didik kesulitan mengikuti PJJ daring antara lain kondisi nyata peserta didik SMP Negeri 1 Batuwarno baik secara geografis, ekonomis, perkembangan teknologi, dan sarana prasarana yang tersedia. Secara geografis, Batuwarno memiliki wilayah yang berbukit-bukit sehingga jangkauan internet belum merata. Letaknya yang berada di daerah pedesaan, menyebabkan mayoritas orang tua peserta didik mempunyai mata pencaharian sebagi petani atau buruh lepas. Kemampuan ekonomi rata-rata orang tua peserta didik masuk pada kategori menengah ke bawah. Hal ini berpengaruh pada ketersediaan perangkat PJJ bagi peserta didik (laptop/hp dan kuota internet). Oleh karena itu, pada awal tahun pelajaran 2020/2021, sekolah mengambil kebijakan untuk melaksanakan PJJ dengan metode kombinasi daring dan luring.
d. Pemilihan Ide
Untuk kelancaran pembelajaran luring, sekolah membuat sebuah inovasi dengan membentuk Tempojar (Tempat Kelompok Belajar). Tempojar merupakan suatu titik kumpul yang ditentukan berdasarkan wilayah terdekat peserta didik. Tempat yang digunakan adalah rumah salah satu guru SMP N 1 Batuwarno yang berada di wilayah tersebut atau rumah tokoh masyarakat setempat. Setiap Tempojar dibimbing oleh 2-3 guru. Peserta didik yang tidak dapat mengikuti pembelajaran daring dapat memperoleh pembimbingan materi di Tempojar dengan jumlah peserta didik terbatas. Tugas-tugas belajar selama PJJ dapat dikumpulkan melalui tempojar. 
e. Manfaat Inovasi (Terdapat kondisi sebelum dan sesudah)
Manfaat dari inovasi ini dapat mengetahui perkembangan peserta didik dalam mengikuti PJJ lebih terpantau karena guru pemimbing dapat bertatap muka langsung dengan peserta didik. Kemudian peserta didik yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran dapat segera menemukan solusi dengan berkonsultasi dengan guru pembimbing. Selain itu Peserta didik akan mendapatkan pendampingan materi dalam kelompok terbatas dan peserta didik dapat mengumpulkan portofolio penugasan PJJ dengan mudah
f. Dampak Inovasi (sisi keunggulan dan kebaharuan/spesifikasi produk)
Inovasi Tempojar (Tempat Kelompok Belajar) ini dapat memudahkan dalam kegiatan belajar mengajar. Guru dapat bertemu dan berkomunikasi secara langsung dengan peserta didik, sehingga kesulitan peserta didik dalam PJJ dapat segera diatasi.
                    
        

Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya

  • Publikasi
  • Provinsi
  • SDG's
  • 09 Sep 2024
  • JAWA TENGAH
  • Pendidikan Berkualitas

0

0

  • Dilihat
  • Minat
  • Kesepakatan
  • Replikasi
  • 1095
  • 0
  • 0
  • 0

Wilayah Instansi & Inovasi

Pemerintah Kabupaten Wonogiri

JAWA TENGAH

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri

Hak Cipta(C)2022 - 2026 Etalase Pelayanan Publik dari Seluruh Daerah di Indonesia | Privacy Policy