BERSINAR (PEMBELAJARAN SENI DAN MATEMATIKA MELALUI PEWAYANGAN AKTIF INTERAKTIF)

Berjalan
Pendidikan dan Pelatihan
Imam Subayil, S.Pd., M.Pd
SDG's - Pendidikan Berkualitas
Oecd -
RB Tematik -
Penghargaan - INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD 2022
Kompetisi -

Kurasi Ringkasan

                      Banyak sekolah di Kota Mataram mengalami kesulitan menjalankan sistem pendidikannya pada masa-masa awal pandemi Covid-19. Hasilnya, banyak siswa yang mendapatkan hasil belajar rendah. Proses pembelajaran saat itu belum dirancang dan diaplikasikan secara tepat dan maksimal. Masih dominan pemberian materi dan tugas melalui WhatsApp saja. Langkah lainnya yang pernah dilakukan adalah guru memanfaatkan Zoom Meeting. Akan tetapi Zoom tetap menciptakan kelas keadaan pasif. Dengan seperti ini, siswa kesulitan mendapat penanaman konsep dari materinya. Mereka membutuhkan penjelasan dan pengalaman belajar layaknya seperti sebelum Covid-19.
Melalui permasalahan ini, inovator menghasilkan suatu inovasi yang dinamakan Bersinar (Pembelajaran Seni dan Matematika Melalui Pewayangan Aktif - Interaktif). Pembelajaran Seni dan Matematika ini memanfaatkan pewayangan, yang dipraktikkan melalui Zoom Meeting. Wayang yang digunakan tidak seperti biasanya. Akan tetapi, wayang yang dibuat secara sederhana dengan menggambar suatu karakter di kertas. Lalu, digunting dan ditempelkan stik sehingga tinggal digerak-gerakkan atau diperankan pada latarnya. Latar wayang menggunakan sebuah gambar/ lukisan yang dibuat siswa. Gambar ini juga sesuai dengan penugasan seni rupa. Cara kerja wayang adalah wayang selalu berada di posisi awal nol setiap memulai. Kemudian digerakkan sesuai sesuai bilangan. Sebagai contoh dalam soal yang diberikan, jika soalnya -2 + 4 = …. Maka untuk menjawabnya, siswa memposisikan wayangnya pada awal memulai adalah nol. Selanjutnya, bilangan -2 + 4 terbagi menjadi -2 (negatif 2) dan +4 (positif 4). Selanjutnya memperagakan -2 tersebut. Oleh karena itu adalah bilangan negatif, jadi wayang diperagakan dua langkah ke kiri sehingga berada pada posisi -2. Selanjutnya dari posisi -2 digerakkan sesuai bilangan +4 menjadi empat langkah ke kanan. Maka, posisinya berada pada posisi +2. Inilah hasil dari -2 + 4, yaitu 2 (positif dua). Selama proses pembelajaran, siswa terlibat aktif dan interaktif dalam memperagakan wayangnya. 
Pokok perubahan yang dihasilkan oleh adanya inovasi adalah siswa menjadi memahami bagaimana cara menyelesaikan permasalahan tentang operasi hitung sesuai konsep yang benar. Siswa tidak hanya tahu rumus, tetapi mereka juga dapat menerapkan operasi hitung secara baik.
                    
        

Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya

  • Publikasi
  • Provinsi
  • SDG's
  • 19 Sep 2024
  • NUSA TENGGARA BARAT
  • Pendidikan Berkualitas

0

0

  • Dilihat
  • Minat
  • Kesepakatan
  • Replikasi
  • 16
  • 0
  • 0
  • 0

Wilayah Instansi & Inovasi

Pemerintah Kota mataram

NUSA TENGGARA BARAT

Dinas Pendidikan

Hak Cipta(C)2022 - 2026 Etalase Pelayanan Publik dari Seluruh Daerah di Indonesia | Privacy Policy