BIO-STARTER LIMBUSE
Berjalan
pendidikan
SMP Negeri 2 Jatisrono
SDG's - Kehidupan Sehat dan Sejahtera, Pendidikan Berkualitas
Oecd -
RB Tematik -
Peningkatan Investasi
RB Tematik - Prioritas Presiden
Penghargaan -
Kompetisi -
Kurasi Ringkasan
Dasar Hukum
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2017 tentang inovasi daerah, mendorong setiap daerah melakukan inventarisasi inovasi dan sebagai database inovasi daerah yang dimiliki oleh masing masing daerah. Berdasarkan PP tersebut bertujuan untuk peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan peran serta masyarakat, dan peningkatan daya saing daerah. Kemudian didukung oleh Peraturan Bupati wonogiri nomor 138 tahun 2021 tentang inovasi daerah tahun 2021, untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan, maka diperlukan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintah daerah. Inovasi daerah dapat berbentuk tata kelola pemerintahan, inovasi pelayanan publik, dan inovasi daerah lainnya sesuai urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah.
Latar Belakang
SMP Negeri 2 Jatisrono memiliki lahan seluas 19.500 m2 sehingga mempunyai hutan sekolah dengan keanekaragaman hayati baik flora maupun fauna yang sangat tinggi. Keanekaragaman tumbuhan di SMP Negeri 2 Jatisrono terdapat sekitar 1.500 lebih jenis tumbuhan yang didominasi tanaman keras, tumbuhan hortikultura, bunga dan buah-buahan sehingga di lingkungan sekolah setiap hari banyak sekali dihasilkan sampah organik terutama daun-daun dan ranting-ranting kecil dari tumbuhan.
Di lingkungan sekolah, pengelolaan sampah membutuhkan perhatian serius. Dengan komposisi sebagian besar penghuninya adalah anak-anak warga belajar tidak menutup kemungkinan pengelolaannya pun belum optimal. Namun juga bisa dipakai sebagai media pembelajaran bagi siswa-siswinya. Salah satu parameter sekolah yang baik adalah berwawasan lingkungan.
Sampah basah bisa diolah menjadi kompos. Prosesnya mudah dan sederhana. Anak usia sekolah SMP bisa mengerjakan sendiri. Pembuatan kompos dengan sampah basah di sekolah bisa menjadi media pembelajaran untuk anak didik. Setidaknya anak akan belajar tentang Ilmu Pengetahuan Alam. Anak juga akan belajar menghargai lingkungan. Mereka akan belajar bagaimana sampah itu bisa bermanfaat bagi manusia bukan hanya sebagai sesuatu yang kotor dan menjijikkan. Kompos yang dihasilkan dapat digunakan untuk memupuk tanaman yang ada di lingkungan sekolah terutama taman bunga atau sebagai bahan campuran media tanam dalam pot.
Namun pembuatan kompos secara tradisional memerlukan waktu yang lama (3-6 bulan), padahal kebutuhan akan tanah yang subur sudah mendesak. Oleh karenanya, proses tersebut perlu dipercepat dengan bantuan manusia. Dengan cara yang baik, proses mempercepat pembuatan kompos berlangsung wajar sehingga bisa diperoleh kompos yang berkualitas baik. Penggunaan bioaktivator (starter bakteri) dapat mempersingkat waktu pembuatan kompos menjadi 2-4 minggu.
Selama ini kita membeli bioaktivator dengan harga yang cukup mahal, sesungguhnya kita bisa membuat sendiri dari limbah buah-buahan dan alat- alat yang sederhana yang ada disekitar kita. Kita sering tidak mau memakan lagi buah yang mengalami sedikit pembusukan, apalagi ketika musim buah sangat melimpah. Sehingga banyak buah yang terbuang sia-sia menjadi sampah.
Penjaringan Ide
Terdapat beberapa alternatif pilihan yang digunakan untuk mengatasi masalah sampah buah di SMP Negeri 2 Jatisrono, yaitu dengan pemanfaatan sampah buah menjadi energi listrik, bio-starter limbuse, eco enzyme, dan lain-lain.
Pemilihan Ide
SMP Negeri 2 Jatisrono pada saat musim buah berlimpah. Banyak sekali buah yang tidak termakan yang akhirnya dibuang sebagai sampah. Sampah dalam pola pikir kita dianggap sebagai suatu yang menjijikan dan menjadi posisi tersudut atau marginal. Padahal sampah bisa jadi merupakan suatu anugerah bagi kita. Seharusnya posisi marginal dari sampah itu diubah dalam pemikiran kita untuk menjadi suatu yang berguna. Buah-buah yang sebagian besar merupakan unsur organik yaitu sampah yang bisa terurai dan mudah membusuk. Didalam buah masih banyak terkandung nutrisi yang bisa dimanfaatkan oleh berbagai mikroorganisme yang menguntungkan seperti berbagai bakteri dan jamur yang berperan dalam proses pengomposan. Limbah buah-buahan di sekolah (limbuse) dapat dimanfaatkan dibuat menjadi bio-starter/bioaktivator dengan teknologi yang sederhana dan menggunakan peralatan yang telah ada di rumah tangga.
Bio-starter dikenal dengan istilah lain Effective Microorganisme (EM-4) merupakan kumpulan ragam mikroba fermentatif, yang berfungsi dalam fermentasi material organik. Dikenal lima kelompok mikroba fermentatif utama meliputi: Bakteri fotosintetik, Lactobacillus, Streptomyces, ragi (yeast), dan Actinomycetes.
Manfaat Inovasi (Terdapat kondisi sebelum dan sesudah)
Manfaat dari inovasi pembuatan bio-starter limbuse di SMP Negeri 2 Jatisrono adalah untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah; meningkatkan jumlah produksi tanaman; menjaga kestabilan hasil pertanian maupun perkebunan; memfermentasi bahan organik/sampah yang berasal dari tumbuhan; mempercepat proses dekomposisi bahan-bahan organik di dalam tanah; meningkatkan kualitas kuantitas panen; menciptakan pertanian yang berwawasan ramah terhadap lingkungan; memperkaya keragaman mikroba yang sangat menguntungkan di dalam media tanam atau tambak; memperbaiki nutrisi, senyawa yang dibutuhkan tanaman/ikan dari dalam tanah; mempercepat proses fiksasi/bintil akar; dan meminimalisir atau mengurangi kebutuhan pupuk bahkan pestisida.
Dampak Inovasi (sisi keunggulan dan kebaharuan/spesifikasi produk)
Dampak dari adanya inovasi pembuatan bio-starter limbuse di SMP Negeri 2 Jatisrono adalah limbah buah-buahan di sekolah (limbuse) dapat terolah menjadi bio-starter tradisional; pencemaran lingkungan berkurang akibat limbah buah di sekolah yang dibuang secara sembarangan; dapat memproduksi bio-starter limbuse yang berasal dari limbah buah di sekolah secara mandiri; nilai ekonomi limbah buah di sekolah meningkat, yang mana bio-starter tradisional dari limbah buah di sekolah dapat berfungsi dalam proses komposting; dan kemandirian peserta meningkat dalam hal penyediaan bio-starter limbuse sehingga tidak tergantung dari bio-starter buatan pabrik.
Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya
- 09 Sep 2024
- JAWA TENGAH
- Kehidupan Sehat dan Sejahtera, Pendidikan Berkualitas
- Dilihat
- Minat
- Kesepakatan
- Replikasi
Wilayah Instansi & Inovasi
Pemerintah Kabupaten Wonogiri
JAWA TENGAH
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri