DEDI CA DARA
Berjalan
kesehatan
dr. Ramli Randan
SDG's - Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Oecd -
RB Tematik -
Peningkatan Investasi
RB Tematik - Prioritas Presiden
Penghargaan - INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD 2022
Kompetisi -
Kurasi Ringkasan
Dasar Hukum:
Permekes No 29 Tahun 2017 tentang Penanggulanga Kanker Payudara dan Kanker Leher Rahim.Baik melalui permenkes tersebut mengajak kita yang berkerja di bidang kesehatan untuk terus memberikan penanggulangan terhadap kasus Kanker Payudara dan Kanker Leher Rahim.
B. Masalah (Makro atau Mikro):
Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2012 diperkirakan terdapat 14 juta kasus kanker baru dan sekitar 8,2 juta (58,57%) diantaranya dinyatakan meninggal dunia akibat kanker. Jenis kanker yang banyak menyebabkan kematian diantaranya kanker paru-paru, hati, perut, kolorektal, payudara dan esofagus (WHO, 2015). Hingga kini masih menjadi masalah yang perlu di perhatikan secara khusus.
Kanker merupakan masalah kesehatan yang penting bagi wanita di seluruh dunia Penyakit kanker pada perempuan terbanyak pertama payudara diikuti serviks. Kejadian kanker payudara sebanyak 42,1 per 100.000 penduduk sedangkan kanker leher rahim 23,4 kejadian per 100.000 penduduk, dimana 75%nya pernah berhubungan seksual. Kanker ini telah menyerang lebih dari 1,4 juta wanita di seluruh dunia. Di wilayah Bogor penderita kanker meningkat dari 316 pada tahun 2018 menjadi 353 pada tahun 2019. Sejauh ini tercatat bahwa diantaranya 196 penderita kanker payudara dan 43 penderita kanker serviks.
C. Isu Strategis:
Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor pada tahun 2016 mencatat terdapat jumlah kejadian kanker serviks mencapai 0,23 per 100.000 perempuan atau lebih mudahnya sebanyak 728 penderita kanker di Kota Bogor pada tahun 2016, 41 kasus di antaranya adalah kanker serviks. Selain itu angka pemeriksaan IVA Test di Puskesmas Sukamanah juga sangat minim bahkan bisa dibilang kurang dari standar yang diharapkan. Minim pemeriksaan juga dikarenakan masih banyak yang beranggapan malu, takut, kurang percaya diri dan masih kurangnya informasi yang diberikan tentang kesehatan reproduksi bagu Pasangan Usia subur dan Wanita usia subur.
D. Metode Pembaharuan
Metode yang dilakukan Kepada para remaja putri hanya diberikan edukasi dan gambaran kedepannya. Puskesmas Sukamanah berharap dari adanya Inovasi ini para wanita usia subur dapat mengerti dan paham betapa pentingnya memelihara personal hygiene dan menerapkan pola hidup sehat seperti makan-makanan yang bergizi dan seimbang serta olah raga yang cukup. Puskesmas Sukamanah juga berharap hal ini dapat membantu menekan angka kematian yang disebabkan oleh kanker leher rahim dan kanker payudara. Selain itu diajarkan juga bagaimana cara melakukan tes SADARI (Periksa Payudara Sendiri) kepada remaja putri dan wanita usia subur.
E. Keunggulan:
Informasi merupakan hal yang sangat penting untuk itu mereka dengan begitu mereka mengetahui bagaimana cara pola hidup sehat. sedangkan dari segi ekonomi, mereka tidak mengetahu biaya pemeriksaan relative murah dan dapat menggunakan BPJS. Jika pasien mempunyai BPJS mereka dapat melakukan pemeriksaan secara GRATIS sedangkan yang tidak memiliki BPJS berbayar. selain itu, jarak tempuh menuju Puskesmas Sukamanah juga menjadi kendala bagi yang rumahnya jauh. Mereka membutuhkan biaya ekstra untuk dileluarkan, seperti contoh ongkos ojek yang bisa dipakai untuk mereka membeli bahan makanan dibandingkan dipakai untuk ke pergi ke Puskesmas.
G. Tahapan (Implementasi Produk):
Inovasi DEDI CA DARA sudah di adaptasi dan hasilnya pun sudah ada. seperti yang sudah di jelaskan dalam beberapa kontibusinya juga sudah dilakukan. Dengan demikian Inovasi ini harus tetap dilanjutkan agar dapat menekan angka kematian dari kanker leher rahim dan kanker payudara. Seperti ada pepatah lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Pepatah ini menggambarkan bahwa sebaiknya para wanita usia subur melakukan skrining awal guna mengetahui apakah dirinya dalam keadaan baik.
Dari hasil yang didapat nantinya mereka akan merasa aman dan nyaman ketika sudah jelas. Inovasi ini juga dapar di replikasi oleh puskesmas lainnya apabila cocok. Inovasi ini juga tidak terlalu memakan banyak biaya hanya saja membutuhkan sinyal internet agar dapat disebarkan lewat sosial media. Dampak positif dari penyebaran informasi melalui internet akan menambah lebih banyak jumlah cakupan yang melihat informasu tersebut tidak hanya masyarakat yang ada di wilayah kerja puskesmas sukamanah saja melainkan dari berbagai macam kalangan.
Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya
- 23 Sep 2024
- JAWA BARAT
- Kehidupan Sehat dan Sejahtera
- Dilihat
- Minat
- Kesepakatan
- Replikasi
Wilayah Instansi & Inovasi
Pemerintah Kabupaten Bogor
JAWA BARAT
PUSKESMAS Sukamanah