TANJUNG BERSINAR (Tanya, Jaga, dan Dukung Bersama Si Penyintas Corona)
kesehatan
puskesmas kelua
SDG's - Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Oecd -
RB Tematik -
Penghargaan - INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD 2022
Kompetisi -
Kurasi Ringkasan
Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Di mana awalnya kasus ini ditemukan di Wuhan pada 30 Desember 2019. Kasus pertama di Indonesia ditemukan pada 2 Maret 2020.
Pada tanggal 6 Juni 2020, untuk pertama kalinya penderita Covid-19 ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Kelua, Kabupaten Tabalong. Penderita Covid-19 mengalami tingkat kesakitan yang berbeda. Ada yang tanpa gejala, bergejala ringan, sedang, hingga berat. Kemudian, pada tanggal 17 Juni 2020 terdapat 1 orang pasien Covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Kelua meninggal dunia.
Seiring berjalannya waktu, angka penderita semakin meningkat. Hingga pada Bulan September 2020 Kabupaten Tabalong dinyatakan sebagai Daerah Transmisi Lokal dan selanjutnya termasuk dalam Zona Merah.
Dari penelitian yang dilakukan di Universitas Indonesia dan RS Persahabatan, dilakukan survey penelitian terhadap 463 penyintas COVID-19 dan didapatkan 63,5% mengalami gejala menetap (Long COVID) yang diakui sangat mengganggu kehidupan sehari-hari sehingga dirasa terjadi penurunan kualitas hidup mereka.
Di wilayah kerja Puskesmas Kelua sendiri, seluruh pasien yang telah sembuh dari Covid-19 (Penyintas COVID-19) dibolehkan beraktivitas seperti sedia kala dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Namun, sayangnya kondisi penyintas Covid-19 ini belum terpantau sepenuhnya oleh tenaga kesehatan, terutama mengenai gejala yang masih tersisa.
Adanya stigma masyarakat terhadap virus yang baru muncul ini menyebabkan masyarakat yang sakit enggan untuk lapor kepada layanan kesehatan, sehingga menyulitkan tenaga kesehatan dalam memantau ataupun mendeteksi keluhan para penyitas corona.
Kunjungan penyintas corona ke Puskesmas Kelua masih sedikit yang tercatat, yaitu hanya 3 orang pada Bulan Agustus dan 2 orang pada Bulan September dengan keluhan paling sering nyeri otot dan napas pendek yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari mereka.Hal ini berarti beberapa penyintas Covid-19 memang mengalami gelaja long Covid.
Sebagai tindak lanjut dari penemuan penyintas Covid-19 dengan gejala long Covid, maka dokter umum Puskesmas Kelua selaku inovator berinisiasi untuk lebih fokus mencari tahu tentang penyintas Covid-19 melalui survey via Google Form dan konsultasi chat via Whatsapp (WA). Dari hasil survey ini dapat diketahui Populasi jenis kelamin penyintas, alamat per desa, gejala saat terinfeksi, penanganan medis yang didapat, gejala long covid yang dirasakan, dan ada tidaknya stigma di masyarakat/keluarga. Terhadap penyintas ini, kemudian dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai dengan keluhan, misalnya dengan pemberian edukasi, pengobatan medis melalui obat-obatan simptomatik dan fisioterapi.
Agar data para penyintas Covid-19 ini terekam dengan baik, maka dibuatkan kartu penyintas dan buku khusus (berbeda dengan Rekam Medis) untuk mencatat perkembangan perbaikan fisik penyintas.
Dari beberapa bulan inovasi ini berjalan, para penyintas sudah dapat kembali beraktivitas seperti sebelum sakit dan gejala long covid sudah mulai berangsur menghilang dan inilah manfaat yang bias dirasakan oleh penyitas secara nyata. Dan satgas dapat memantau tingkat perbaikan fisik penyitas.
Unsur pembaharuan inovasi ini adalah:
Penggunaan teknologi informasi untuk memantau kondisi penyintas covid
Perekaman data penyintas untuk memantau perkembangan perbaikan penderita long covid
Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya
- 28 Sep 2024
- KALIMANTAN SELATAN
- Kehidupan Sehat dan Sejahtera
- Dilihat
- Minat
- Kesepakatan
- Replikasi
Wilayah Instansi & Inovasi
Pemerintah Kabupaten tabalong
KALIMANTAN SELATAN
Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong